300 aparat TNI-Polri dikerahkan antisipasi gejolak sidang tujuh terdakwa makar
Elshinta
Selasa, 16 Juni 2020 - 15:58 WIB |
300 aparat TNI-Polri dikerahkan antisipasi gejolak sidang tujuh terdakwa makar
Kabag Ops Polres Mimika AKP Andhyka Aer. Sumber Foto: https://bit.ly/2UKCl9R

Elshinta.com - Sebanyak 300 personel gabungan TNI-Polri di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, disiagakan untuk mengantisipasi potensi gejolak pascasidang putusan tujuh terdakwa kasus makar dan rasisme yang kini menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kabag Ops Polres Mimika AKP Andhyka Aer di Timika, Selasa (16/6) mengatakan, sidang putusan terhadap tujuh terdakwa kasus makar dan rasisme itu akan dilaksanakan pada Rabu (17/6) besok. "Kami menyiapkan 300 personel, 100 personel dari TNI ditambah 200 personel dari kepolisian," kata AKP Andhyka.

Ia berharap warga Mimika bijaksana menyikapi proses hukum para terdakwa kasus makar dan rasisme tersebut dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas yang sudah kondusif saat ini. "Kita mengantisipasi saja, apalagi saat ini kita berada dalam situasi pandemi COVID-19. Dalam situasi wabah ini segala kegiatan apakah unjuk rasa, pengumpulan massa atau apapun yang melibatkan massa dalam jumlah besar tidak diperbolehkan," ujar AKP Andyka.

Para personel TNI dan Polri itu nantinya akan ditempatkan pada sejumlah titik rawan di Kabupaten Mimika. Bahkan di beberapa titik, aparat akan melakukan penyekatan, di antaranya seperti di Gorong-gorong, Bendungan, Timika Indah dan depan Petrosea Jalan Cenderawasih.

Di tengah situasi pandemi COVID-19 ini Polres Mimika juga meningkatkan patroli skala besar khususnya razia senjata tajam dan minuman keras (miras) beralkohol yang dianggap sebagai pemicu terjadinya konflik. "Mulai malam nanti kami akan patroli gabungan untuk antisipasi aksi tersebut sekaligus melaksanakan imbauan penanganan COVID-19," jelasnya, dihimpun Antara.

Tujuh terdakwa kasus makar dan rasisme yang saat ini menjalani persidangan di PN Balikpapan, Kalimantan Timur, terdiri atas Ferry Kombo (Demisioner Ketua BEM Universitas Cendrawasih), Alexander Gobay (Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura), Henky Hilapok (mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura), Irwanus Uropmabin (mahasiswa Universitas Cendrawasih), Agus Kossay (Ketua Umum KNBP), Stefanus Itlay (Ketua KNBP Kota Timika), serta, Buchtar Tabuni (Ketua Legislatif ULMWP).

Para terdakwa itu dituduh sebagai dalang utama atas serangkaian aksi kekerasan dan kerusuhan massa yang terjadi di sejumlah daerah di Papua pada Agustus hingga Oktober 2019. Kerusuhan meluas di sejumlah daerah di Papua tidak saja menimbulkan kerugian harta benda tetapi juga sejumlah orang meninggal dunia dipicu oleh terjadinya kasus rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Kota Surabaya dan Malang, Jawa Timur. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Napi hukuman mati kabur, Ditjen PAS pastikan siapa pun terlibat ditindak
Sabtu, 26 September 2020 - 12:12 WIB
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Banten, Andika Dwi Prasetya terancam dico...
Mantan KaBAIS: Revisi UU Kejaksaan tak kurangi kewenangan penyidikan Polri
Jumat, 25 September 2020 - 21:25 WIB
Revisi Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan dinilai tidak akan mengurangi kewenangan ...
Ditanya kasus penipuan RO, Jampidum bungkam
Jumat, 25 September 2020 - 18:46 WIB
Kasus penipuan RO sudah dinyatakan lengkap (P21), bahkan sudah diikuti pelimpahan tahap II. Namun, s...
Febri Diansyah: Kondisi KPK sudah berubah
Jumat, 25 September 2020 - 12:04 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengungkapkan, sa...
Kasus pelecehan dan penipuan di bandara, polisi periksa delapan saksi
Kamis, 24 September 2020 - 08:41 WIB
Penyidik Kepolisian telah memeriksa delapan saksi dalam perkara dugaan pelecehan dan penipuan yang d...
Sidang korupsi skandal pembelian MTN oleh Bank Sumut sampai malam, `Fee`4 persen dipertanyakan
Selasa, 22 September 2020 - 15:26 WIB
Sidang lanjutan secara video conference (vidcon) perkara korupsi Rp202 miliar terkait skandal pembel...
KPK: Pengurangan vonis koruptor oleh MA perparah korupsi
Senin, 21 September 2020 - 17:11 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pengurangan masa hukuman para terpidana korupsi berdas...
 12 tahun buron, Kejatisu tangkap SFH tersangka korupsi BRR
Jumat, 18 September 2020 - 21:57 WIB
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejati Sumatera Utara berhasil meringkus SFH Mantan Kuasa Dire...
Bandar narkoba terpidana mati kabur, bikin lubang tembus ke gorong-gorong
Jumat, 18 September 2020 - 14:47 WIB
Seorang narapidana yang divonis hukuman mati kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tanger...
Viral penindakan masker saat berkendara, ini kata pihak kepolisian
Jumat, 18 September 2020 - 07:34 WIB
Belakangan, banyak warga yang memprotes terkait penindakan penggunaan masker saat berkendara. Pihak ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV