Ditjen PAS tegaskan akan pecat oknum lapas terlibat peredaran narkotika
Elshinta
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:20 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Ditjen PAS tegaskan akan pecat oknum lapas terlibat peredaran narkotika
Foto: Ist

Elshinta.com - Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Keamanan (Kemenkumham), Tejo Harwanto menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap anak buahnya jika terbukti terlibat dalam peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). 

Tejo Harwanto menyatakan, tindakan tegas berupa pemecatan dan pencopotan jabatan akan diambil pihaknya, sebagai bukti keseriusan Ditjen PAS untuk ikut memberantas narkotika. 

"Ini bukti keseriusan kami dalam memberantas narkoba yang ada di dalam lapas, bukan hanya pelaku, namun institusi kita juga kita bersihkan," kata Tejo dalam keterangannya di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Kamis (18/6).

Penegasan tersebut disampaikannya pasca-masih ditemukannya narapidana yang menjadi warga binaan Lapas Salemba, yang masih bisa menjalankan bisnis narkotika dengan menyelundupkan 66 kilogram sabu dan 160 ribu butir pil ekstasi.

Selama ini, menurut Tejo, Ditjen PAS bukan hanya mencopot jabatan, tetapi tindakan pemecatan dan bahkan mempidanakan petugasnya yang terlibat juga telah dilakukan. Mulai dari sipir hingga petugas jaga, kata dia, sudah mendapat sanksi tegas atas aksi yang mereka lakukan. 

"Kalau kita lihat sanksi yang diberikan institusi kepada para oknum itu sudah ada 20 orang lebih," sebutnya. 

Bentuk keseriusan lain pihaknya, lanjut Tejo, adalah dengan terus bekerja sama dengan BNN, kepolisian, dan semua institusi terkait. Bahkan pihaknya tengah bersiap untuk memindahkan bandar-bandar besar ke Lapas Nusakambangan. 

"Di Nusakambangan mereka akan ditempatkan di super maksimum security agar tak bisa lagi menjalankan bisnis haramnya," ujar Tejo. 

Tejo menuturkan, upaya yang tengah dilakukan saat ini adalah satu strategi untuk dapat memberantas narkoba yang ada di dalam lapas. Hal itu juga sesuai dengan instruksi Dirjen PAS Renyhard Silitonga yang ingin lapas dan rutan bersih narkoba. 

"Dan upaya yang saat ini dilakukan adalah pemindahan bandar narkoba sesuai instruksi Pak Dirjen PAS," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, pihaknya telah kembali menggagalkan penyelundupan narkotika yang dikendalikan napi di Lapas Salemba. Sabu seberat 66 kilogram dan 160 ribu butir pil ekstasi berhasil diungkap. 

"Selain pengendali, tiga pelaku lainnya juga berhasil kami ringkus," katanya, dalam jumpa pers di kantor BNN, Kamis siang. 

Pengendali atas nama Didit (45), kata Arman, sudah mendekam hampir tiga tahun belakangan ini di Lapas Salemba. Meski sebagai bandar, napi tersebut hanya divonis dengan kurungan 7 tahun penjara. 

"Masih bisa lolosnya telepon genggam ke dalam lapas itulah yang membuat napi itu tetap mengendalikan peredaran narkotika," kata Arman. 

Penangkapan itu sendiri, ungkap Arman, berawal dari diamankannya Agustiar (39), yang menyelundupkan sabu dan disimpan didalam karung beras. Pria yang merupakan seorang kurir itu, menjalankan bisnis narkoba milik Didit ketika saat sama-sama mendekam di lapas Salemba, Jakarta. 

"Jadi karena dia (Agustiar) keluar penjara lebih dulu, makanya dia yang menjalankan bisnis sabu ini," jelasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Firli Bahuri: Seluruh pegawai KPK akan jalani vaksinasi COVID-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 20:31 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan seluruh pegawai KPK akan menjalani ...
Kapolri instruksikan kawal distribusi dan pelaksanaan vaksinasi
Jumat, 15 Januari 2021 - 06:30 WIB
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram yang berisi instruksi kepada jajaran kew...
Polri sita 184 satwa dilindungi dari penangkaran di Cicurug Sukabumi
Kamis, 14 Januari 2021 - 21:10 WIB
Bareskrim Polri menyita ratusan burung dilindungi tanpa memiliki surat izin disita dari kandang pena...
BNNP Sulsel musnahkan 1.440 ekstasi dan dua kilogram ganja
Kamis, 14 Januari 2021 - 20:55 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan memusnahkan narkoba golongan satu jenis sab...
MK tolak gugatan penanam ganja di rumah
Kamis, 14 Januari 2021 - 20:10 WIB
Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika...
Polisi tetapkan dua tersangka kasus prokes Waterboom Lippo Cikarang
Kamis, 14 Januari 2021 - 16:45 WIB
Kepolisian Resor Metro Bekasi menetapkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana pelanggaran protok...
Perkara ganja 327 kg, hakim beda pendapat saat putusan 
Kamis, 14 Januari 2021 - 10:34 WIB
Majelis Hakim yang menyidangkan perkara penemuan ganja seberat 327 Kg Ganja kering dengan terdakwa d...
Polisi selidiki akun `Jackie Skw` terkait musibah Sriwijaya Air
Rabu, 13 Januari 2021 - 19:55 WIB
Kepala Satuan Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo, mengatakan, polisi saat ini sedang meny...
Pakar hukum nilai Wamenkum HAM RI keliru soal mempidanakan yang menolak vaksin Covid-19
Rabu, 13 Januari 2021 - 19:15 WIB
Advokat dan Pakar Hukum Kesehatan Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Hasrul Buamona  menilai pe...
Lima tahanan KPK dirawat di RSD Wisma Atlet
Rabu, 13 Januari 2021 - 19:10 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan terdapat lima tahanan di Rutan Cabang KPK di Ged...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV