Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Elshinta
Kamis, 25 Juni 2020 - 10:32 WIB |
Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Pekerja menunjukkan masker kain produksi penjahit konveksi di Kampung Cibangkur, Lebak, Banten, Senin (6/4/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2NqBQxE

Elshinta.com - Masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai diingatkan untuk beralih ke masker kain yang bisa dipakai berulang, untuk mencegah meningkatnya limbah medis.

Hal itu seperti disampaikan Tubagus Ahmad dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Rabu (24/6) malam. 

"Masih banyak masyarakat yang menggunakan masker sekali pakai, dikhawatirkan penanganan limbah medis bekas penanganan COVID-19 belum tertangani dengan baik, akan menambah jumlah produksi limbah," kata Tubagus saat dihubungi, dikutip Antara

Jadi, kata dia, sebaiknya beralih menggunakan masker kain atau masker yang bisa dipakai berulang.

Menurut Bagus, pada beberapa pengamatan yang dilakukan Walhi Jakarta dalam situasi tertentu ditemukan masih ada masyarakat yang menggunakan masker sekali pakai. Ia menganalogikan dari 10 orang yang diamati, tiga di antaranya masih menggunakan masker sekali pakai.

Karena itu perlu mendorong masyarakat, menyosialisasikan agar mau beralih menggunakan masker kain atau yang bisa dicuci agar limbah penanganan COVID-19 di masyarakat bisa dikurangi.

"Untuk situasi saat ini menggunakan masker dipakai berulang jauh lebih terjamin, karena bisa dicuci dan kita tidak menebarkan virus melalui limbah masker yang kita hasilkan," jelas Bagus.

Ia mengatakan, sampah masker sekali pakai perlu penangan khusus untuk membuangnya. Tidak ada yang menjamin pengguna masker tersebut apakah terbebas dari virus COVID-19.

Limbah masker sekali pakai tidak bisa disimpan dalam waktu lama, harus segera dimusnahkan. Untuk masyarakat awam akan kesulitan mengakses tempat pengelolaan limbah medis penanganan COVID-19 di wilayah.

Karena itu, tak jarang masyarakat membuang begitu saja masker-masker yang telah digunakannya di tempat penampungan sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan surat edaran terkait pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan COVID-19. Salah satu amanatnya adalah pemerintah provinsi atau pemerintah kota dan kabupaten harus menyediakan tempat sampah (drop box) khusus masker di ruang khusus publik.

"Di sini kami belum melihat apakah pemerintah daerah sudah menyediakan tempat sampah khusus masker ini dan apakah masyarakat sudah tau, itu yang harus kita ingatkan, masyarakat harus mencari tau di mana tempat sampah khusus masker itu," kata Bagus.

Walhi masih melakukan kajian dan pengamatan terkait pengelolaan limbah medis penanganan COVID-19 di lingkungan masyarakat dan rumah sakit. Sekaligus mencari tau data jumlah produksi limbah medis penanganan COVID-19 di lingkungan masyarakat. (Der)  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peringati Hari Sumpah Pemuda, sejumlah komunitas tanam pohon di cagar budaya Gedong Cai
Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:48 WIB
Memperingati Hari Sumpah Pemuda, sejumlah komunitas beberesih dan menanam pohon di area bangunan cag...
Waspada dampak La Nina, Yana gaet warga bersihkah saluran di Kebon Jayanti
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:45 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Yana Mulyana memimpin `Kerja Bakti Akbar` di Jalan Kebon Jayant...
BKSDA: Harimau terjerat di Gayo Lues masih dalam penyembuhan
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:03 WIB
 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatr...
Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau turun 99 persen lebih
Senin, 26 Oktober 2020 - 17:31 WIB
Luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Provinsi Riau tahun ini mencapai 1.587 hektare, t...
Bunga bangkai raksasa mekar di kebun warga Lubukbasung, Agam
Senin, 26 Oktober 2020 - 16:22 WIB
Bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum mekar di kebun pinang milik warga Sungai Landai...
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas lakukan sosialisasi karhutla
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:19 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Berangas, Polres Batola, Polda Kalsel Bripka Hasan Basri melakukan sosialisas...
Menhan: Hutan harus jadi sumber lapangan kerja
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap sektor kehutanan di Indonesia mampu menjadi sumber tero...
Cemari Sungai Musi, BBWS VIII fokus penanganan eceng gondok
Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:55 WIB
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Selatan akan memperpanjang rute operasional pembersi...
 Korem 174 ajak BPBD, BMKG dan Basarnas atasi karhutla di Merauke
Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:47 WIB
Korem 174/ATW Merauke menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla...
 Didukung empat kementerian Uni Eropa dan Penabulu luncurkan ECHO Green ketahanan pangan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:11 WIB
Mendorong ekonomi hijau yang inklusif di sektor pertanian Uni Eropa dan Penabulu bersama konsorsium ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV