Menteri KKP nyatakan regulasi lobster kebijakan yang terkendali
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 08:49 WIB |
Menteri KKP nyatakan regulasi lobster kebijakan yang terkendali
Sumber Foto: https://bit.ly/2TQybwP

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyatakan, regulasi terkait komoditas lobster, yang mencakup antara lain budidaya dan ekspor benih lobster dengan syarat ketat, merupakan kebijakan yang terukur dan terkendali.

"Hakekat peraturan ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat," kata Edhy Prabowo dalam seminar daring, Kamis(28/5).

Menurut Edhy Prabowo, sebagai pengandaian, jika ada 100 juta benih lobster yang diambil oleh masyarakat dan dijual dengan harga Rp5.000, maka akan muncul perputaran uang sebesar Rp500 miliar.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua kutub yang bisa disatukan.

Menteri mengungkapkan latar belakang terbitnya Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

Itu berawal dari pengalamannya saat menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR. Ia mendengar berbagai keluhan masyarakat pesisir selama kurun waktu 2014 - 2019, terutama masyarakat yang terdampak larangan pemanfaatan benih lobster untuk budidaya.

"Lima tahun sebelum jadi menteri saya mendengar langsung keluhan masyarakat pesisir, dari Sabang sampai Merauke, banyak yang mengeluh ke DPR. Semangat awalnya sebenarnya saya ingin menghidupkan kembali lapangan kerja mereka," ujar Edhy.

Atas dasar tersebut, Menteri kemudian membentuk tim dan melakukan kajian publik, kajian akademis serta melihat langsung ke lapangan. Bahkan, ia juga melakukan pengecekan ke Unversitas Tasmania, tempat penelitan lobster di Australia.

Hasilnya, dia menemukan adanya manfaat yang bisa diambil oleh masyarakat dari komoditas lobster tanpa harus menghilangkan faktor keberlanjutannya.

Sebagai gambaran, disebutkan bahwa di Universitas Tasmania lobster bisa menghasilkan hingga empat juta telur selama musim panas yang berlangsung selama empat bulan, atau sejuta telur per bulan.

"Ini lah yang semakin meyakinkan saya bahwa dalam rangka membangun industri lobster di Indonesia adalah keharusan dan suatu hal yang tepat. Memang ada kekhawatiran, makanya ada kontrol pengawasan komunikasi dua arah," jelasnya.

Terkait beleid ekspor benih di Permen KP nomor 12 tahun 2020, ia memastikan bahwa dirinya tetap mengutamakan aspek budidaya. Hal ini ditunjukkan melalui syarat ketat seperti sebelum mengekspor, siapapun harus melakukan budidaya terlebih dahulu.

Sementara untuk pembudidaya, juga diwajibkan untuk melakukan restocking ke alam sebesar dua persen dari hasil panennya.

"Ini aturan yang kita buat akan ada pemantauan dan pengawasan, setahun ada pemantauan dan evaluasi ke depan," katanya.

Sebelumnya, Peneliti Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Muhammad Arifudin, menyatakan, setelah KKP memperbolehkan kembali ekspor benih lobster, maka penetapan badan usaha yang diperbolehkan melakukan ekspor benih lobster harus benar-benar selektif.

Dalam aturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/Permen-KP/2020 disebutkan pengeluaran benih lobster dari Indonesia hanya boleh dilakukan oleh ekportir yang telah melakukan kegiatan pembudidayaan lobster, yang ditunjukan dengan bukti telah melakukan panen secara berkelanjutan dan telah melepasliarkan lobster sebanyak dua persen dari hasil pembudidayaan dengan ukuran sesuai hasil panen.

Saat ini KKP telah memberikan rekomendasi kepada sebanyak sembilan perusahaan calon eksportir benih, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP: Model klaster bakal genjot produktivitas komoditas udang
Minggu, 05 Juli 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini bahwa model klaster yang rencananya akan dijadikan...
Pelaku pariwisata diajak manfaatkan insentif pemulihan ekonomi
Minggu, 05 Juli 2020 - 11:56 WIB
Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) didorong untuk memanfaatkan berbagai kebijakan...
Rupiah kehabisan tenaga, ditutup melemah 1,01% ke Rp14.523 per dolar AS hari ini
Jumat, 03 Juli 2020 - 17:12 WIB
Rupiah tak mampu membalikkan keadaan setelah sepanjang hari tertekan. Jumat (3/7) rupiah di pasar sp...
Akhir pekan, IHSG naik tipis ke 4.973
Jumat, 03 Juli 2020 - 16:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melesat tinggi akhirnya mempersempit kenaikan di hari...
Kemenkeu ungkap penyebab serapan anggaran kesehatan COVID tak maksimal
Jumat, 03 Juli 2020 - 14:34 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meningkatkan koordinasi dan sinergi bersama kementerian/lembaga terk...
Banyak kasus, koperasi simpan pinjam harus diawasi secara lebih ketat
Jumat, 03 Juli 2020 - 13:36 WIB
Pengawasan terhadap koperasi simpan pinjam di Tanah Air melalui pembentukan Lembaga Penjamin Simpana...
Rupiah melemah tertekan kasus COVID-19 yang terus meningkat
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:55 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (3/7) pagi, melemah tertek...
IHSG akhir pekan diprediksi variatif cenderung menguat
Jumat, 03 Juli 2020 - 09:58 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diprediksi bergerak v...
Wow, harga bahan pokok di lokasi tambang emas Papua ini mencengangkan
Jumat, 03 Juli 2020 - 08:23 WIB
Harga bahan pokok di wilayah penambangan rakyat, di Korowai tepatnya di Maining 33, Distrik Kawinggo...
Kebijakan pemulihan ekonomi dan `new normal` disebut berdampak positif
Jumat, 03 Juli 2020 - 08:10 WIB
Kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan dimulainya akitivitas ekonomi pada era `new normal` b...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV