Brazil tinjau WhatsApp Pay sebelum bisa beroperasi lagi
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 11:41 WIB |
Brazil tinjau WhatsApp Pay sebelum bisa beroperasi lagi
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3dVvQb5

Elshinta.com - Bank sentral Brazil meminta WhatsApp bisa membuktikan keamanan perlindungan data sebelum layanan pembayaran yang baru diluncurkan bisa beroperasi lagi di negara tersebut.

"Kami tidak mengatakan ia tidak kompetitif, kami ingin mereka meminta otorisasi dan menunjukkan kepada kami bagaimana cara kerjanya, untuk memastikan layanan kompetitif," kata Presiden Central Bank of Brazil, Roberto Campos Neto, dikutip Antara dari Reuters, Jumat (3/7).

WhatsApp baru saja meluncurkan layanan pembayaran WhatsApp Pay di Brazil pada 15 Juni lalu. Para pengguna akan bisa mengirim uang, baik untuk invidivu maupun ke akun bisnis, melalui jendela obrolan.

Tidak lama setelah peluncuran, lembaga antimonopoli Brazil Cade dan bank sentral menangguhkan layanan tersebut dengan alasan berpotensi merusak kompetisi, efisiensi dan privasi data. Brazil juga menutup kemitraan WhatsApp dengan Visa, Mastercard dan Cielo SA.

Beberapa hari lalu, Cade mencabut blokir tersebut karena Facebook dan Cielo bisa memberikan keterangan tentang kerja sama tidak berlaku eksklusif, WhatsApp masih bisa bekerja sama dengan layanan pembayaran lainnya dan tidak akan mengurangi pilihan konsumen.

Campos Neto melihat WhatsApp Pay akan beroperasi dalam skala yang signifikan, platform tersebut memiliki 120 juta pengguna hanya di Brazil saja, sehingga perlu analisis yang lebih dalam.

Bank sentral mengatakan mereka tidak melarang apa pun tentang WhatsApp Pay saat ini dan akan memberikan izin jika platform sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. "Agenda kami pro-kompetisi. Begitu terbukti aturan kompetisi dan memiliki perlindungan data sesuai dengan yang dibutuhkan, akan disetujui," kata Campos Neto.

WhatsApp belum memberikan pernyataan terkait perkembangan terbaru ini. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV