Media: Penikaman di Kota Reading Inggris tewaskan tiga orang
Elshinta
Minggu, 21 Juni 2020 - 12:38 WIB |
Media: Penikaman di Kota Reading Inggris tewaskan tiga orang
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/30YppkR

Elshinta.com - Tiga orang tewas dalam aksi penikaman di sebuah taman di Kota Reading, Inggris selatan pada Sabtu dan lembaga penyiar Sky News melaporkan polisi menduga insiden tersebut terkait terorisme.

Polisi mengatakan berhasil menangkap seorang pria di lokasi kejadian. Pihaknya tidak mengkonfirmasi apakah ada korban tewas dalam insiden tersebut, tetapi surat kabar Telegraph, BBC dan Sky News menyebutkan tiga orang tewas.

Ketua otoritas dewan setempat mengatakan bahwa terdapat korban tewas, tanpa menyebutkan berapa jumlahnya. Layanan ambulans mengaku pihaknya merawat "sejumlah" korban tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dua orang di bawa ke rumah sakit di daerah tersebut, kata juru bicara rumah sakit. Saksi mata yang dikutip surat kabar Mirror mengungkapkan pria berpisau "meneriakkan kata-kata yang tak dapat dipahami" sebelum menikam orang-orang yang berada di taman Reading, yang berjarak sekitar 65 km barat London. "Saya turut berduka cita bagi mereka semua yang menjadi korban dalam insiden di Reading dan saya berterima kasih kepada layanan darurat yang berada di lokasi kejadian," cuit Perdana Menteri Boris Johnson, dihimpun Antara.

Tayangan video di Twitter memperlihatkan paramedis bergegas membantu sedikitnya tiga orang yang terkapar berlumuran darah. Reuters tak bisa memverifikasi rekaman tersebut secara independen. Matt Rodda, anggota parlemen Inggris perwakilan Reading, mengatakan taman, yang berlokasi di daerah bersejarah kota tersebut, biasanya ramai pada Sabtu malam. "Banyak orang duduk di taman bersama teman-teman mereka dan jelas saat ini orang-orang bertemu di sana, dengan memperhatikan jaga jarak sosial, dan hanya mengobrol-ngobrol santai di taman," kata Rodda kepada Sky News.

"Insiden ini terjadi di lingkungan seperti ini jadi sangat mengejutkan bagi masyarakat setempat."

Pembatasan COVID-19 saat ini menandakan tempat-tempat seperti pub ditutup, sehingga orang-orang di Inggris berkumpul di taman pada malam hari untuk bertemu dengan teman-teman mereka. Penikaman di Reading terjadi di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat protes anti-rasisme Black Lives Matter (BLM) pada Sabtu namun polisi menyatakan tampaknya tidak ada kaitan antar keduanya. Pendukung BLM menyebutkan di akun Facebook bahwa penikam terjadi beberapa jam setelah aksi protes berakhir dan mereka yang menghadiri aksi tersebut aman-aman saja. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Inggris minta sekolah dibuka kembali pada September
Minggu, 09 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memerintahkan kampanye hubungan masyarakat untuk memastikan se...
Kasus virus corona di Prancis kembali melonjak
Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:56 WIB
Kasus virus corona di Prancis melonjak hingga lebih dari 1.600 kasus dalam 24 jam terakhir pada hari...
Seorang demonstran membakar diri di depan parlemen Swiss
Selasa, 21 Juli 2020 - 09:42 WIB
Seorang demonstran membakar diri  di depan gedung parlemen Swiss di Bern, Senin, menyusul  protes ...
Inggris sebut UU keamanan nasional langgar Deklarasi Hong Kong
Rabu, 01 Juli 2020 - 20:55 WIB
Pemerintah Inggris menyebut bahwa pemberlakuan undang-undang keamanan nasional oleh China adalah pel...
Media: Penikaman di Kota Reading Inggris tewaskan tiga orang
Minggu, 21 Juni 2020 - 12:38 WIB
Tiga orang tewas dalam aksi penikaman di sebuah taman di Kota Reading, Inggris selatan pada Sabtu da...
NU Inggris dukung penerjemahan Al Quran ke Bahasa Rumania
Selasa, 02 Juni 2020 - 12:03 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) mendukung penerjemahan Al Quran k...
Infeksi corona di Prancis alami kenaikan terendah sejak `lockdown`
Senin, 25 Mei 2020 - 09:39 WIB
Jumlah infeksi virus corona terkonfirmasi di Prancis bertambah 115 atau setara 0,1 persen, menjadi 1...
Penasihat PM Inggris diminta mundur setelah langgar aturan `lockdown`
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:41 WIB
Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris pada Minggu menyerukan pen...
Kematian COVID-19 di Prancis hampir 21.000
Rabu, 22 April 2020 - 12:35 WIB
Kematian akibat COVID-19 di Prancis meningkat tajam menjadi hampir 21.000 kematian pada Selasa, namu...
Di Prancis total kematian akibat corona hampir 14.000
Minggu, 12 April 2020 - 13:55 WIB
Jumlah total kematian akibat wabah virus corona di Prancis naik menjadi hampir 14.000 pada Sabtu (11...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)