Sungkem Telompak dalam kesunyian di tengah pandemi Covid-19
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 21:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Sungkem Telompak dalam kesunyian di tengah pandemi Covid-19
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Di tengah pandemi Covid-19, warga Dusun Keditan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tetap melakukan ritual Sungkem Telompak. Tradisi yang digelar di hari kelima lebaran ini, Kamis (28/5) wajib dilaksanakan untuk menghormati para leluhur desa setempat.

Namun ritual kali ini digelar dengan suasana yang sunyi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu diwarnai dengan kemeriahan. "Kalau dulu seluruh warga dan pendatang yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ikut ritual ini, namun tahun ini hanya sekitar 25 orang saja," kata Riyadi, sesepuh desa setempat kepada Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Sungkem Telompak, menurutnya merupakan penghormatan kepada leluhur yang dulu kala telah melakukan upaya mengatasi "pagebluk". Dimana saat itu rakyat sangat sulit mendapatkan sandang dan pangan akibat keadaan alam yang tidak memungkinkan. Leluhur yang sampai saat ini masih sangat dihormati bernama Prabu Singo Barong.

Saat itu Singo Barong dinilai mampu mengatasi ketidakberdayaan warga menghadapi pagebluk. Singo Barong berhasil meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan lainnya.

Secara nyata, Sungkem Telompak adalah warga melakukan doa bersama di sumbermata air Telompak yang ada di desa itu. Ritual ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak tahun 1932 silam. Ritual ini dilakukan agar warga Keditan selalu mendapatkan kelimpahan rejeki, berupa sandang, pangan juga sanak atau silaturahmi. "Agar hasil tani di desa ini selalu berlimpah karena sebagian besar warga adalah petani," tutur Riyadi.

Sungkem Telompak ini juga untuk mengingatkan warga, bahwa dulu saat musim kemarau yang berkepanjangan, warga berikhtiar dengan berdoa di  mata air Telompak. Disinilah warga mendapat  petunjuk dari penunggu mata air yang dikenal sebagai Prabu Singobarong.

Khusus tahun ini, Sungkem Telompak selain untuk menghormati leluhur, juga untuk memanjatkan doa agar pandemi Covid-19 segera lenyap dari muka bumi. Warga kembali kepada kehidupan yang normal.

Meski dilaksanakan secara sederhana dan sangat singkat, namun tidak mengurangi kesakralan dari ritual ini.

Sebagai penutup, sejumlah penari kesenian “Campur Bawur” (sejenis kuda lumping,red) tetap melaksanakan pentas di dekat mata air tersebut dengan durasi sekitar dua menit. Mereka tetap melakukan ritual dengan protokol kesehatan yakni memakai masker.

Diadakan pula acara 'makani' atau memberi makan barongan di depan rumah juru kunci Telompak. Setelah itu, warga memohon pamit untuk pulang kembali ke Dusun Keditan.

Tak seperti tahun sebelumnya yang selalu dilanjutkan dengan hajatan pentas berbagai seni hingga sore hari. Kali ini warga langsung pulang ke rumah. Suasana kembali sunyi, karena warga lebih memilih berdiam diri di rumah untuk menghindari penyebaran Covid-19.

"Memang terasa ada yang kurang karena suasana kembali sunyi, namun gimana lagi, keadaan yang tidak memungkinkan karena Covid-19," kata Riyadi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masih pandemi, ini panduan Salat Idul Adha di lapangan, masjid, atau ruangan
Rabu, 01 Juli 2020 - 08:36 WIB
Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menyampaikan ada syarat yang harus dipenuhi umat muslim jika ing...
Menag: Salat Idul Adha dan kurban harus patuhi protokol kesehatan
Rabu, 01 Juli 2020 - 07:18 WIB
Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban...
Kemenag terbitkan panduan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban aman COVID-19
Rabu, 01 Juli 2020 - 06:50 WIB
Menyambut momen Idul Adha atau Idul Qurban, Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Sa...
Jokowi marah di hadapan para menteri, begini analisis gesturnya
Selasa, 30 Juni 2020 - 07:29 WIB
Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi, Monica Kumalasari menganalisis bahasa tubuh Presiden Joko Wido...
Gugus Tugas akui jaga jarak jadi poin sulit untuk dipatuhi
Senin, 29 Juni 2020 - 13:47 WIB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan salah satu poin protokol...
Kahitna, Nidji, Trentan Muslim dan Coki Pardede tampil di Live Stream Fest Vol. 4
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:09 WIB
Kahitna, Nidji, Trentan Muslim dan Coki Pardede gelar Live Stream Fest Vol.4
Pemerintah apresiasi putusan Arab Saudi kedepankan keselamatan jamaah haji
Selasa, 23 Juni 2020 - 10:10 WIB
Kerajaan Arab Saudi, pada Senin (22/6) memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441H/2020M hanya seca...
Peduli pada sesama, prajurit Kostrad ini rawat Mbah Ompong di Papua
Minggu, 21 Juni 2020 - 21:57 WIB
Pengabdian anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout Sota, sangat luar biasa.
`New Normal`, Wakapolda Jateng ingatkan protokol kesehatan yang utama
Jumat, 19 Juni 2020 - 12:46 WIB
Protokol kesehatan menjadi hal yang utama dan pertama yang harus dilakukan masyarakat menuju kehidup...
 278 jemaah ajukan pengembalian setoran pelunasan Bipih
Selasa, 16 Juni 2020 - 16:45 WIB
Bersamaan itu, Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV