Sistem belajar dari rumah masih diterapkan di Kabupaten Bandung
Elshinta
Senin, 06 Juli 2020 - 15:26 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Sistem belajar dari rumah masih diterapkan di Kabupaten Bandung
Kadisdik Kabupaten Bandung Juhana da tiem ad hoc. Foto: Titik Mulyana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dalam menyambut tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR).  Sistem ini melibatkan orang tua atau wali murid secara langsung, selain itu juga sistem Belajar Dari Rumah juga mengharuskan para guru agar menguasai metode pembelajaran. 

"Nantinya guru akan mentransfer dengan cara pendekatan kepada orangtua siswa, baik secara daring maupun rulling dengan mendatangangi rumah siswa atas persetujuan orang tua siswa dengan standar COVID-19 dan SOP kesehatan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana, Senin (6/7). 

Selain itu, lanjut Juhana Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung juga sudah menunjuk Tim Ad hock atau Tim untuk menerima bantuan pengaduan. "Untuk menyusun skenario bagaimana pembelajaran bagi siswa baru kelas 1 SD, PAUD dan TK dalam mengikuti BDR (Belajar Dari Rumah). Karena untuk siswa kelas 1 dan TK pemula mungkin akan terasa aneh," kata Juhana, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana.

Kurang lebih sekitar 1.400 guru kelas 1, yang akan melaksana Bimbingan Tekhnik secara virtual oleh narasumber yang memang sudah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.  

"Saat ini akan dilakukan terebih dahulu penguatan skenarionya dan dibedah terlebih dulu materinya bagaimana pola pembelajaran dari rumah bagi siswa/i kelas 1 SD, " tambahnya.  

Selain itu, Juhana juga menerangkan jika setelah pada guru sudah benar-benar menguasai metode pembelajaran, maka guru kelas 1 dan TK tidak mengajar anak melainkan mentransfer kepada orangtua siswa. Sedangkan untuk Guru kelas 1 akan lebih difokuskan kepada pendidikan karakter dan calistung. 

"Bilamana mengalami kesulitan itu bisa dengan cara berkunjung kerumah orangtua siswa, baik itu diminta ataupun tidak diminta. Namun semua itu harus tetap memperhatikan protokol kesehatan,  dan itu akan diterapkan dalam tahun ajaran baru saat ini," papar Juhana kembal. 

Dalam waktu dekat atas seijin Ketua Gugus Tugas Penanganan covid 19 yang dalam hal ini Bupati Bandung,  juga sepakat dengan orangtua murid nanti akan dibuka beberapa sekolah secara offline tahun pelajaran baru yang dipandang sudah berada di zona hijau,  dan betul betul Aman misalnya jumlah siswa yang sedikit, seperti di SDN. Sukatinggal Kertasati Kabupaten Bandung. 

"Tentu ini harus dipersiapkan secara maxsimal, karena saat anak tidak pernah masuk sekolah dalam beberapa bulan kebelakang karena pandemi COVID-19, saat masuk langsung disuguhkan dengan diberlakukan BDR, tentunya ini akan membuat bingung khususnya tingkat SD, TK, dan PAUD. Sedangkan untuk untuk tingkat SMP dan SMA/SMK sepertinya sudah bukan masalah lagi," jelas Juhana.  

Nantinya pembelajaran tidak harus 6 hari belajar, hal itu bisa dilaksanakan dalam 2 hari, dan tidak harus pembelajaran mesti 40 menit bisa dilaksanakan 20 menit, tidak harus 30 orang siswa datang semua, maxsimal 15 orang. Pola pembelajaran akan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang.  

Jika separuh itu berhasil baru akan mulai progresif meningkat sampai pada new normal yang sesungguhnya. Dan itu untuk menepis opini masyarakat kenapa Mall, Mesjid dan sarana lainnya sudah buka, sementara sekolah belum. 

Dalam kunjungan kerja ini Juhana sekaligus menditeksi sekolah sekolah mana yang sudah siap dilakukan untuk dibuka dengan berbagai kesiapan standar COVID-19 dan protokol kesehatan covid 19. Dan sekolah yang akan dibuka juga harus benar benar sudah ada dalam daftar ceklis, diperkirakan pada saat ini akan dicoba disekolah tingkat SD, SMP, tk dan PAUD, diangka 20 persen dulu yang akan dibuka. 

Sementara itu Ketua Tim Ad Hock tingkat SMP,  SD, Paud dan  TK  Dr. H. Sumarna M. Pd setelah selesai melakukan Bedah Materi Pembelajaran di Hotel Jaya Sakti Rancabuaya Kabupaten Garut, Sabtu (4/7) mengatakan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Tingkat Paud dan TK diwilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, akan diselenggarakan secara belajar Dirumah (BDR)  yang diterapkan pada masa Tahun Ajaran Baru 2020 - 2021. 

"Saya bersama Tim Mendapatkan tugas dari Kadisdik kabupaten Bandung untuk merumuskan pola pembelajaran bagi Fomula tingkat Paud dan TK, untuk mengisi materi pembelajaran dirumah dari bulan juli sampai ke New Normal, bagaimana caranya meski anak dari rumah tampa datang ke sekolah pembelajaran tetap berjalan," ujarnya. 

Diakuinya, bahwa Tim sudah menghasilkan dua produk pembelajaran diantaranya adalah Rumusan bentuk bentuk kegiatan yang harus dilakukan dalam mengisi masa pembelajaran dirumah mulai dari bulan juli hingga new normal januari 2021.

Kemudian yang kedua menghasilkan sebuah model bagaimana caranya bentuk kegiatan dan pembelajaran tingkat paud dengan menggunakan sudut sudut yang ada di rumah, dengan mengudang tenaga ahli Dr. Cici Wartisah, termasuk video pembelajaranya nanti akan disuguhkan, sehingga menjadikan pengalaman tersendiri,  dimana  setiap sudut dapat dijadikan sarana pembelajaran untuk tingkat PAUD/TK, baik di dapur, di tengah rumah, di kamar dan yang lainnya.

Selain itu juga, ditambahkan Dr. Sumarna bahwa ada 10 alternatif pembelajaran yang dianjurkan kadisdik, ditambah lagi aplikasi resmi dan  gratis dari playstore. "Kewenangan santuan pendidikan,  mana nanti yang akan dipakai, karena berdasarkan kesepakatan dari kementrian bahwa tahun ajaran baru tidak bisa ditunda. Tetap tahun ajaran baru dari Bulan Juli, untuk tingkat Paud dan TK new Normal itu jatuh pada bulan Januari 2021. Menjelang tahun 2021 ada masa transisi untuk tingkat PAUD dan TK yaitu bukan November, akhirnya di wilayah Kabupaten Bandung untuk bukan Juli sampai November-Desember dilaksanakan pembelajaran di rumah," jelas Sumarna.  

Untuk Pembelajaran Tingkat TK / PAUD diwilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung tidak ada pembelajaran offline disekolah,  melainkan pembelajaran diselenggarakan dirumah. 

Sedangkan pedamping Ad Hock Tingkat SD dan SMP Hj. Eni Rohaeni, S. Pd, M. Mpd, sebagai Tenaga Analisis, evaluasi kondisi BDR, mengatakan evaluasi kondisi BDR, dari yang sudah dilaksanakan bahwa kesepahaman dan kesepakatan itu kunci utama antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Bagaimana caranya meningkatkan kompetensi Guru, tanpa kesepakatan dan kesepahaman BDR yang akan dilakukan tetap tidak akan berhasil seperti Daring yang sudah diselenggarakan. 

"Faktor kehawatiran bagi anaknya, prinsip pembelajaran bila sekolah dibuka adalah keselamatan kesehatan. Dalam menghadapi Tahun Ajaran Baru 2020 - 2021 berdasarkan hasil evaluasi sangat mengalami kekurangan dalam proses pembelajaran Daring. Maka dari itu hal tersebut saat ini pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung berupaya untuk menerapkan Sistem BDR, berdasarkan hasil MONEV yang dilakukan akan dilakukan Teknik Pembelajaran yang ditawarkan diantaranya Daring,  Rulling, dan Combain, combain disini tetap harus merasakan Belajar ada kehadiran Guru,  anak tetap dapat menerima pembelajaran," jelas Hj.  Eni.  

Adapun trkhnik yang akan digunakan diantaranya adalah orang tua memahami Jadwal tentang Daring. Anak Kapan harus melakukan Rulling bagi anak yang tidak dapat melakukan Daring. Adanya pertemuan orangtua dengan pihak sekolah, bukan orangtua menggantikan peran Guru, tetapi bagaimana caranya orangtua memahami tugas tugas dari Guru, serta memahami teknik pendampingan saat anak belajar dirumah, baik itu dalam memahami esensi maupun dalam mengerjakan tugas.  

Ditambahkan Eni Rohaeni, bahwa kunci semua keberhasilan tersebut adalah kesepakatan dan kesepahaman antara orangtua dan pihak Sekolah. Sementara untuk penyelenggaraan pembelajaran secara offline itu kuncinya dan yang menentukan adalah Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Bandung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden sampaikan rencana pemerintah terkait reformasi pendidikan
Jumat, 14 Agustus 2020 - 16:37 WIB
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan rencana pemerintah melakukan reformasi pendidikan, dalam pidato...
Pakar: Pembukaan sekolah riskan jika hanya berdasar zonasi COVID-19
Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:23 WIB
Wacana dibukanya kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka dinilai riskan jika hanya berdasarkan...
 Kwarcab Pramuka Langkat peringati Hari Pramuka ke-59 secara daring
Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:45 WIB
Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Langkat, Sumut, memperingati Hari Pramuka ke 59 tahun 2020, melalui...
Dari 36 Ponpes di Salatiga, baru 20 yang mengikuti rapid test
Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:48 WIB
Dari sebanyak 36 Pondok Pesantren (Ponpes) di Salatiga, Jawa Tengah, baru 20 Ponpes yang mengikuti r...
Yuliyanto: Kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh diambilkan dari biaya tak terduga
Kamis, 13 Agustus 2020 - 12:44 WIB
Kuota internet bagi siswa siswi untuk pembelajaran jarak jauh atau daring di tengah pandemi COVID-19...
Daerah diminta tutup kembali sekolah jika penularan corona meningkat
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:43 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta pemerintah daerah menutup kembali sekolah jika risiko ...
 Kota Magelang tunda KBM tatap muka lagi karena kasus Covid-19 naik
Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:57 WIB
Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah menunda percobaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka d...
Pariaman mulai besok kembali laksanakan belajar tatap muka
Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:37 WIB
Kota Pariaman, Sumatera Barat mulai Kamis (13/8) kembali melaksanakan belajar dengan tatap muka sete...
 Wamenag minta madrasah dan pesantren adaptasi Covid-19
Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan semua lembaga pendidikan harus beradaptasi dan...
Pelaksanaan sekolah tatap muka di Wilayah IV Jabar tetap 18 Agustus 
Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:25 WIB
Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jabar mencakup Bandung Barat dan Cianjur, tidak mengubah r...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)