Hadapi COVID-19, terapkan 4 Sehat 5 Sempurna kekinian
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:37 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Hadapi COVID-19, terapkan 4 Sehat 5 Sempurna kekinian
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sumber foto: https://bit.ly/3c83QQN

Elshinta.com - Masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19, Doni Monardo mengadopsi slogan itu untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang sedang melanda Tanah Air. 

Dulu, slogan 4 Sehat 5 Sempurna digunakan sebagai pengingat yang mudah untuk masyarakat. Masyarakat membutuhkan asupan nutrisi untuk membangun kualitas manusia Indonesia yang andal. Slogan yang diciptakan tahun 1950-an oleh Prof. Poorwo Soedarmo berisikan lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu.

Slogan tersebut kini digunakan untuk menghadapi COVID-19, benteng terakhir menghalau virus korona. Doni Monardo menggunakan slogan serupa untuk membangun manusia Indonesia dalam menghadapi serangan COVID-19.  

Doni yang juga Kepala BNPB ini mendefinisikan 4 Sehat 5 Sempurna sebagai upaya mencegah COVID-19. Dimana empat sehat yaitu gunakan masker, jaga jarak, baik physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, dan olahraga, tidur teratur dan cukup, serta tidak panik. 

Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.

“Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu. Nah ini semuanya masuk pada poin ke-5 (versi Doni),” ujar Doni saat bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof. Rini Sekarini di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (27/5). 

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna sangat dibutuhkan di era COVID-19. Doni menyampaikan kita tidak menang melawan COVID-19.

“Tidak ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid, yang ada adalah beradaptasi,” ujarnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB.

Di samping itu, Doni berharap slogan 4 Sehat 5 Sempurna dalam konteks menghadapi COVID-19 dapat mudah diingat oleh masyarakat.  

Sementara itu, Ketua Tim Pakar GTPPC19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan, penting untuk mengenalkan suatu narasi, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna, yang membantu setiap warga masyarakat untuk `berubah`, khususnya dalam menghadapi COVID-19. 

Doni menambahkan bahwa slogan ‘4 Sehat’ yang mampu diimplementasikan oleh setiap individu ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas.  “Baru kemudian didukung dengan gizi,” jelas Doni kepada Rini Sekarini yang juga Ketua IDAI DKI Jakarta. Prof. Rini merupakan cucu dari Prof. Poorwo Soedarmo, pencetus slogan 4 Sehat 5 Sempurna era dulu.

Prof. Rini juga mendukung slogan ini dapat menjadi upaya gerakan masyarakat untuk hidup perilaku adaptif secara preventif untuk menghadapi pandemi COVID-19.

Doni juga menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons slogan tersebut dan membahas lebih lanjut dan detail sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waktu ideal konsultasi pada dokter saat jalani isolasi COVID-19
Minggu, 25 Juli 2021 - 19:12 WIB
Ketua Persatuan Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia dokter Daeng M. Faqih menyarankan waktu ideal bag...
Antivirus COVID-19 tidak diperlukan untuk anak OTG dan gejala ringan
Minggu, 25 Juli 2021 - 11:30 WIB
Dokter spesialis kesehatan anak Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Ni...
Ketahui faktor risiko penyakit jantung bawaan anak sejak dini
Minggu, 25 Juli 2021 - 11:15 WIB
Ketua Terpilih Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr. Radityo Prakoso, Sp...
 Ratusan siswa SMPN 1 Boyolali divaksin
Jumat, 23 Juli 2021 - 18:11 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mulai melakukan vaksinasi tahap satu jenis Sinovac d...
Studi: Jeda lebih panjang antardosis Pfizer tingkatkan antibodi
Jumat, 23 Juli 2021 - 12:37 WIB
Jeda yang lebih lama antardosis vaksin COVID-19 Pfizer mengarah pada kadar antibodi keseluruhan yang...
Deteksi sejak dini penyakit jantung bawaan penting
Jumat, 23 Juli 2021 - 10:23 WIB
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr. Rad...
IDI: telemedisin jadi solusi di hulu dan hilir penanganan COVID-19
Kamis, 22 Juli 2021 - 15:35 WIB
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih menilai kehadiran layanan telemedisin unt...
Ahli Gizi: Penderita autoimun harus makan teratur cegah peradangan
Rabu, 21 Juli 2021 - 17:55 WIB
Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan b...
Peneliti: Vaksin COVID-19 bermanfaat kurangi angka kesakitan
Selasa, 20 Juli 2021 - 21:24 WIB
Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Univer...
Guru Besar FKUI: Vaksinasi cegah infeksi yang belum ada obatnya
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:44 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MP...
Live Streaming Radio Network