Turunkan emisi gas rumah kaca, perilaku saat pandemi harus dipertahankan
Elshinta
Minggu, 07 Juni 2020 - 07:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Turunkan emisi gas rumah kaca, perilaku saat pandemi harus dipertahankan
Sumber foto: istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Pandemi COVID-19, ternyata memberi dampak terhadap lingkungan, termasuk kualitas udara. Antara lain, penurunan emisi gas rumah kaca. Tetapi, perbaikan lingkungan tersebut bersifat sementara dan ada kemungkinan terjadi rebound, sehingga semua elemen harus mempertahankan berbagai perilaku bagus yang dilakukan saat pandemi. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) MR Karliansyah. 

“Pertanyaannya, bagaimana setelah COVID-19? Kita berharap model perilaku yang sudah berubah, sudah bagus, tetap dipertahankan. Tetapi, tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana sanitasi cuci tangan. Harus lebih jauh dan lebih besar lagi,” kata Karliansyah dalam seminar virtual di Jakarta.
 
Di antara kebiasaan yang harus dipertahankan tersebut, lanjut Karliansyah, adalah dengan menjaga bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, juga dengan memperbaiki manajemen lalu lintas, pengembangan sistem transportasi massal dan pengembangan hutan kota.  
 
“Jadi tidak hanya dengan memakai masker dan menjaga jarak. Pola tersebut tetap kita lakukan, tetapi kita juga melihat dari aspek yang lebih luas. WFH ini perlu diadopsi, gaya hidup bersih, tenggang rasa perlu kita lanjutkan,” lanjut Karliansyah, Minggu (7/6). 
 
Perbaikan kualitas udara tersebut, imbuhnya, bisa dilihat pada pada Stasiun Pemantauan Udara KLHK. Tercatat bahwa terjadi penurunan konsentrasi partikulat ukuran 2,5 mikron (PM 2,5) sebesar 45 % di Gelora Bung Karno. Hal yang sama juga terjadi di Pekanbaru. “Di Jakarta langit terlihat biru,” kata dia. 
 
Kondisi demikian juga terjadi di luar negeri. Citra satelit di Cina, misalnya, menunjukkan penurunan konsentrasi gas Nitrogen  Dioksida  (NO2) yang signifikan seminggu setelah pemberlakuan lockdown. Dua minggu setelah lockdown, lanjut dia, konsentrasi NO2  rendah. Namun dampak ini bersifat sementera karena pada pertengahan Maret konsentrasinya meningkat kembali, meski masih di bawah konsentrasi sebelum lockdown. 
 
“Kondisi serupa juga terjadi di Eropa, dimana konsentrasi  NO2  menurun sangat drastis, terutama di Jerman, Perancis, Spanyol, dan Italia,” paparnya. 
 
Tidak hanya udara. Pandemi COVID-19 juga meningkatkan kualitas air sungai. Pemantauan kualitas air sungai pada Stasiun Monitoring KLHK, ujar Karliansyah, menunjukkan Konsentrasi Zat Pencemar Organik (BOD dan COD) mengalami penurunan di Sungai Brantas dan Konsentrasi Amoniak di Sungai Ciliwung. “Sungai-sungai di Indonesia cenderung mengalami perbaikan kualitas air, sebagaimana juga terjadi di beberapa sungai lainnya di dunia seperti Sungai di Wuhan dan Venesia,” pungkasnya. 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gorontalo usulkan sejumlah kawasan menjadi geopark nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:48 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan pihaknya akan mengusulkan sejumlah kawasan di daerah ter...
Kemen LHK nyatakan 19 persen hutan mangrove kritis
Senin, 03 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat saat ini tiga juta hektare kawasan hutan mangrov...
Menteri Edhy: Pelestarian karang selaras pertumbuhan ekonomi pesisir
Jumat, 31 Juli 2020 - 13:39 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan program pelestarian dan pengelolaan terumbu k...
Kunjungi Langkat, Komisi D DPRD Sumut bahas pengelolaan limbah 
Rabu, 29 Juli 2020 - 22:11 WIB
Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Langkat. Ke...
Antisipasi kebakaran hutan, Wamen LHK kunjungi TNGL
Jumat, 24 Juli 2020 - 20:56 WIB
Antisipasi kebakaran hutan pada musim kemarau di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), wakil Menteri ...
Cegah karhutla, Kapolda Kalsel wajibkan personel gunakan aplikasi Bekantan dan Lancang Kuning 
Senin, 20 Juli 2020 - 19:27 WIB
Di kesempatan ini, Kapolda Kalsel menginstruksikan para personilnya untuk wajib mendownload Aplikasi...
Batan perketat pengelolaan limbah nuklir
Senin, 13 Juli 2020 - 16:47 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperketat pengelolaan limbah nuklir agar limbah tidak menyeba...
Pasca banjir, Polres Tanah Laut lakukan bakti sosial bersihkan tempat ibadah
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:39 WIB
Puluhan personil Polri Polres Tanah Laut Polda Kalsel melaksanakan bakti sosial membersihkantempatib...
RW 16 Kelurahan Mekarjaya Depok bangun KRPL
Minggu, 12 Juli 2020 - 10:13 WIB
Inovasi warga di massa COVID-19 dari Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kementerian Pertani...
Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:38 WIB
Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat micropla...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV