Wapres: Tak semua pesantren bisa dapat anggaran normal baru
Elshinta
Kamis, 11 Juni 2020 - 06:14 WIB |
Wapres: Tak semua pesantren bisa dapat anggaran normal baru
Tangkapan layar pada video pengantar rapat terbatas yang dipimpin Wakil Presiden Ma`ruf Amin dari kediaman dinas wapres di Jakarta, Rabu (10/6/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan tidak semua pondok pesantren nantinya bisa mendapatkan anggaran untuk persiapan penerapan tatanan normal baru ketika kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka kembali diberlakukan.

Menurut Ma'ruf, ada pondok pesantren yang sudah memiliki cukup dana untuk mempersiapkan pembukaan sekolahnya, sehingga tidak memerlukan dukungan anggaran dari Pemerintah.

"Tentu lembaga (pesantren, red.) yang membutuhkan. Sebab bisa saja sebenarnya dia berasrama, tetapi tidak membutuhkan; artinya sudah cukup mereka, tidak lagi memerlukan dukungan Pemerintah," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya pada rapat terbatas secara virtual dari kediaman wapres di Jakarta, Rabu (10/6).

Untuk mendapatkan perencanaan tepat, dalam rangka penyiapan anggarannya, Wapres meminta menteri terkait untuk menghitung jumlah pondok pesantren yang memerlukan dana dari Pemerintah.

"Memang kita harus bisa juga memetakan jumlahnya berapa, keperluannya berapa, anggarannya berapa, dan nanti bagaimana pembebanannya itu; sehingga nanti kita sudah bisa susun," ujarnya.

Ma'ruf menambahkan, penganggaran untuk pesantren dalam menghadapi normal baru itu juga harus disesuaikan dengan kemampuan kas negara. Sehingga dia berharap pondok pesantren dapat beroperasional selama di tengah pandemi COVID-19.

"Ya tentu harus juga sesuai dengan kemampuan dana kita, tapi juga bagaimana bisa mendukung pelaksanaan pendidikan di pesantren di masa pandemi ini. Itu supaya pesantren bisa berjalan, supaya memperoleh perhatian yang cukup dari Pemerintah," katanya, dikutip Antara.

Pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka di tengah pandemik COVID-19, menurut Ma'ruf, lebih aman diterapkan di pondok pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) lain.

Dengan sistem sekolah mondok, pergerakan siswa dan tenaga pengajar di dalam asrama dapat diawasi dan dikarantina dengan tidak membiarkan para siswa keluar dan tidak mengizinkan orang luar untuk masuk atau menjenguk.

"Kalau yang di asrama itu kan berarti dia dikarantina, lebih aman. Sepanjang kita bisa menyiapkan pencegahan-pencegahannya sejak awal, (seperti) tempatnya sudah steril, mereka dikarantina di dalam dan juga yang dari luar tidak masuk; sebenarnya kalau itu praktis lebih aman," tuturnya. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Jumat, 25 September 2020 - 20:37 WIB
Penyederhanaan Kurikulum dinilai sebagai hal yang tergesa-gesa dan tidak urgen sama sekali, seharusn...
Nadiem sederhanakan persyaratan bantuan kuota internet
Jumat, 25 September 2020 - 14:44 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya menyederhanak...
Bantuan kuota internet tahap satu Kemendikbud disalurkan
Kamis, 24 September 2020 - 21:38 WIB
Bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu pembelajar...
Perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa sambangi Kampung Sota 2
Rabu, 23 September 2020 - 15:47 WIB
Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan kelili...
Cek informasi bantuan kuota data internet disini
Rabu, 23 September 2020 - 15:06 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembe...
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP S...
Mendikbud: Paud kunci pembangunan SDM sepanjang hayat
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usi...
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa turut membantu mengajar anak sekolah di gereja
Senin, 21 September 2020 - 16:35 WIB
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, bahwa dalam ke...
Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022
Minggu, 20 September 2020 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikul...
Universitas Ma Chung lakukan wisuda online di masa pandemi COVID-19
Minggu, 20 September 2020 - 18:39 WIB
Sekitar 208 orang mahasiswa Universitas Ma Chung ikuti wisuda secara daring, Minggu (20/9).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV