Dokter Reisa tegaskan, `Gerakan cuci tangan yang masif dan massal putuskan penularan COVID-19`
Elshinta
Jumat, 12 Juni 2020 - 07:10 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Dokter Reisa tegaskan, `Gerakan cuci tangan yang masif dan massal putuskan penularan COVID-19`
Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro. Foto: Humas BNPB

Elshinta.com - Menjalankan adaptasi kebiasaan baru secara disiplin di tengah pandemi COVID-19 mungkin tidak semudah mengucapkannya. Ini ditandai masih adanya penularan COVID-19 di masyarakat hingga saat ini.

Perubahan perilaku untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru masih menjadi tantangan. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Dokter Reisa Broto Asmoro menyampaikan, masih ada yang belum disiplin menerapkan hal ini. Karenanya ia mengajak semua pihak untuk melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan disiplin sebagai adaptasi kebiasaan baru.

Hal tersebut beralasan mengingat antivirus atau vaksin COVID-19 belum ditemukan sampai sekarang. Berbagai uji coba masih dilakukan dengan teliti, namun belum dapat dipastikan waktu vaksin yang efektif dapat melindungi manusia dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini.

"Menurut pakar kesehatan masyarakat, perlindungan yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," tandas dr. Reisa saat konferensi pers di Gugus Tugas Nasional, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (11/6), seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB.

Dokter Reisa mengajak semua pihak untuk melakukan bersama-sama gerakan untuk mencuci tangan secara massif dan massal. Ia menegaskan, "Ini bukan hanya dapat memutus penularan COVID-19 tetapi dapat meningkatkan infrastruktur perilaku hidup bersih sehat".

Data survei BPS 2019 mencatat proporsi populasi perkotaan yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun mengalir di Indonesia masih di bawah 80 persen.

"Angka lebih rendah lagi di populasi pedesaan. Maka mari jadikan gerakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir gerakan melawan COVID-19, sekaligus membangun sarana kesehatan untuk kepentingan semua orang," ucapnya.

Dokter Reisa mengutip pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Masyarakat dapat mengatasi pandemi ini secara bergotong royong. "Bersatu bekerja sama melawan COVID-19. Di saat seperti ini, kebersamaan kita diuji, kebersamaan dan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin yang ketat," tambahnya.

"Menurut Presiden Joko Widodo melakukannya dengan rajin dan bersama-sama membuat kita aman dari COVID-19 dan produktif. Masyarakat tetap sehat negara tetap kuat," kata Dokter Reisa.

Sementara itu, ia kembali mengingatkan bahwa perilaku yang mengurangi risiko penularan merupakan tameng. Tak hanya cuci tangan, tetapi juga melakukan protokol kesehatan lainnya dan mengkonsumsi nutrisi dan perilaku hidup sehat akan membuat kita tetap kuat untuk melawan COVID-19. Demikian ucapnya, mengutip pesan Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo.


Pentingnya Cuci Tangan

Mencuci tangan sangat penting mengingat bagian tubuh kita itu sebagai media pembawa kuman. Dokter Reisa mengingatkan bahwa mencuci tangan, sebagai salah satu protokol kesehatan, harus sering dilakukan dengan baik dan benar.

"Lebih dari 1000 jenis kuman, baik itu bakteri, virus dan jamur dapat terbawa ke tangan kita," ujarnya.

Bahkan dokter dan tenaga kesehatan lain yang bekerja di rumah sakit memiliki risiko lebih besar.

Lebih lanjut, Dokter Reisa menjelaskan bahwa tangan yang sering menyentuh dan memegang benda bisa saja menularkan. 
"Apabila tangan kita sudah terpapar dan tangan kita memegang mata, hidung dan mulut, dipastikan virus akan masuk ke tubuh kita," katanya.

Ia mengatakan bahwa sejumlah studi menyebutkan bahwa virus dapat bertahan sampai dengan 72 jam di atas permukaan plastik dan steinless steel atau besi tahan karat. Sedangkan pada permukaan tembaga, virus dapat bertahan 4 jam, dan kurang dari 24 jam pada kertas karton.

"Jadi selalu ingat sering-sering untuk mencuci tangan. WHO menyarankan tujuh langkah cuci tangan yang benar, yaitu selama 20 detik," ujar Reisa.

Ia menambahkan bahwa apabila tidak dapat segera mencuci tangan, kita dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol.

"Jadi kemanapun kita pergi selalu membawa hand sanitizer," pungkasnya. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BNPB minta kepala daerah tingkatkan disiplin protokol kesehatan 
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta kepada gubernur serta bupat...
BNPB minta kepala daerah tingkatkan disiplin protokol kesehatan 
Senin, 10 Agustus 2020 - 16:25 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta kepada gubernur serta bupat...
Teliti Covid-19, RSPAD dapat Rekor Muri 
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:35 WIB
Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto yang berusia 70 tahun diganjar dua pengharga...
Bagaimana mengenali tanda saat pria sedang cemburu?
Jumat, 07 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Berbeda dengan wanita yang sering secara gamblang menunjukkan perasaannya, pria justru jarang menunj...
Jelang H-4, jumlah relawan vaksin Covid-19 masih kurang
Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:36 WIB
Jelang empat hari pengujian vaksin virus corona, angka jumlah relawan baru mencapai 800 orang lebih.
Dokter tegaskan jaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, ini penjelasannya
Jumat, 07 Agustus 2020 - 12:48 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Purwokerto, d...
Pengaruh usia pada kesuburan pria dan dampaknya
Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Bagi perempuan, usia memang sangat memengaruhi kesuburan. Ternyata, hal ini tidak dialami perempuan ...
Angka kematian pasien Covid-19 Kota Malang lebih tinggi dari Nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:58 WIB
Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang lebih tinggi dari angka kematian nasional.
Dua karyawan positif Covid-19, AEON Mall Tangerang tutup sementara
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:25 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten menutup operasional sementara AEON Mall, Pagedangan, Tangeran...
Miliki alat PCR, RS Bhayangkara TK.III Banjarmasin siap tangani Covid-19 di Kalsel
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:11 WIB
Agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Mohamad Agung Budijo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV