Kebijakan pemulihan ekonomi dan `new normal` disebut berdampak positif
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 08:10 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Kebijakan pemulihan ekonomi dan `new normal` disebut berdampak positif
Skema perlindungan dan pemulihan UMKM di tengah Pandemi COVID-19. Foto: Kemenkeu

Elshinta.com - Kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan dimulainya akitivitas ekonomi pada era `new normal` berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut ditandai dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mulai meningkat signifikan dan peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur serta domestic demand pada bulan Juni 2020.

Data dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan, bahwa BRI lebih fokus melakukan restrukturisasi kredit pada bulan April 2020 (79,4%) dan Mei 2020 (82,7%). Namun sejak minggu ketiga Juni 2020, porsi ekspansi kredit mikro telah mencapai 78,2% dan restrukturisasi hanya tinggal 21,8%.

Bahkan pada akhir minggu ketiga Juni 2020, ekspansi total kredit kecil di BRI telah mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari atau dengan kata lain sudah mendekati penyaluran kredit kecil pada masa normal. Sebagai informasi, BRI adalah bank penyalur terbesar KUR dengan pangsa 64%.

“Diharapkan kondisi tersebut akan terus berlanjut sehingga ekspansi kredit nasional dapat meningkat dan pemulihan ekonomi nasional dapat lebih cepat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya, pada Rabu (1/7) lalu.

Menko Airlangga menerangkan, Pemerintah terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memulihkan ekonomi nasional selama masa pandemi ini. Anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 triliun pun dimaksudkan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak COVID-19 terhadap perekonomian.

Program PEN tersebut terdiri dari anggaran perlindungan sosial sebesar Rp203,90 triliun, insentif usaha sebesar Rp120,61 triliun, dukungan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi sebesar Rp53,57 triliun, serta sektoral kementerian/Lembaga dan Pemda sebesar Rp106,11 triliun.

Khusus bagi UMKM, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan untuk kredit modal kerja baru UMKM. Total subsidi bunga yang dianggarkan mencapai Rp35,28 triliun dengan target penerima sebanyak 60,66 juta rekening.

“Adapun penundaan angsuran dan subsidi bunga untuk usaha mikro dan kecil sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan berikutnya, serta usaha menengah sebesar 3% selama 3 bulan pertama dan 2% selama 3 bulan berikutnya,” kata Airlangga.


KUR

Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut khususnya kebijakan KUR, maka Pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2020 sebagaimana diubah dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2020 tentang Ketentuan Khusus bagi Penerima KUR terdampak Pandemi COVID-19. 

Dalam Permenko tersebut, diberikan relaksasi penundaan angsuran pokok dan pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan berikutnya, perpanjangan jangka waktu, penambahan limit plafon dan penundaan kelengkapan persyaratan administrasi pengajuan KUR.

Berdasarkan data posisi akhir Mei 2020 yang disampaikan 14 penyalur KUR ternyata fasilitas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah tersebut telah dimanfaatkan cukup signifikan oleh debitur KUR dengan rincian sebagai berikut:

  1. Tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 1.449.570  debitur dengan baki debet Rp46,1 triliun.
  2. Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada  1.395.009 debitur dengan baki debet Rp40,7 triliun.
  3. Relaksasi KUR, berupa perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1.393.024 debitur dengan baki debet Rp39,9 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 31 Mei 2020 telah mencapai sebesar Rp538,82 triliun dengan baki debet sebesar Rp158,84 triliun diberikan kepada 20,5 juta debitur. Adapun tingkat Non Performing Loan (NPL) KUR sampai dengan 31 Mei 2020 tercatat masih di posisi terjaga yaitu sebesar 1,18%.

Sementara itu, penyaluran KUR selama Januari 2020 sampai dengan 31 Mei 2020 mengalami sedikit perlambatan dengan penyaluran sebesar Rp65,86 triliun kepada 1,9 juta debitur. Penyaluran tersebut sebesar 34,66% dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun.

Perlambatan KUR tersebut dapat dimaklumi mengingat penerapan kebijakan physical distancing, social distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa provinsi telah mengakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi sehingga terpengaruh terhadap bisnis UMKM dan pada lanjutannya menurunkan permintaan KUR baru.

Namun kini sinyal positif mulai menguat seiring diberlakukannya New Normal dan beberapa kebijakan pemulihan ekonomi lainnya. Dengan demikian diharapkan kebijakan ini terus memberikan dampak bagi pengembangan UMKM, termasuk dalam hal penyaluran KUR.


Perbaikan Aktivitas Ekonomi Era `New Normal`

Membaiknya aktivitas ekonomi juga ditunjukkan semakin meningkatnya domestic demand, seperti ditandai dengan laju inflasi daging ayam ras 0,14% dan telur ayam ras 0,04% pada bulan Juni 2020.

Pembukaan kantor-kantor pada era New Normal telah mendorong dibukanya warung atau rumah makan yang pada gilirannya meningkatkan permintaan serta harga daging ayam dan telur ayam ras tersebut.

Salah satu penyebab tingginya inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,47%) pada bulan Juni 2020 tentunya tidak terlepas dari mulai meningkatnya permintaan terhadap kelompok barang tersebut.

Pembukaan kegiatan ekonomi juga telah mendorong sektor transportasi mulai menggeliat, seperti tercermin dari inflasi kelompok transportasi khususnya yang berasal dari tarif angkutan udara, tarif angkutan antar kota, dan kendaraan roda dua online.

Menko Airlangga yang juga sebagai Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat meyakinkan pelaku ekonomi bahwa laju inflasi secara nasional bulan Juni 2020 masih relatif rendah dengan laju inflasi sebesar 0,18 (mtm), 1,96 (yoy) dan 1,09% (ytd).

Dengan sinyal positif kegiatan ekonomi terkini dan laju inflasi yang terkendali diharapkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 lebih baik dari perkiraan Lembaga Internasional (International Monetary Fund/IMF dan World Bank). 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah hari ini berpeluang menguat 
Senin, 28 September 2020 - 10:38 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (28/9), berpeluang menguat...
IHSG awal pekan naik seiring penguatan bursa saham Asia
Senin, 28 September 2020 - 09:58 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan bergerak naik seiring ...
Petani Lembang temui Dubes RI, jajaki ekspor sayuran ke Singapura
Minggu, 27 September 2020 - 19:41 WIB
Petani Lembang yang tergabung dalam Kelompok Tani Macakal bertemu dengan Dubes RI untuk Singapura Su...
Menko Perekonomian lepas ekspor empat komoditas unggulan Kepri
Minggu, 27 September 2020 - 08:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melepas ekspor empat komoditas unggulan a...
Pemerintah dorong infrastruktur untuk pengembangan KEK Galang Batang
Minggu, 27 September 2020 - 07:40 WIB
Pemerintah terus mendorong pembangunan wilayah di antaranya melalui percepatan pembangunan infrastru...
Ekspor ikan beku Sulut ke AS tetap stabil di tengah COVID-19
Minggu, 27 September 2020 - 06:39 WIB
Kinerja ekspor ikan beku Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke Amerika Serikat (AS) tetap stabil di ten...
Pengusaha pasrah PSBB total di Jakarta diperpanjang
Sabtu, 26 September 2020 - 19:29 WIB
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang ...
Pertamina akan simpan stok BBM Singapura di Indonesia
Sabtu, 26 September 2020 - 15:29 WIB
PT Pertamina (Persero) akan bekerja sama dengan Singapura agar dapat menyimpan stok Bahan Bakar Miny...
26 September 1997 Pesawat Garuda Indonesia jatuh di Deli Serdang
Sabtu, 26 September 2020 - 11:24 WIB
26 September 1997 Pesawat Garuda Indonesia jatuh di Deli Serdang
 KKP dorong Tulungagung Jatim jadi wisata patin terintegrasi
Sabtu, 26 September 2020 - 09:57 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi daerah desti...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV