Apakah pria juga bisa menopause? Apa penyebabnya?
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Apakah pria juga bisa menopause? Apa penyebabnya?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2XITWzV

Elshinta.com -  Dibandingkan dengan menggunakan sebutan menopause pada pria, ahli kesehatan lebih sering menggunakan istilah andropause, defisiensi testosteron, defisiensi androgen, atau hypognadisme. Menopause pada pria juga tidak serta merta menyebabkan disfungsi organ seksual sepenuhnya dan tidak semua pria akan mengalaminya.

Namun baik menopause maupun andropause memiliki efek psikologis yang hampir sama yakni secara emosi mereka akan kembali ke keadaan semula sebelum mereka memasuki masa pubertas. Lalu apa penyebab andropause? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

Hormon
Penurunan kadar hormon testosteron yang berkurang secara bertahap. Meskipun hormon testosteron akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, tetapi penurunannya cenderung stabil dari tahun ke tahun yaitu hanya sekitar 1-2% per tahunnya ketika usia pria berkisar antara 30 sampai 40 tahun. Meski produksi testosteron menurun, produksi sperma tidak akan berhenti. 

Testosteron sendiri merupakan hormon pria yang diproduksi di testis dan kelenjar adrenal, yang berfungsi untuk mempengaruhi perilaku seksual dan ereksi. Selain itu, hormon ini banyak berkontribusi dalam aktivitas metabolisme seperti produksi sel darah di sumsum tulang, pembentukan tulang, metabolisme lipid, fungsi hati, dan pertumbuhan kelenjar prostat. 

Pola makan
Menopause pada pria juga diperparah dengan faktor gaya hidup. Sebagai contoh, pola makan yang tidak baik yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut,

Faktor psikologis
Masalah psikologis seperti masalah keuangan, perceraian, dan kekhawatiran terhadap hari tua bisa juga menjadi penyebab munculnya gejala-gejala menopause. 

Krisis paruh baya
Menurunnya semangat hidup dan antusiasme yang dikarenakan midlife crisis. Yakni suatu keadaan di mana pria merasa sudah mencapai usia pertengahan dan mulai mempertanyakan apa saja yang sudah diraih selama ini. Midlife crisis yang berkelanjutan dapat menyebabkan depresi, munculnya gejala insomnia, perubahan mood yang tiba-tiba serta gugup berlebihan. 

Pola tidur
Kebiasaan-kebiasaan di masa muda seperti pola tidur yang tidak teratur, sering bergadang, dan kurang isirahat ikut pula menjadi penyebabnya.

Faktor risiko lain yang juga dipercaya dapat meningkatkan kemungkinan pria mengalami menopause adalah kurang olahraga, kebiasaan merokok, sering minum alkohol, dan gangguan kecemasan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Ratusan siswa SMPN 1 Boyolali divaksin
Jumat, 23 Juli 2021 - 18:11 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mulai melakukan vaksinasi tahap satu jenis Sinovac d...
Studi: Jeda lebih panjang antardosis Pfizer tingkatkan antibodi
Jumat, 23 Juli 2021 - 12:37 WIB
Jeda yang lebih lama antardosis vaksin COVID-19 Pfizer mengarah pada kadar antibodi keseluruhan yang...
Deteksi sejak dini penyakit jantung bawaan penting
Jumat, 23 Juli 2021 - 10:23 WIB
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr. Rad...
IDI: telemedisin jadi solusi di hulu dan hilir penanganan COVID-19
Kamis, 22 Juli 2021 - 15:35 WIB
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih menilai kehadiran layanan telemedisin unt...
Ahli Gizi: Penderita autoimun harus makan teratur cegah peradangan
Rabu, 21 Juli 2021 - 17:55 WIB
Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan b...
Peneliti: Vaksin COVID-19 bermanfaat kurangi angka kesakitan
Selasa, 20 Juli 2021 - 21:24 WIB
Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Univer...
Guru Besar FKUI: Vaksinasi cegah infeksi yang belum ada obatnya
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:44 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MP...
Cara pintar isoman COVID-19 agar cepat pulih
Selasa, 20 Juli 2021 - 09:52 WIB
Umumnya seseorang akan cepat panik saat mendapati hasil tes usap baik antigen maupun PCR menunjukkan...
KlikDokter dan ATIC sediakan layanan isoman pasien COVID
Senin, 19 Juli 2021 - 11:47 WIB
Platform kesehatan digital KlikDokter bersama PT Anabatic Technologies (ATIC) Tbk meluncurkan layana...
Obat atau dokter dari luar negeri, mana yang dibutuhkan saat ini?
Senin, 19 Juli 2021 - 08:15 WIB
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Moh. Adib Khumaidi menilai Indon...
Live Streaming Radio Network