Mengapa Miss V bisa basah? Apa penyebabnya?
Elshinta
Rabu, 10 Juni 2020 - 10:57 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Mengapa Miss V bisa basah? Apa penyebabnya?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/37i17n9

Elshinta.com - Kendati dialami oleh setiap wanita, kondisi Miss V yang basah tentu membuat tidak nyaman. Sistem reproduksi wanita sebenarnya memiliki mekanismenya sendiri untuk dan menjaga kelembapan Miss V. Caranya dengan mengeluarkan cairan dari kelenjar yang ada di dalam vagina dan di leher rahim.

Selain melembapkan, cairan tersebut akan membantu membersihkan Miss V dari bakteri serta sel kulit mati. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini beberapa faktor yang membuat Miss V menjadi basah:

Masa subur
Ketika memasuki masa ovulasi atau masa subur, Miss V mengeluarkan cairan lebih banyak dengan tekstur lebih tebal dan memiliki warna yang agak gelap.

Keadaan ini terjadi karena perubahan hormonal pada masa subur akan memicu  peningkatan produksi cairan dan lendir yang membasahi vagina. Jika sedang merencanakan kehamilan, masa subur atau ovulasi ini adalah waktu yang tepat untuk berhubungan seksual.

Terangsang
Saat wanita sedang terangsang secara seksual, Miss V umumnya akan menjadi basah karena keluarnya cairan yang lebih banyak dari biasanya. Cairan ini bermanfaat untuk memudahkan proses saat akan berhubungan seksual.

Keputihan
Miss V basah juga bisa disebabkan oleh keputihan. Hal ini umum terjadi sebagai mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan melindungi Miss V dari infeksi dan iritasi.

Selama keputihan yang terjadi tidak berbau, berwarna bening, jumlahnya tidak berlebihan, dan tidak menimbulkan keluhan apapun, wanita tidak perlu khawatir.

Alergi
Miss V adalah bagian tubuh yang rawan terhadap alergi. Alergi bisa disebabkan akibat penggunaan sabun yang memiliki kandungan zat kimia, douching, atau menggunakan alat bantu seks yang terbuat dari bahan berbahaya.

Selain mengeluarkan cairan yang lebih banyak, perempuan yang alergi pada bagian vagina juga akan mengalami rasa sakit saat buang air kecil dan juga muncul bercak merah pada bagian yang terasa sakit.

PCOS
Atau Polycystic Ovary Syndrome merupakan kondisi gangguan hormon yang menyebabkan ovarium membesar dengan kista kecil di tepi luar. Kondisi PCOS dapat muncul karena testoteron di dalam tubuh mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga menyebabkan cairan Miss V berlebih.

Gejala penyakit menular seksual
Beberapa penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia dapat menyebabkan munculnya cairan vagina dengan jumlah yang banyak. Cairan tersebut juga disertai dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah.

Infeksi jamur
Infeksi jamur dapat menyebabkan kelenjar di dalam Miss V memproduksi cairan berlebih dengan warna yang tidak bening saja, namun agak kekuningan dan kehijauan. Gejala infeksi jamur diikut dengan timbul perasaan panas serta rasa sakit pada saat berhubungan seks dan saat buang air kecil. 

Trikomoniasis
Trikomoniasis dapat menghasilkan cairan Miss V yang berwarna kuning atau hijau yang disertai dengan bau busuk. Trikomoniasis merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa atau organisme sel tunggal. Infeksi ini dapat menyebar melalui kontak seksual, namun juga dapat menyebar melalui handuk atau pakaian renang.

Penyakit radang panggul
Penyakit radang panggul (PID) merupakan infeksi yang seringkali menyebar melalui kontak seksual. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Penyakit radang panggul dapat menghasilkan cairan Miss V yang berbau tak sedap hingga busuk.

 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3hd2M1F

Infeksi bakteri vaginosis
Bakteri vaginosis menyebabkan peningkatan cairan Miss V namun memiliki bau yang kuat dan busuk, namun infeksi bakteri ini cukup umum. 

Alat kontrasepsi IUD
Pada kondisi tertentu, IUD dapat memicu munculnya cairan berlebih dengan warna agak kecokelatan dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Kondisi ini cukup normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila cairan yang keluar warnanya kehijauan dan mengeluarkan arona yang lebih pekat, secepatnya periksakan kondisi pada dokter.

Human Papillomavirus (HPV) atau kanker serviks
Human Papillomavirus (HPV) dapat menular melalui kontak seksual, virus HPV ini dapat menyebabkan kanker serviks. Walaupun tidak ada gejalanya, kanker serviks dapat menghasilkan cairan Miss V yang juga disertai oleh keluarnya darah berwarna cokelat atau berair dengan bau yang tidak sedap.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV