Pertamina dinilai berhasil hadapi tekanan hebat pandemi COVID-19
Elshinta
Rabu, 10 Juni 2020 - 12:38 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pertamina dinilai berhasil hadapi tekanan hebat pandemi COVID-19
Sumber foto: Redaksi/elshinta.com.

Elshinta.com - Di bawah komando Nicke Widyawati, Pertamina dinilai sukses menghadapi pandemi COVID-19. Padahal, seperti halnya perusahaan-perusahaan bidang energi, Pertamina juga menghadapi berbagai tekanan hebat. Demikian disampaikan anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron. “Bertahan dalam situasi seperti ini, perlu kita beri apresiasi,” kata Herman di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut Herman, kinerja Pertamina di bawah kepemimpinan Nicke memang sudah baik. Antara lain ditunjukkan, ketika BUMN tersebut keluar dari tekanan pandemi COVID-19. 
 
“Ada tiga shock yang dihadapi. Pertama, demand menurun. Artinya permintaan terhadap BBM dan gas turun, sehingga penerimaan juga menurun. Kedua, terjadi depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS. Antara lain membeli crude oil  dari luar negeri dalam Dolar AS dan menjual dalam bentuk Rupiah. Sehingga depresiasi Rupiah membuat shock korporasi. Dan ketiga, jatuhnya harga minyak mentah mengurangi kemampuan Pertamina untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumur-sumur migas baru,” urai Herman. 

Secara keseluruhan, Herman juga menilai positif kinerja Pertamina. Apalagi di tengah pandemi, BUMN energi tidak hanya bertahan, tetapi masih masih bisa menghasilkan laba. “Itu artinya, Bu Nicke dan kawan-kawan, menurut saya masih on the track. Sudah oke,” kata dia.  

“Tinggal catatan saya, agar dalam memberi penugasan kepada Pertamina, Pemerintah jangan membebani kemampuan korporasi. Dengan begitu, akan terjadi percepetan akselerasi di dalam melakukan pengembangan,” lanjutnya. 

Di sisi lain Herman berharap, Pertamina lebih ekspansif. Dengan demikian, tidak mengandalkan impor migas, sehingga kemampuan BBM lebih luas dan lebih panjang durasinya, sehingga ketahanan energi juga lebih panjang. Menurut Herman, Pertamina sebenarnya sudah melakukan berbagai ekspansi, antara lain petrochemical dan penugasan B-30. Dan saat ini, ekspansi tersebut dilakukan sejalan dengan pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan dan Balongan. Hanya saja, memang butuh percepatan dan untuk itu juga diperlukan stimulus Pemerintah. 

Di antara berbagai capaian, salah satu yang juga dinilai positif adalah posisi Pertamina pada Top 500 Fortune Global 2019. Di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina berhasil naik 78 peringkat dari tahun sebelumnya, menjadi posisi 175. Pertamina bahkan mengalahkan perusahaan top dunia, seperti Alibaba Group dan Facebook. “Peringkat itu, yang penting ada kemajuan,” jelas Herman. 

Sebagai orang nomor satu di Pertamina, Nicke memang sangat berpengalaman di bidang energi. Sebelum bergabung dengan Pertamina, Nicke juga pernah menjabat Direktur Pengadaan Strategis I PLN pada 2014. Sedangkan di Pertamina, sebelum menjadi Direktur Utama, Nicke pernah menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Demi tarik investor, pemerintah bakal gratiskan sewa lahan KIT Batang
Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:55 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bisa menggrati...
Kata Menperin soal kemungkinan PMI Manufaktur RI kembali ke angka 51,9
Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:13 WIB
Purchasing Manager`s Index (PMI) Manufaktur Indonesia Juli 2020 berada pada angka 46,9 atau naik dib...
IHSG menguat, pasar tunggu data pertumbuhan ekonomi kuartal II
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:04 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/8) pagi menguat jelang ...
Rupiah menguat dipicu perbaikan data ekonomi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 10:40 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/8) pagi menguat di...
 Datangi Rizal Ramli, Satgasnas Cakra Buana PDI-P minta nasihat penyelesaian masalah ekonomi
Senin, 03 Agustus 2020 - 19:35 WIB
Anggota Satgas Nasional Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan beberapa pengu...
Rupiah hari ini ditutup melemah 0,21% ke Rp14.630 per dolar AS
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:11 WIB
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg pada Senin (3/8), rupiah ...
Akhir perdagangan Senin sore, IHSG merosot 2,78% ke 5.006
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun pada awal pekan. Senin (3/8), IHSG merosot 143,40 p...
Dirut BTN: KPR subsidi sumbang pertumbuhan kredit terbesar
Senin, 03 Agustus 2020 - 15:25 WIB
PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Rp113,61 tr...
Bamsoet dorong pelaku usaha di Bali segera digitalisasi produk dagangan
Senin, 03 Agustus 2020 - 10:29 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi kepada para pemilik cafe, restoran, dan berbagai ...
IHSG melemah jelang rilis data inflasi Agustus
Senin, 03 Agustus 2020 - 10:16 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8) pagi, melemah jelang ril...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV