Kasus COVID-19 di AS capai 2 juta, Biden kecam Trump
Elshinta
Jumat, 12 Juni 2020 - 11:51 WIB |
Kasus COVID-19 di AS capai 2 juta, Biden kecam Trump
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengecam penanganan pandemi COVID-19 oleh Presiden Donald Trump mengingat jumlah kasus virus corona saat ini mencapai 2 juta.

Biden mengatakan Trump tidak serius dalam menangani pandemi COVID-19.

"Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat di lebih dari 20 negara bagian," ujar Biden.

Namun, ia menuduh Trump "berusaha mengabaikan kenyataan yang terjadi saat ini di Amerika Serikat"

"Setelah banyaknya korban jatuh akibat COVID-19, Presiden Trump masih menolak untuk menganggap serius virus itu," ujar Biden.

Sementara itu, juru bicara kampanye Trump, Tim Murtaugh mengatakan pembatasan penerbangan dari Tiongkok telah menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya.

"Di bawah kepemimpinan presiden Trump, Amerika Serikat telah melakukan lebih banyak tes virus dibandingkan negara lain," ujar Tim Murtaugh.

Lebih dari 116.000 orang di Amerika Serikat telah meninggal selama wabah virus corona, terbanyak dibandingkan negara mana pun.

Sekitar setengah lusin negara bagian termasuk Texas dan Arizona sedang bergulat dengan meningkatnya jumlah pasien virus corona yang memenuhi tempat tidur rumah sakit.

Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pembukaan kembali ekonomi AS dapat memicu gelombang kedua COVID-19.

Pasar saham AS turun lebih dari 1.800 poin pada hari Kamis karena kekhawatiran kebangkitan pandemi, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump tolak format virtual, debat presiden AS sesi dua dibatalkan
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Debat kandidat presiden Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada 15 Oktober, antara petahana Presi...
Trump: Saya berhenti minum obat sejak 8 jam lalu
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News Jumat malam mengaku bahwa diri...
Dr. Fauci: Obat antibodi Regeneron bantu kesehatan Trump
Jumat, 09 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Pakar penyakit menular Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa kesehatan Presiden Donald ...
Dolar relatif stabil ketika pasar menunggu berita stimulus AS
Jumat, 09 Oktober 2020 - 08:58 WIB
Dolar AS sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (...
Masih dirawat akibat COVID-19, Trump ingin tetap berkampanye
Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:47 WIB
Presiden Donald Trump, yang masih dirawat di Gedung Putih karena infeksi COVID-19, merencanakan lebi...
Tekan risiko COVID-19, debat cawapres AS akan dilengkapi kaca pemisah
Selasa, 06 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Kaca pembatas akan dipasang pada acara debat calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat, Rabu, ...
Pompeo persingkat lawatan ke Asia usai Trump positif COVID-19
Minggu, 04 Oktober 2020 - 16:45 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mempersingkat lawatan ke Asia, dengan hanya ber...
Donald dan Melania Trump positif COVID-19
Jumat, 02 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump positif terinfeksi COVID-19 sete...
New York denda orang-orang yang menolak gunakan masker
Rabu, 30 September 2020 - 15:47 WIB
Kota New York akan mengenakan denda pada orang-orang yang menolak untuk mengenakan penutup wajah ata...
Pangeran Harry dan Meghan dorong warga Amerika untuk ikut pemilu
Rabu, 23 September 2020 - 20:25 WIB
Pangeran Inggris Harry dan istrinya yang berkebangsaan Amerika, Meghan, telah meminta warga Amerika ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV