KKP: Model klaster bakal genjot produktivitas komoditas udang
Elshinta
Minggu, 05 Juli 2020 - 13:27 WIB |
KKP: Model klaster bakal genjot produktivitas komoditas udang
Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto. Foto: Antara.

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini bahwa model klaster yang rencananya akan dijadikan percontohan di lima lokasi di berbagai daerah, ke depannya dinilai bakal mampu menggenjot produktivitas komoditas udang.

"Model klaster sangat efektif untuk menggenjot produktivitas, di samping lebih ramah lingkungan," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (5/7).

Slamet memaparkan, pada tahun 2020 ini direncanakan dibuat percontohan di beberapa kabupaten, di mana ke depannya bisa diperluas dan harapannya akan memicu masyarakat dan pelaku usaha mengembangkan model ini.

Ia menuturkan, pihaknya menargetkan adanya sekitar 100.000 hektare lahan yang akan dimutakhirkan produktivitasnya. "Keberadaan Pokja (Kelompok Kerja) ini sangat penting dalam memberikan upaya yang dibutuhkan," katanya.

Pemerintah melalui Pokja Percepatan Produksi Udang Nasional mulai mempercepat pengembangan budidaya udang di sejumlah daerah yang menjadi sasaran.

Misalnya, tim yang terdiri dari unsur lintas sektoral tersebut langsung menggelar rapat koordinasi di Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (2/7). Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota yang menjadi target pengembangan budidaya udang di tahun ini.

Lima lokus yang akan dijadikan percontohan klaster budidaya udang berkelanjutan adalah Kabupaten Lampung Selatan, Aceh Timur, Sukabumi, Sukamara, dan Kabupaten Buol.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan potensi keuntungan yang sangat menjanjikan dalam bisnis udang, bahkan dinilai bisa memperoleh manfaat jauh lebih besar dibandingkan dengan berbisnis di sektor usaha lainnya.

"Dalam usaha berkebun karet atau sawit, pelaku usaha hanya mendapat penghasilan sekira Rp15 juta per hektare per tahun. Tapi bayangkan kalau kita berbisnis udang dengan intensifikasi padat tebar 200 ekor per meter persegi, penghasilan yang diraup bisa sampai Rp500 juta per tahun," kata Menteri Edhy, dihimpun Antara.

Selain itu, ujar dia, tidak hanya dari segi penghasilan, sektor budidaya juga bisa menyerap tenaga kerja seiring dengan berkembangnya usaha.

Sebagai contoh, lanjut Menteri Kelautan dan Perikanan, dibutuhkan sekitar lima orang untuk melakukan budidaya seluas satu hektare. "Jika satu hektare secara intensif memperkerjakan lima orang, maka akan banyak tenaga kerja yang terlibat," tegas Edhy.

Ia menegaskan komitmennya dalam memudahkan masyarakat, baik perizinan hingga akses pemodalan. Saat ini pemerintah sudah memiliki program kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen dengan agunan berupa usaha. Adapun anggaran program KUR yang disiapkan mencapai Rp195 triliun.

Tak hanya itu, KKP juga memiliki skema lain bagi masyarakat yang ingin mengakses pemodalan usaha di sektor kelautan dan perikanan. Skema tersebut melalui dana BLU-LPMUKP dengan bunga hanya 3 persen per tahun. "Ini semua bisa diakses untuk kepentingan bisnis produktif. Apalagi usaha budidaya udang yang nyata menguntungkan dan bankable," ujarnya. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Beli produk lokal, tingkatkan pendapatan petani nelayan UMKM
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:45 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk membeli produk pertanian, perikanan, dan ser...
Wall Street bervariasi, Indeks Nasdaq ditutup jatuh 97,09 poin
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:12 WIB
Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Nasdaq terkoreksi setel...
Sumbang ekspor US$7 Miliar, Kemenperin genjot peran industri smelter nikel
Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:57 WIB
Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri. Kebijakan hi...
Desa Digital Subang bisa dijadikan halaman depan Indonesia
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:37 WIB
Keberhasilan beroperasinya Desa Digital di Subang, Jawa Barat, menarik perhatian Kementerian Desa, P...
Percepat pemulihan ekonomi, pelaku usaha kecil diberi pelatihan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:26 WIB
Sebanyak 280 pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kabupaten Magelang, mendapat pelatihan dari Ke...
Menristek: Peningkatan daya beli penting jaga kelangsungan UMKM
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:10 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS B...
Rupiah akhir pekan diprediksi menguat, antisipasi rilis cadangan devisa
Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:31 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (7/8) akhir pekan ini, dip...
Pemerintah tetapkan hasil penerbitan SUN kepada BI Rp82,1 triliun
Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:20 WIB
Pemerintah menetapkan hasil penerbitan empat seri Surat Utang Negara (SUN) dengan cara penempatan la...
IHSG masih berpotensi naik seiring bantuan tunai pemerintah
Jumat, 07 Agustus 2020 - 09:56 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan berpotensi naik seiri...
Wapres: LKMS akan dapatkan bansos produktif
Jumat, 07 Agustus 2020 - 09:15 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) akan memperoleh bantuan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV