Kementerian PUPR klarifikasi soal kelanjutan Tol Trans Jawa-Bali
Elshinta
Jumat, 26 Juni 2020 - 17:25 WIB |
Kementerian PUPR klarifikasi soal kelanjutan Tol Trans Jawa-Bali
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2CG5EUZ

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan penjelasan lengkap mengenai kelanjutan Tol Trans Jawa hingga ke Bali.

"Kita belum punya rencana sampai sekarang untuk membangun jalan tol dari Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur ke Gilimanuk, Bali, belum ada ke arah sana. Dan belum ada minat dari investor untuk membangun itu, karena pasti hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat panjang dan juga biaya yang sangat besar," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Saleh Atmawidjaja saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (26/6).

Kementerian PUPR, lanjut dia, pada intinya belum berencana untuk membangun jembatan yang menghubungkan Jawa dan Bali. Tetapi pergerakan orang dan barang, terutama wisatawan yang akan masuk ke Bali difasilitasi oleh penyeberangan kapal feri dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan tol dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Kota Denpasar dan kawasan Sarbagita, Bali.

Hal tersebut sama dengan kalau berbicara mengenai bagaimana Pulau Jawa dikoneksikan dengan Pulau Sumatera. Dari Pelabuhan Merak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni itu tetap menggunakan kapal feri.

Kapal ferinya diperbanyak, pelabuhan dimodernisasi kemudian sistem pelayanannya dipermudah, sehingga masyarakat yang menggunakan kendaraan pun tidak mengalami antrean baik di Merak maupun Bakauheni. Jadi nanti di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali pun demikian. "Jadi ini yang dimaksud oleh bapak Presiden Joko Widodo terkait konektivitas atau tol laut. Tol laut itu bukan kita berarti membangun jalan tol di atas Selat Bali atau menghubungkan Pulau Jawa dan Bali dalam pengertian fisik, bukan! Karena tetap konektivitas Jawa dan Bali menggunakan kapal feri, namun kapal dan pelabuhannya yang dimodernisasi," kata Endra.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dimodernisasi jalan tolnya, dimodernisasi juga pelabuhan serta sistem layanan penyeberangannya. Modernisasi pelabuhan merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan, namun ini merupakan satu kesatuan sistem konektivitas darat dan laut. "Karena yang akan masuk nantinya diharapkan adalah wisatawan," ujar Endra, dihimpun Antara.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya lebih berkonsentrasi untuk membangun jalan tol dari Gilimanuk sampai dengan Mengwi yang total panjangnya kira-kira 96 km. Selain itu Banyuwangi sendiri merupakan destinasi wisata yang terus mengalami perkembangan dan peningkatan, mengingat wisatawan sudah tertarik dengan Banyuwangi.

Dengan keberadaan sisa jalan Tol Trans Jawa sekitar 150 km yang perlu dibangun lagi dari Probolinggo hingga ke Banyuwangi ini, kata dia, dapat dibayangkan kalau ada pergerakan orang sampai ke Banyuwangi maka mereka mungkin akan tertarik untuk melanjutkan perjalanan ke Bali melalui pelabuhan penyeberangan yang modern, lalu melanjutkan perjalanan dari Gilimanuk dengan jalan tol ke daerah-daerah lainnya di Bali.

"Dengan demikian difasilitasi pergerakan orang, barang, turis dan logistik dari Jawa ke Bali. Tinggal sekarang, ketika konektivitas darat di Jawa sudah terhubung kemudian di Bali-nya belum terhubung maka konektivitas tersebut tidak akan terwujud. Jadi ide ini adalah kesinambungan dari modernisasi jalan dalam rangka pengembangan wilayah" kata Endra. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rancangan Renduk PBWN-KP jadi acuan pembangunan kawasan perbatasan 5 tahun ke depan
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:14 WIB
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah selesai merancangan Rencana Induk (Renduk). Renduk ...
Pembangunan Jembatan Musi VI dikebut, akhir tahun 2020 siap operasional
Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:13 WIB
Impian masyarakat Palembang untuk memiliki jembatan tambahan demi mengurai kemacetan antara seberang...
Menteri Edhy dukung komitmen pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara
Jumat, 07 Agustus 2020 - 09:46 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendukung komitmen pembangunan berkelanjutan di dua Wila...
Kementerian PUPR bangun rusun pondok pesantren di Riau
Jumat, 07 Agustus 2020 - 09:37 WIB
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong penin...
Tertunda akibat COVID-19, DPRD DIY minta pembangunan JJLS dilanjutkan 2021 
Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:11 WIB
Akibat pandemi COVID-19 pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di selatan DIY di Kabupaten Ba...
Kementerian PUPR siap bedah 3.772 rumah di Sumbar
Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:34 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap melakukan program Bantuan Stimulan Perum...
Menhub targetkan Pelabuhan Nusa Penida rampung sebelum Juni 2021
Senin, 03 Agustus 2020 - 20:36 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan Pelabuhan Sampalan-Bias Munju...
Kementerian PUPR bangun tujuh proyek irigasi strategis
Jumat, 31 Juli 2020 - 16:29 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun tujuh irigasi bagian dari Proyek Strategis...
TMMD ke 108 wilayah Kodim 0203/Langkat ditutup
Rabu, 29 Juli 2020 - 22:25 WIB
Sekda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Indra Salahudin menghadiri penutupan kegiatan TNI Manunggal ...
Pembangunan SPN ditargetkan akhir tahun 2020 beroperasi
Senin, 27 Juli 2020 - 16:46 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto melakukan pengecekan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV