Kemenag siapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan `New Normal`
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 08:09 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
 Kemenag siapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan `New Normal`
Menag, Fachrul Razi saat memberikan keterangan pers usai ratas, Rabu (27/5). Sumber foto: https://bit.ly/36IQTvK

Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal baru.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas (ratas), Rabu (27/5).

“Presiden telah menyatakan tentang new normal, tatanan baru ini. Maka semua bidang menyesuaikan dengan ini,” ucap Menag, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab. 

Demikian juga Kemenag, kata Fachrul Razi, akan membuat konsep umum adalah secara bertahap kegiatan di rumah ibadah dibuka kembali dengan tetap menaati prosedur standar tatanan baru new normal yang telah dinyatakan oleh Presiden pada 15 Mei 2020 yang lalu.

Beberapa manfaat yang disampaikan oleh Menag, adalah sebagai berikut:

Satu, menjawab kerinduan umat kepada rumah ibadah.

Kedua, untuk meningkatkan perolehan pahala yang dilakukan umat dengan beribadah secara jemaah.

“Kita tahu bersama salat jemaah itu kan pahalanya lebih tinggi daripada salat per orang. Mudah-mudahan dengan ini kita bisa meningkatkan ibadah kita lagi,” jelas Menag.

Ketiga, menguatkan upaya spiritual di samping tetap mendaya dan menghasilgunakan upaya lahir.

“Kita tahu bahwa tidak mungkin kita hanya upaya lahir saja tanpa spiritual kita kuatkan, karena yang berwenang mencabut penyakit itu kan hanya Tuhan,” kata Menag.

Keempat, memberikan reward kepada daerah yang telah berhasil menekan angka penularan COVID-19.

“Jadi yang sudah bisa berhasil memang kita harus kasih reward,” terang Menag.

Kelima, memberi ketenangan batin kepada seluruh rakyat Indonesia yang pada dasarnya sangat agamis.

“Jadi kalau kita sudah ke rumah ibadah, ke masjid rasanya tenang,” tandas Menag.

Pelaksanaan

Menurut Menag, untuk pelaksanaan hal itu memang banyak detailnya, "Tapi saya cuplik saja sedikit. Itu hanya boleh di rumah ibadah yang relatif aman dari COVID-19 dan direkomendasi oleh camat atau bupati/wali kota sesuai level rumah ibadah-ibadah tersebut,” jelasnya 

Rekomendasi oleh Camat, menurut Menag, karena kalau bupati atau gubernur terlalu jauh di atas sehingga kadang-kadang mungkin ada tempat-tempat yang memang sebetulnya aman sama sekali tapi oleh mereka mungkin bisa digeneralisasikan seolah-olah belum aman.

“Karena memang secara provinsi mungkin belum aman, secara kabupaten belum aman. Tinggal kewenangan itu kami sarankan atau kami imbau untuk diambil oleh tingkat kecamatan saja,” jelasnya.

Jadi, lanjut Menag, forum komunikasi pimpinan kecamatan yang mempelajari validitas dari yang diajukan oleh kepala-kepala desa.

“Dilihat kalau bisa, kemudian kalau memang betul-betul ancaman COVID-19 nya rendah, penularannya rendah, setelah ditinjau oke, camat mengeluarkan izin dengan sebelumnya konsultasi dulu kepada bupati,” katanya.

Konsultasi ke Bupati/Wali Kota, menurut Menag, tetap diperlukan karena yang tahu tentang status new normal secara keseluruhan utamanya tentang reproduction number (R0) atau effective  reproduction number (Rt) yang tahu ya tingkat kabupaten ke atas atau yang sangat paham.

“Sehingga pada saat pengajuan dari kepala desa dipelajari oleh forum komunikasi pimpinan tingkat kecamatan, dikonsultasikan dengan kabupaten, kemudian mereka mengeluarkan izinnya,” jelasnya.

Izin ini, menurut Menag, akan direvisi setiap bulan, bisa jumlahnya bertambah, bisa juga berkurang.

“Kalau setelah dikasih izin ternyata COVID-19 nya meningkat atau penularannya meningkat ya akan dicabut. Jadi betul-betul kita buat sangat fair sekali. Sangat-sangat fair,” imbuh Menag.

Memang, lanjut Menag, kalau tidak memenuhi syarat ya sudah tidak dibolehkan dan memenuhi syarat itu dengan melihat pada batas-batas tertentu.

“Kalau memang kemudian berkembang baik lanjut, kalau berkembangnya menjadi peningkatan penularannya semakin tinggi dicabut kembali. Jadi sangat fair kita buat lah,” imbuhnya.

Hal ini, lanjut Menag, berlaku untuk semua agama jadi nanti muatan-muatan dari masing-masing agama akan didiskusikan Kamis ini.

“Ada rapat khusus Kementerian Agama yang mudah-mudahan setelah itu mudah-mudahan dalam minggu ini sudah bisa kami terbitkan,” ungkap Fachrul Razi.

Tentu saja, sambung Menag, didalamnya akan dibuat banyak poin-poin tentang protokol kesehatan, kalau disebutkan terlalu banyak mungkin, lebih baik nanti saja setelah diterbitkan.

“Rencana kami dalam minggu ini sudah akan kami terbitkan tentang revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal baru,” terangnya.

Ini tentu saja, sambung Menag, membutuhkan koordinasi yang sangat baik di tingkat bawah, karena tentu saja nanti kalau diberikan izin perlu ada dibangun sistem pengamanannya.

“Kemudian ada koordinasi yang baik antara unsur-unsur di kecamatan dengan unsur TNI, unsur kepolisian, dan unsur-unsur Kementerian Agama yang ada di daerah sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, Menag jelaskan termasuk Presiden, Bapak Wakil Presiden, semua sepakat sudah sangat rindu untuk kembali kepada rumah ibadah masing-masing dan ingin direvitalisasi fungsi rumah ibadah dalam tatanan normal baru ini.

“Itu saja dapat saya informasikan, nanti akan kami terbitkan dalam minggu ini pasti akan kami terbitkan ini, insyaallah sudah bisa kita terapkan bersama,” pungkas Menag. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masih pandemi, ini panduan Salat Idul Adha di lapangan, masjid, atau ruangan
Rabu, 01 Juli 2020 - 08:36 WIB
Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menyampaikan ada syarat yang harus dipenuhi umat muslim jika ing...
Menag: Salat Idul Adha dan kurban harus patuhi protokol kesehatan
Rabu, 01 Juli 2020 - 07:18 WIB
Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban...
Kemenag terbitkan panduan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban aman COVID-19
Rabu, 01 Juli 2020 - 06:50 WIB
Menyambut momen Idul Adha atau Idul Qurban, Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Sa...
Jokowi marah di hadapan para menteri, begini analisis gesturnya
Selasa, 30 Juni 2020 - 07:29 WIB
Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi, Monica Kumalasari menganalisis bahasa tubuh Presiden Joko Wido...
Gugus Tugas akui jaga jarak jadi poin sulit untuk dipatuhi
Senin, 29 Juni 2020 - 13:47 WIB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan salah satu poin protokol...
Kahitna, Nidji, Trentan Muslim dan Coki Pardede tampil di Live Stream Fest Vol. 4
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:09 WIB
Kahitna, Nidji, Trentan Muslim dan Coki Pardede gelar Live Stream Fest Vol.4
Pemerintah apresiasi putusan Arab Saudi kedepankan keselamatan jamaah haji
Selasa, 23 Juni 2020 - 10:10 WIB
Kerajaan Arab Saudi, pada Senin (22/6) memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441H/2020M hanya seca...
Peduli pada sesama, prajurit Kostrad ini rawat Mbah Ompong di Papua
Minggu, 21 Juni 2020 - 21:57 WIB
Pengabdian anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout Sota, sangat luar biasa.
`New Normal`, Wakapolda Jateng ingatkan protokol kesehatan yang utama
Jumat, 19 Juni 2020 - 12:46 WIB
Protokol kesehatan menjadi hal yang utama dan pertama yang harus dilakukan masyarakat menuju kehidup...
 278 jemaah ajukan pengembalian setoran pelunasan Bipih
Selasa, 16 Juni 2020 - 16:45 WIB
Bersamaan itu, Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV