Pakar Kesehatan Masyarakat UI sebut polusi udara tingkatkan kematian penderita COVID-19
Elshinta
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pakar Kesehatan Masyarakat UI sebut polusi udara tingkatkan kematian penderita COVID-19
Ilustrasi. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Pakar Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Profesor Budi Haryanto menegaskan, berbagai penyakit akibat polusi udara, meningkatkan angka kematian penderita COVID-19. “Polusi udara menyebabkan gangguan-gangguan penyakit kronis. Itulah yang kemudian menjadi komorbiditas. Komorbiditas ini menyebabkan keparahan penderita COVID-19," jelas Budi dalam seminar online di Jakarta hari ini.

Untuk mengurangi polusi itulah, Budi menyarankan agar pemerintah bisa memperbaiki kualitas udara. Di antaranya, dengan memperbaiki kualitas bahan bakar minyak (BBM), kualitas mesin, kepadatan lalu lintas, dan lainnya. “Jika kita estimasi, dengan penggantian BBM standar Euro-4 pada 2017 dan diterapkan pada 2018 sesuai aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehatan (KLHK), maka perbaikan kualitas udara, termasuk penurunan PM 2,5 akan signifikan hingga 2050 mendatang,” tuturnya.
 
Succes story di Hong Kong dan Singapura, seharusnya bisa menjadi contoh. Perbaikan kualitas bahan bakar di negara tersebut, imbuhnya, ternyata memberikan benefit yang luar biasa terhadap kesehatan. “Jadi, banyak penyakit-penyakit terkait pencemaran udara turun dengan drastis ketika kualitas bahan bakar diperbaiki,” kata Budi dalam keterangannya yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (2/7). 

Sementara terkait hubungan antara polusi udara dan tingkat kematian penderita Corona, lanjut Budi, banyak penelitian dilakukan. Penelitian di Harvard, misalnya, mengungkapkan bahwa pasien COVID-19 di wilayah tinggi polusi memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan di wilayah rendah polusi.  

"Beberapa penelitian terbaru, menemukan bahwa mereka yang tinggal di wilayah polusi udara tinggi mempunyai risiko 4,5 kali lipat lebih tinggi meninggal akibat COVID-19 dibandingkan yang tinggal di wilayah polusi udara rendah. Itu temuan dari Harvard yang mencakup 98 persen populasi di Amerika Serikat," kata Budi. 

Penelitian serupa, juga dilakukan di Eropa, termasuk Italia, Prancis, Spanyol, dan Jerman. “European Public Health Alliance menyatakan polusi udara mengurangi peluang seseorang bertahan hidup dari wabah Corona," jelas Budi.

Itulah sebanya, lanjut Budi, World Health Organization (WHO) mengimbau agar setiap negara memperhatikan faktor risiko polusi udara dan kaitannya terhadap pengendalian COVID-19. Salah satunya adalah Indonesia. 

“WHO menyebutkan, negara dengan tingkat polusi udara tinggi seperti Indonesia harus mempertimbangkan faktor risiko polusi udara tersebut dalam persiapan pengendalian COVID-19,” papar Budi.  

Berdasarkan penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, lanjutnya, polusi udara sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hasil penelitian FKM UI menyebutkan, partikel udara PM 2,5 menyebabkan fungsi paru-paru tidak normal kepada 21% warga Tangerang dan 24% warga Makassar. “Dan harus diingat, ketika fungsi paru-paru sudah terganggu, maka tidak pernah bisa menjadi normal kembali. Tidak pernah bisa sembuh seratus persen,” ungkapnya. 

Sementara, data di Jakarta Timur menyebutkan, anak usia SD rata-rata mengalami gangguan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sebanyak 5-6 kali selama tiga bulan. Artinya, tiga hari sembuh, tetapi sembilan hari kemudian mereka kena ISPA lagi. 

Tidak hanya di ruang terbuka. Di dalam mobil ternyata juga tidak aman, baik mobil pribadi maupun angkutan umum. Pengguna mobil pribadi, misalnya, tidak luput dari ancaman polusi. PM 2,5 yang terhirup dalam mobil pribadi ber-AC selama setiap jam, ternyata menghirup 6-8 kali lipat dari batas normal. “Begitu pula CO. Dari batas normal 9 ppm yang diperbolehkan WHO, ternyata kita menghirup delapan kali lipat di dalam mobil. Jadi jangan menganggap bahwa di dalam mobil ber-AC kita bisa menghirup udara bersih. Tergantung dari lingkungan sekitar kita,” kata Budi

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengapa pria harus memeriksakan spermanya?
Senin, 03 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Memiliki kualitas sperma yang baik merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi pria. Karena ku...
 Kapan harus membersihkan alat vital dan bagaimana cara yang benar?
Kamis, 30 Juli 2020 - 23:15 WIB
Jangan anggap remeh manfaat dari kebiasaan membersihkan area kelamin bagi pria. Kerak cairan dan kot...
 Mengapa sebaiknya pasangan suami istri bercinta pada pagi hari?
Rabu, 29 Juli 2020 - 23:15 WIB
Ternyata dibanding pada malam hari, pagi hari merupakan waktu yang sangat tepat untuk bercinta. Berc...
Ternyata ini fungsi puting susu pada pria
Selasa, 28 Juli 2020 - 23:15 WIB
Jika pada wanita puting berfungsi untuk proses menyusui, lantas untuk apa fungsi puting susu pria? T...
Apa saja keluhan seksual yang sering dialami oleh banyak wanita di dunia?
Senin, 27 Juli 2020 - 23:15 WIB
Masalah seksual dapat menimpah suami atau istri. Namun, secara lebih besar masalah seksual kerap kal...
Kalsel segera tes swab 10 ribu warga
Senin, 27 Juli 2020 - 21:10 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang mempersiapkan pelaksanaan tes swab kepada 10 ribu warg...
 Apa saja vitamin yang ampuh tingkatkan jumlah sperma?
Jumat, 24 Juli 2020 - 23:15 WIB
Kekurangan jumlah vitamin tidak hanya mengancam kesehatan tubuh namun juga dapat memengaruhi jumlah ...
Pemerintah berikan dana insentif untuk tenaga medis di 23 rumah sakit di Jateng
Jumat, 24 Juli 2020 - 20:37 WIB
Para tenaga medis dari 23 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Jateng mendapatkan insentif dar...
Apa ciri-ciri masa subur pria yang jarang diketahui?
Kamis, 23 Juli 2020 - 23:15 WIB
Pada umumnya, masa subur pria berlangsung hampir setiap hari. Namun, bisa dikatakan bahwa masa subur...
Presiden dan Ibu Negara minta anak-anak terapkan protokol kesehatan
Kamis, 23 Juli 2020 - 12:22 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meminta anak-anak Indonesia disiplin menerapkan protokol ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV