WHO: 30 persen sampel COVID-19 tunjukkan mutasi tapi tidak memperparah
Elshinta
Sabtu, 04 Juli 2020 - 21:28 WIB |
WHO: 30 persen sampel COVID-19 tunjukkan mutasi tapi tidak memperparah
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/38q7HIC

Elshinta.com - Hampir 30 persen dari data rangkaian genom sampel virus COVID-19 yang dikumpulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan ada tanda mutasi, namun tidak ada bukti bahwa mutasi menyebabkan penyakit yang lebih parah, kata pejabat tinggi WHO, Jumat (3/7).

"Saya rasa cukup luas," kata kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan kepada Reuters di sela-sela pelaporan singkat yang diadakan oleh perhimpunan jurnalis PBB, ACANU di Jenewa, seperti dikutip dari Antara.

PBB sejauh ini telah mengumpulkan 60.000 sampel COVID-19, katanya. Para ilmuwan di Scripps Research, Juli, menemukan bahwa pada April virus yang bermutasi menyumbang sekitar 65 persen kasus yang dilaporkan dari seluruh dunia ke bank data utama.

Mutasi genetik pada virus corona jenis baru, yang dinamai D614G, secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk menginfeksi sel dan mungkin menjelaskan mengapa wabah di Italia utara dan New York menjadi lebih luas dibandingkan yang terlihat sebelumnya, menurut temuan riset.

Maria Van Kerkhove, pembimbing teknis pandemi COVID-19 di WHO, pada Jumat mengatakan bahwa genus yang bermutasi telah ditemukan pada awal Februari dan telah beredar di Eropa dan Amerika.

"Hingga kini tidak ada bukti bahwa mutasi menyebabkan penyakit menjadi lebih parah," katanya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pejabat Inggris akan keluarkan peringatan tentang corona varian India
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:58 WIB
Pejabat Inggris akan mengeluarkan peringatan tentang salah satu varian virus corona baru yang pertam...
Media Jerman: Prancis tunda pasokan vaksin COVID-19 pesanan Uni Eropa
Jumat, 07 Mei 2021 - 15:29 WIB
Prancis menunda pesanan Uni Eropa untuk 1,8 miliar dosis vaksin COVID-19 BioNTech/Pfizer yang direnc...
Australia akan mulai repatriasi warganya dari India pada 15 Mei
Jumat, 07 Mei 2021 - 10:35 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat mengatakan bahwa warganya yang berada di India y...
Debenhams tutup permanen di Inggris
Jumat, 07 Mei 2021 - 09:56 WIB
Department store Inggris Debenhams akan menutup seluruh toko yang tersisa secara permanen pada 15 M...
Saksi gambarkan kengerian kecelakaan kereta api Metro Meksiko
Kamis, 06 Mei 2021 - 23:59 WIB
Beatriz Ramon dan adik laki-lakinya, Oscar, mendengar ledakan dahsyat dan melihat lampu tiba-tiba p...
India kembali catat rekor: 412.262 kasus dan 3.980 kematian COVID
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:56 WIB
India kembali mencatat rekor berupa 412.262 kasus dan rekor 3.980 kematian baru COVID-19 pada Kamis,...
Polisi tembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di Bogota
Kamis, 06 Mei 2021 - 14:12 WIB
Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di Bogota pada hari Rabu selama har...
Australia berupaya lacak sumber misteri kasus COVID-19 di Sydney
Kamis, 06 Mei 2021 - 10:58 WIB
Otoritas Australia berupaya untuk melacak sumber misteri infeksi COVID-19 di Sydney pada Kamis, yang...
Milisi serang dua sumur minyak di Irak utara
Rabu, 05 Mei 2021 - 19:58 WIB
Kelompok milisi menggunakan bom untuk menyerang dua sumur minyak di salah satu ladang minyak di deka...
Inggris gelar eksperimen penyebaran COVID-19 melalui festival musik
Rabu, 05 Mei 2021 - 17:34 WIB
Inggris menggelar eksperimen penyebaran COVID-19 melalui festival musik, di mana penonton yang dinya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV