Tiongkok sebut langkah India blokir aplikasi Tiongkok langgar aturan WTO
Elshinta
Rabu, 01 Juli 2020 - 13:13 WIB |
Tiongkok sebut langkah India blokir aplikasi Tiongkok langgar aturan WTO
Ilustrasi aplikasi TikTok. Foto: Antara.

Elshinta.com - Tiongkok menyebut langkah India untuk memblokir 59 aplikasi seluler asal Tiongkok dapat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan mendesak India untuk menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan adil.

"Tindakan India secara selektif dan diskriminatif menyudutkan aplikasi Tiongkok tertentu dengan alasan yang ambigu dan dibuat-buat, bertentangan dengan persyaratan prosedur yang adil dan transparan, menyalahgunakan pengecualian keamanan nasional dan (dicurigai) melanggar aturan WTO," ujar juru bicara kedutaan besar Tiongkok di New Delhi, Ji Rong, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (1/7).

Rong mengatakan larangan tersebut akan mempengaruhi masyarakat India, dan mendesak India untuk memperlakukan semua investasi dan penyedia layanan secara adil, serta menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan adil.

India memblokir aplikasi asal Tiongkok, Senin (29/6), sebagai langkah terkuatnya terhadap Tiongkok di ruang online sejak pertempuran meletus di perbatasan kedua negara bulan ini.langkah tegas memboikot Tiongkok dari ruang online sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara pada Juni.

Kementerian teknologi India mengeluarkan perintah yang menyatakan aplikasi asal Tiongkok "merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum."

India merupakan pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok, terhitung 611 juta unduhan atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan, kata perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada bulan April.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir adalah WeChat milik Tencent, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV