MemoRI 18 Juni
Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 18 Juni 2018
Elshinta
Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 18 Juni 2018
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras. Sumber Foto: https://bit.ly/3cinFF8

Elshinta.com - Kapal Motor (KM) Sinar Bangun merupakan sebuah kapal feri berjenis ro-ro yang tenggelam di utara Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia, pada 18 Juni 2018. Kapal feri ini mengangkut penumpang dari Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Tigaras di Kabupaten Simalungun. Diperkirakan 164 penumpang hilang akibat tenggelamnya kapal ini, akan tetapi ketiadaan manifes mempersulit kepastian jumlah penumpang dan kendaraan yang terangkut saat pelayaran.

KM Sinar Bangun berlayar dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir, yang terletak di Pulau Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun. Laporan dari pihak terkait menunjukkan bahwa penumpang yang menaiki kapal ini adalah wisatawan yang mengunjungi kawasan Danau Toba pada masa libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Kapal tersebut diduga tenggelam sekitar pukul 17.00 dan 17.30 WIB. Laporan awal menunjukkan kapal tersebut memuat hingga 5 kali kapasitas maksimal penumpang dari 43 penumpang.

Saksi mata yang selamat dari musibah menuturkan bahwa kapal berlayar saat cuaca hujan berangin dan ombak tinggi. Saksi mata lain menuturkan bahwa kemudi kapal tersentak saat musibah. Kapal tersebut terombang-ambing setidaknya tiga kali sebelum terbalik ke arah kanan dari berlayarnya kapal. Kapal tersebut tenggelam 22 menit setelah bertolak dari Pelabuhan Simanindo. Korban selamat menuturkan bahwa para penumpang berteriak dan berjuang untuk keluar dari kapal secepat mungkin. Beberapa orang hancur atau terinjak-injak saat menyelamatkan diri. Seorang wanita korban selamat menuturkan bahwa dia telah mencoba menyelamatkan anak-anaknya tetapi tidak mampu karena mereka diinjak-injak oleh penumpang lain.

Sebuah video amatir menunjukkan usaha penumpang untuk menyelamatkan diri dari kapal yang terbalik. Sekitar 50–60 orang mencoba memanjat lambung kapal untuk menyelamatkan diri saat kapal terus tenggelam. Suara teriakan dan tangisan dapat terdengar dari video tersebut. Video tersebut juga menunjukkan bahwa para penumpang tidak menggunakan pelampung atau perangkat penyelamat lain saat kapal tenggelam.

Ketiadaan manifes menyebabkan jumlah penumpang dan kendaraan saat pelayaran sulit diketahui. Laporan awal menunjukkan ada sekitar 80 hingga 100 penumpang yang menaiki kapal. Jumlah penumpang tersebut berubah menjadi 70. Akan tetapi, sejak pihak terkait terus menerima laporan-laporan dari pihak keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarga yang menaiki kapal tersebut, angka tersebut meningkat menjadi 94. Pada 19 Juni 2018, meningkatnya laporan kehilangan menyebabkan jumlah korban yang dilaporkan hilang bertambah menjadi 145 orang. 45 orang yang dilaporkan hilang diumumkan di posko Pelabuhan Simanindo, sementara 104 orang lainnya diumumkan di Pelabuhan Tigaras. Menurut laporan petugas terkait, ada sekitar 128 penumpang dan 50 kendaraan yang menaiki kapal tersebut, dan data ini bisa bertambah sesuai laporan terbaru. Sementara itu, beberapa saksi mata mengakui sekitar 200 orang dan 100 sepeda motor yang terangkut pada kapal ini.

Pada 20 Juni 2018, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengonfirmasi bahwa ada 166 orang dilaporkan hilang. Pada siang hari pada hari yang sama, angka tersebut bertambah menjadi 192 orang. Namun demikian, beberapa nama yang dilaporkan hilang dihapus dari daftar karena penumpang tersebut dilaporkan tidak menaiki kapal tersebut.

Pada 26 Juni 2018, pihak terkait mengumumkan bahwa ada 188 penumpang yang berada dalam kapal ini. 164 orang di antaranya hilang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gara-gara ban lepas, truk pengangkut buah terbalik di Tol Cipularang
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:30 WIB
Gara-gara roda belakang terlepas saat berkecepatan tinggi, sebuah truk pengangkut buah terbalik di r...
Sopir tak dapat kendalikan kemudi, truk seruduk rumah warga di Kiarapedes
Selasa, 07 Juli 2020 - 15:15 WIB
Sebuah truk boks B 9970 TSR menyeruduk satu rumah dan ruko di Jalan Raya Wanayasa-Sagalaherang, Kamp...
Dishub NTT bersama KSOP investigasi kapal tenggelam
Senin, 06 Juli 2020 - 13:36 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka, mengatakan pihaknya seme...
Kapal tenggelam di Kupang, belasan orang berhasil selamat
Senin, 06 Juli 2020 - 08:19 WIB
Kantor pencarian dan pertolongan Kupang (SAR) melaporkan 19 orang ditemukan selamat dari peristiwa t...
Pesawat Garuda terperosok di Bandara Sultan Hasanuddin
Kamis, 02 Juli 2020 - 06:15 WIB
Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 613 tergelincir di Bandara Internasional Sultan Hasanud...
Ngeri, seorang pengendara motor tewas gara-gara tersangkut benang layangan
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:15 WIB
Seorang pengendara sepeda motor bernama I Wayan Losmen (61), meninggal dunia di lokasi kejadian Jala...
Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 18 Juni 2018
Kamis, 18 Juni 2020 - 06:17 WIB
Kapal Motor (KM) Sinar Bangun merupakan sebuah kapal feri berjenis ro-ro yang tenggelam di utara Dan...
Truk galon air minum kecelakaan bikin macet tiga km di Bandung
Rabu, 17 Juni 2020 - 12:24 WIB
Satu truk bermuatan ratusan galon air minum mengalami kecelakaan lalu-lintas di Jalan Soekarno-Hatta...
TNI AU ganti rugi rumah warga rusak tertimpa pesawat jatuh
Senin, 15 Juni 2020 - 18:12 WIB
TNI Angkatan Udara meminta maaf kepada warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa jet tempur Hawk Sku...
DPR desak Kemhan audit alutsista TNI terkait jatuhnya pesawat
Senin, 15 Juni 2020 - 15:10 WIB
Komisi I DPR RI mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melakukan audit alat utama sistem sen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV