Virus lebih ganas daripada Wuhan, Beijing perpanjang karantina 28 hari
Elshinta
Selasa, 30 Juni 2020 - 12:35 WIB |
Virus lebih ganas daripada Wuhan, Beijing perpanjang karantina 28 hari
ipe virus corona jenis baru yang kini menular dari Pasar Induk Xinfadi. Foto: Antara.

Elshinta.com - Pemerintah Kota Beijing menggandakan masa karantina dari 14 hari menjadi 28 hari atas kekhawatiran kalangan ilmuwan bahwa tipe virus corona jenis baru yang kini menular dari Pasar Induk Xinfadi lebih ganas daripada virus sejenis.

Virus sejenis yang dimaksud itu pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir 2019.

Mayoritas orang yang dikarantina di Beijing merupakan para pekerja di lapak daging sapi dan daging kambing di Pasar Xinfadi sehingga mereka dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi COVID-19, kata Shi Guoqing, pakar dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) kepada pers, Senin (29/6).

Shi mengungkapkan beberapa dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga sulit untuk menilai, apakah mereka tertular virus, hanya dengan mengamati gejalanya.

Selain itu, karena beberapa yang terinfeksi memiliki hasil tes asam nukleat mereka negatif dan tidak ada kelainan yang ditemukan dalam 14 hari, tidak cukup waktu untuk mengonfirmasinya.

Dengan demikian, menurut Shi, ada kemungkinan orang-orang tersebut akan menyebarkan virus kepada orang lain kalau diizinkan bebas berkeliaran.

Wakil Kepala Distrik Fengtai, Chu Junwei, mengatakan bahwa karantina untuk orang yang pernah kontak dengan pedagang daging sapi dan daging kambing di Pasar Induk Xinfadi telah diperpanjang menjadi 28 hari.

Shi mencatat 33,8 persen kasus positif di Beijing terkait dengan para pekerja di lapak daging sapi dan daging kambing di Pasar Induk Xinfadi, sedangkan 20,5 persen lainnya adalah para pengunjung area itu.

Komisi Kesehatan Kota Beijing, Senin, juga mengumumkan bahwa inang virus corona itu diyakini diimpor dari Eropa pada awal Maret, kemudian mengarah ke Amerika Selatan dan berakhir di Tiongkok oleh manusia atau daging impor sehingga terjadilah wabah di Beijing.

Deputi Direktur Biologi Patogen di Wuhan University, Yang Zhanqiu, mengatakan bahwa masa berjangkit wabah tersebut di Beijing sangat pendek dan semuanya berkaitan dengan Pasar Induk Xinfadi.

Itu berarti inangnya lebih ganas daripada virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan sehingga mungkin saja penyebarannya lebih dahsyat di Pasar Induk Xinfadi, ujarnya seperti dikutip Global Times.

Oleh sebab itu, menurut dia, yang paling aman adalah melakukan tindakan-tindakan ketat terhadap kelompok berisiko tinggi tersebut, demikian dilansir Antara. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiongkok hentikan operasi pabrik chip Korea setelah buruh positif corona
Minggu, 29 November 2020 - 17:25 WIB
Sebuah pabrik China milik raksasa semikonduktor Korea Selatan SK Hynix Inc menghentikan operasinya p...
Deplu AS: Enam ledakan terjadi di Asmata, ibu kota Eritrea
Minggu, 29 November 2020 - 16:47 WIB
Enam ledakan terjadi di Asmara, ibu kota Eritrea, pada Sabtu malam, kata Departemen Luar Negeri Amer...
Mata uang kripto Facebook Libra bakal diluncurkan awal tahun depan 
Minggu, 29 November 2020 - 15:57 WIB
Mata uang kripto Facebook Libra dilaporkan siap diluncurkan pada Januari 2021.
Wuhan temukan COVID-19 pada daging sapi dan ikan dari Brazil, Vietnam
Minggu, 29 November 2020 - 09:50 WIB
Pemerintah Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, melakukan investigasi epidemiologis setelah ada dugaan...
Presiden Iran tuding Israel pembunuh ilmuwan nuklir Fakhrizadeh
Sabtu, 28 November 2020 - 16:46 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu melontarkan tudingan bahwa Israel adalah pembunuh ilmuwan nu...
Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Fakhri Zadeh dibunuh dekat ibu kota
Sabtu, 28 November 2020 - 10:11 WIB
Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhri Zadeh dibunuh oleh \"teroris bersenjata\" di dekat ibu k...
Emas jatuh di bawah 1.800 dolar tertekan optimisme pemulihan ekonomi
Sabtu, 28 November 2020 - 07:15 WIB
Emas jatuh menembus di bawah level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pag...
WHO: `sangat spekulatif` untuk katakan COVID-19 tidak muncul di China
Sabtu, 28 November 2020 - 07:00 WIB
Pakar kedaruratan terkemuka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (27/11) menyatakan akan menj...
Korsel catat 583 kasus virus corona baru, tertinggi sejak Maret
Kamis, 26 November 2020 - 12:50 WIB
Korea Selatan melaporkan 583 kasus virus corona baru pada Kamis, tertinggi sejak Maret, ketika negar...
 Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) angkatan ke-17 di Jeddah
Kamis, 26 November 2020 - 11:35 WIB
Konsul Jenderal (konjen) RI Jeddah Eko Hartono menyatakan, bahasa merupakan pintu masuk untuk mengen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV