Warga Kediri temukan 3 sumur kuno era Majapahit
Elshinta
Kamis, 25 Juni 2020 - 20:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Warga Kediri temukan 3 sumur kuno era Majapahit
Sumber foto: https://bit.ly/2BbAUuy/elshinta.com.

Elshinta.com - Warga Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menemukan sejumlah sumur kuno yang berada di tepian sungai desa setempat. Sumur dari bahan tembikar itu ditemukan saat warga tengah memancing ikan.

Menurut Eko Budi, warga yang menemukan, awalnya merasa penasaran karena adanya sumber mata air. Kemudian dia bersama warga melakukan penggalian.

“Pada kedalaman 170 centimer kami menemukan potongan tulang betulang dan gerabah dalam bentuk serpihan,” kata Eko Budi mengutip beritajatim. 

Atas temuan tersebut, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melakukan peninjauan. Petugas mengukur sumur kuno itu.

Eko Priatno, Kasi Museum Dan Purbakala mengatakan, sumur tersebut diperkirakan sudah ada pada era Majapahit di abad ke 12 hingga 15. benda tersebut merupakan tempat penyimpanan air atau disebut Jombong Sumur.
Sumur berdiamter 70 centimeter yang dibuat dari tembikar atau tanah liat yang dibakar itu, untuk mengantisipasi jika air sungai mengering di musim kemarau.

Temuan sumur sumur tersebut membuktikan adanya pemukiman di jaman kuno di desa tersebut. Lokasinya pun sangat berdekatan dengan situs situs di Kabupaten Kediri lainnya. Seperti Situs Sebanen, Totok Kerot dan Semen.

Sesuai Undang Undang Cagar Budaya Nomor 11 tahun 2010, Eko berharap masyarakat tidak merusak atau mengambil sumur tersebut. Namun Eko tak mempermasalahkan, jika masyarakat ingin memfungsikan layaknya sumur ataupun edukasi. Penemuan sumur serupa pernah terjadi di kawasan Trowulan Mojokerto dan di kediri sendiri berada di seputaran Situs Semen. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
12 Juni 1819: Perang Menteng dimulai
Sabtu, 12 Juni 2021 - 06:12 WIB
Pada 12 Juni 1819 Perang Menteng pecah antara pihak Belanda dengan Kesultanan Palembang yang dipimpi...
10 Juni 2009: Jembatan Suramadu diresmikan
Kamis, 10 Juni 2021 - 06:11 WIB
Jembatan Nasional Suramadu atau dikenal dengan Jembatan Suramadu adalah jembatan yang melintasi Sela...
8 Juni 1921: Lahirnya Presiden kedua RI Soeharto
Selasa, 08 Juni 2021 - 06:11 WIB
Soeharto lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta 8 Juni 1921. Ia lantas dikenal sebagai presiden kedua ...
27 April 2003: Ledakan bom di Bandara Sukarno Hatta
Selasa, 27 April 2021 - 06:11 WIB
Pada 27 April 2003, sebuah bom meledak dan mengakibatkan ruang tunggu di Terminal E dan F Bandar Uda...
24 April 1996: Tragedi Amarah 96
Sabtu, 24 April 2021 - 06:15 WIB
24 April 1996, tepatnya 25 tahun yang lalu suatu peristiwa tragis menimpa para pahlawan reformasi.. ...
14 April 2011: Wartawan senior Rosihan Anwar meninggal
Rabu, 14 April 2021 - 06:24 WIB
Wartawan senior Rosihan Anwar meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Jakarta dalam usia 89 tahun, pada K...
8 April 2015: Bom rakitan meledak di Tanah Abang, empat orang terluka
Kamis, 08 April 2021 - 06:35 WIB
Sekitar empat orang mengalami cedera akibat sebuah ledakan di permukiman padat penduduk di kawasan T...
28 Februari 2019: Gempa Solok, ratusan rumah rusak
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:11 WIB
Gempa bumi mengguncang Solok Selatan dengan magnitudo 5,6. yang terjadi pada Kamis pagi, 28 Februari...
27 Februari 2013: Bus rombongan peziarah hantam tebing di Ciloto
Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:12 WIB
Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Kali ini kecelakaan terjadi pada sebua...
26 Februari 2019: Indonesia juara Piala AFF U-22
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:10 WIB
Tim Nasional Indonesia U-22 berhasil menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Usai mengalahkan Thailand de...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV