31 tentara Kolombia dipecat atas kejahatan seksual di bawah umur
Elshinta
Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:51 WIB |
31 tentara Kolombia dipecat atas kejahatan seksual di bawah umur
Ilustrasi. Petani dan anggota organisasi hak asasi manusia berbincang dengan beberapa tentara di daerah pedesaan Miranda, Cauca, Kolombia, Kamis (28/6/2012). Foto: Antara.

Elshinta.com - Kolombia pada Jumat  (3/7) menyatakan memecat 31 anggota angkatan darat yang diduga terlibat dalam kejahatan seksual terhadap anak-anak di bawah umur.

Pemecatan dilakukan di tengah kemunculan banyak dugaan kasus kejahatan seksual anak-anak yang dilakukan oleh tentara.

"Sebanyak 31 anggota telah dipecat dari institusi, mereka terdiri dari 12 perwira golongan rendah dan 19 prajurit. Langkah administratif ini diambil sejalan dengan norma hukum yang mengatur personel serta keputusan pimpinan," kata Angkatan Darat Kolombia dalam pernyataan.

Para anggota yang baru dipecat itu juga kemudian akan menjalani penyelidikan disiplin dan kriminal, yang  dapat menjebloskan mereka ke penjara.

Kasus baru tersebut menambah panjang daftar pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di kalangan tentara. Sedikitnya 118 anggota angkatan darat telah menjalani penyelidikan atas tuduhan tersebut sejak 2016.

Sebelumnya, pada pekan lalu, sebanyak tujuh prajurit ditangkap atas tuduhan kejahatan seksual terhadap seorang perempuan dari suku pribumi di Provinsi Risaralda. Ketujuh tentara itu beserta tiga atasan mereka telah dipecat, sementara dua perwira tingkat lebih tinggi sudah dimutasikan.

Kasus lainnya juga muncul akhir pekan lalu, yaitu menyangkut seorang perempuan yang diduga mengalami kekerasan seksual oleh sejumlah prajurit selama ditahan beberapa hari, tanpa makanan atau minuman, di markas tentara di Provinsi Guaviare.

Angkatan Darat Kolombia menyangkal tuduhan upaya sistematis untuk melindungi para anggota yang terlibat kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

Institusi itu mempunyai 240.000 anggota dan memimpin upaya negara untuk menumpas kelompok gerilya sayap kiri dan geng-geng kriminal yang didirikan oleh para mantan anggota kelompok paramiliter sayap kanan.

Para korban dan kalangan pembela hak asasi manusia telah sekian lama menuding Angkatan Darat Kolombia melakukan pelanggaran HAM selama lebih dari lima dekade konflik internal berlangsung di negara itu. Demikian Antara.  (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV