Terbukti lakukan penipuan Rp4,5 milliar, Bos Hotel LJ dihukum 2 tahun penjara
Elshinta
Rabu, 03 Juni 2020 - 21:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Terbukti lakukan penipuan Rp4,5 milliar, Bos Hotel LJ dihukum 2 tahun penjara
Sumber foto: Amsal/elshinta.com.

Elshinta.com - Terbukti melakukan penipuan dan penggelapan terhadap rekan bisnisnya, Bos Hotel LJ, Abdul Latif dihukum selama dua tahun penjara dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/6).

Putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik menyatakan sependapat dengan dakwaan JPU dari Kejari Medan Febrina Sebayang, bahwa dari persidangan selama ini fakta-fakta unsur tindak pidana Pasal 378 KUHPidana, perbuatan Abdul Latif telah terbukti.

Yakni unsur dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, diyakini telah terbukti. 

Di bagian lain seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal, majelis hakim berpendapat menolak nota pembelaan penasihat hukum (PH) terdakwa yang menyatakan perkara tersebut ranah perdata. Majelis hakim juga memerintahkan JPU agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Fakta terungkap di persidangan selama ini, terdakwa memang ada membayar sewa lahan saksi korban selama 6 bulan (Juli hingga Desember 2017).

Terdakwa melalui anaknya Ardhi Abdillah kemudian menerbitkan 2 bilyet giro Bank Danamon untuk membayar sewa lahan. Namun salah satu di antaranya tidak bisa dicairkan. Menurut salah seorang staf saksi korban, tidak bisa dicairkan karena tidak cukup saldo.

Dari salah satu putusan yurisprudensi Mahkamah Agung (MA RI), pembayaran kewajiban terdakwa menggunakan cek giro kosong dikategorikan tindak pidana penipuan. 

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan saksi korban dan meresahkan masyarakat. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan tidak pernah dihukum sebelumnya.

Vonis majelis hakim lebih ringan 1 tahun 6 bulan dari tuntutan JPU. Sebab pada persidangan sebelumnya Febrina Sebayang menuntut terdakwa agar dipidana 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Menjawab pertanyaan hakim ketua, baik JPU maupun tim PH terdakwa menyatakan pikir-pikir, apakah menerima putusan yang baru dibacakan atau melakukan upaya hukum banding.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta jalani penilaian akhir zona integritas Wilayah Bebas Korupsi
Jumat, 27 November 2020 - 09:36 WIB
Penilaian terakhir pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dilakukan Ke...
Bawaslu Demak temukan dugaan pelanggaran pilkada yang melibatkan kades
Kamis, 26 November 2020 - 19:35 WIB
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menemukan adanya dugaan pelanggaran Pe...
Polres Malang tangkap pelaku gelapkan uang nasabah
Kamis, 26 November 2020 - 19:20 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Malang menangkap seorang perempuan pelaku penipuan dan penggelapan uang na...
Nama Wakil Gubernur Jateng kembali dicatut untuk menipu
Kamis, 26 November 2020 - 18:05 WIB
Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin kembali dicatut o...
Dua tersangka dalam kasus Edhy Prabowo serahkan diri ke KPK
Kamis, 26 November 2020 - 16:10 WIB
Dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pegelolaan perikanan atau k...
Polisi tangkap pecandu sabu curi kotak amal di delapan masjid
Kamis, 26 November 2020 - 13:45 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap pecandu sabu-sabu yang diduga t...
Polisi ringkus dua pelaku penipuan mengaku tim Satgas COVID-19
Kamis, 26 November 2020 - 13:15 WIB
Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akhirnya meringkus dua pelaku penipuan yang b...
Polisi naikkan kasus kerumunan Rizieq Shihab di Bogor ke penyidikan
Kamis, 26 November 2020 - 12:15 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menaikkan status perkara dugaan pel...
KPK ingatkan pejabat tidak manfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi
Kamis, 26 November 2020 - 11:05 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan kepada pejabat publik agar tidak memanfaatka...
KPK imbau dua tersangka dalam kasus Edhy Prabowo serahkan diri
Kamis, 26 November 2020 - 08:35 WIB
KPK mengimbau dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV