`New Normal` di Kota Magelang masih dipertimbangkan 
Elshinta
Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:39 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
`New Normal` di Kota Magelang masih dipertimbangkan 
Foto: Kurniawati/Radio Elshinta

Elshinta.com - Indonesia bersiap menerapkan tata kehidupan baru atau `New Normal` di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Tidak terkecuali Pemerintah Kota Magelang yang juga sedang merumuskan konsep tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang Joko Soeparno memaparkan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum new normal diterapkan di Kota Magelang.

Berdasarkan hasil video conference dengan Mentri PPN/Bappenas, jelas Joko, angka reproduksi dasar (disimbolkan dengan R0 atau R-nought) yang merupakan perkiraan penularan penyakit di Kota Magelang masih diatas angka 1. 

"Artinya bahwa potensi penularan virus corona di Kota Magelang itu masih cukup tinggi," terang Joko, Jumat (28/5), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Dengan demikian, maka pengaturan protokol kesehatan harus betul-betul ketat, terutama di pusat-pusat keramaiaan dan obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.

"Jika sarana umum kita, katakanlah obyek wisata itu dibuka, saya yakin yang 'nggrudug' itu orang-orang luar daerah. Kalau kita akan menerapkan new normal, hal-hal di atas juga harus menjadi perhatian kita," ungkap Joko.

Belum lagi angka lansia di Kota Magelang saat ini mencapai lebih dari 11.000 orang. Lansia merupakan usia rentan tertular virus corona atau COVID-19.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menerangkan, untuk bidang kesehatan sendiri, Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan Keputusan Kementrian Kesehatan Nomer HK 01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

"Prinsip dari keputusan tersebut adalah bagaimana kita masih bisa bekerja, usaha masih tetap berjalan, namun di tengah pandemi COVID-19 dan protokol kesehatan masih tetap harus berjalan," jelas Majid.

Lebih lanjut, ada beberapa ketentuan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan kerja, perkantoran dan industri. Pertama, pihak manajemen harus punya tim atau satgas yang selalu mengupdate informasi terkait COVID-19 dari dan ke perusahaan.

Kedua, semua pekerja harus menggunakan masker, mulai dari berangkat kerja, selama di perjalanan, maupun saat di tempat kerja. Apabila memungkinkan, ditempat kerja tidak hanya memakai masker, namun juga tutup muka (face shield), terutama bagi yang berada di bidang pelayanan.

"Kemudian diberlakukan penerapan jaga jarak (physical distancing) dan menghindar dari kerumunan sosial (social distancing)," lanjutnya.

Khusus untuk yang memiliki pekerja yang jumlahnya ratusan, dianjurkan bisa diatur dengan penerapan sistem bergantian (shift). Selanjutnya membatasi penggunaan lift, atau penggunaan tangga. 

Disamping itu, juga harus dilakukan pengukuran suhu badan kepada pekerja pada awal masuk kerja. Pastikan pekerja yang masuk kerja dalam kondisi sehat.

"Apabila ada pekerja yang mempunyai gejala-gejala sakit, harus diberi kelonggaran untuk berobat, beristirahat dengan surat keterangan sakit. Apabila ada pekerja ditetapkan dengan status ODP, maka harus melakukan karantina dan hak-haknya sebagai pekerja tetap dipenuhi," papar Majid.

Kemudian harus menerapkan hygine dan sanitasi lingkungan kerja. Antara lain dengan penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, maupun hand sanitizer. 

Lift, tangga, pegangan pintu dan lainnya juga harus dibersihkan dan disemprot disinfektan secara berkala.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bupati Langkat terima audiensi pengurus DPC PDIP
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:22 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara Terbit Rencana PA menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Cabang PD...
Presiden ingatkan tahapan harus dilewati, `jangan ujug-ujug langsung masuk new normal`
Jumat, 10 Juli 2020 - 09:22 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan untuk tetap berhati-hati saat memasuki tatanan kenormalan baru, ha...
Korban `human trafficking` dapat perhatian Ibu Bupati
Jumat, 10 Juli 2020 - 08:59 WIB
Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Subang, Hj. Yoyoh Ruhimat bersama tim menyerahkan bantuan sembako dar...
Penambahan kasus positif pada Kamis capai 2.657, ini penjelasan jubir pemerintah
Jumat, 10 Juli 2020 - 08:46 WIB
Pada Kamis (9/7), Pemerintah Indonesia mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 seba...
Sisa bantuan COVID-19 disalurkan Tim Jabar Bergerak
Jumat, 10 Juli 2020 - 08:22 WIB
Tim Jabar Bergerak Kabupaten Subang yang di Ketuai oleh Hj. Yoyoh Ruhimat secara simbolis menyerahka...
KKP ajak petambak udang terapkan konsep tambak milenial
Jumat, 10 Juli 2020 - 08:10 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan mengajak kalangan petambak udang di berbagai daerah untuk menerap...
Mendagri: Pilkada sebagai agenda strategis nasional harus sukses
Jumat, 10 Juli 2020 - 07:58 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan pemilihan kepala daerah adalah agenda stra...
Kasus baru COVID-19 Kalsel capai 108 orang jadi 3.926 orang
Jumat, 10 Juli 2020 - 06:58 WIB
Kasus baru positif COVID-19 di Kalimantan Selatan mencapai 108 orang sehingga totalnya menjadi 3.926...
Presiden sebut penambahan kasus COVID-19 sudah `lampu merah`
Kamis, 09 Juli 2020 - 19:11 WIB
 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jumlah penambahan kasus positif COVID-19 pada Kamis (9/7...
KPK minta Pemerintah Sumsel dan Pertamina kelola aset untuk kesejahteraan masyarakat
Kamis, 09 Juli 2020 - 17:25 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI meminta pemerintah dapat memaksimalkan penggarapan aset daerah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV