Terungkap dalam dakwaan korupsi Bank Sumut Rp202 miliar, Nama Komut PT Bank Sumut disebut
Elshinta
Senin, 06 Juli 2020 - 20:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Terungkap dalam dakwaan korupsi Bank Sumut Rp202 miliar, Nama Komut PT Bank Sumut disebut
Sumber foto: Amsal/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam dakwaan kedua terdakwa Korupsi Bank Sumut yakni Mantan Mantan Pemimpin Divisi Tresuri Bank Sumut, Maulana Akhyar Lubis dan Direktur Kapital Market pada PT MNC Sekuritas, Andri Irvandi, penuntut umum Tipikor Kejatisu menyebutkan adanya aliran dana hasil korupsi kepada Komisaris Utama Bank Sumut, Rizal Pahlevi Hasibuan pada tahun 2017 sebesar Rp100 juta.

Ketua Tim Penuntut Umum Tipikor Kejatisu, Robertson Pakpahan dalam membacakan dakwaannya dihadapan Ketua Majelis Hakim Tipikor PN, Sriwahyuni didampingi keempat majelis hakim anggota Syafril, Elias Silalahi, Rurita Ningrum dan Felix Lopez, yang berlangsung secara online diruang Cakra 8 PN Medan, Senin (06/07/20) menyebutkan dalam kasus ini Nurul Aulia selaku Kabag Global Market PT Bank Sumut juga menikmatinya dengan menerima aliran dana Rp200 juta dalam meluluskan pembelian surat berharga berupa medium term notes (MTN) milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) pada 2007.

Untuk memuluskan penjualan surat berharga dalam bentuk medium term notes tersebut, Donni Satria selaku Direktur Utama PT SNP melakukan kerja sama dengan pihak MNC Sekuritas, yaitu melakukan negosiasi dengan pihak dari MNC Sekuritas yaitu Dadang Suryanto selaku Direktur Investment Banking MNC Sekuritas dengan anggotanya bernama Bambang Rudy Sutiawan selaku Head of Investmentt Banking PT MNC Sekuritas dan Andri Irvandi selaku selaku Direktur Capital Market MNC Sekuritas dan anggota dari Andri Irvandi yaitu Arif Effendy selaku Pemimpin Divisi Fixed Income.

Kerja sama itu, kata Robertson, berupa penyusunan dokumen yang diperlukan untuk penerbitan MTN. Jika seluruh dokumen sudah lengkap dan MTN bisa terbit, maka Andri akan melakukan penawaran kepada Maulana.

Kemudian terjadilah kesepakatan pembelian yang berlangsung sebanyak tiga tahap, dimana masing tahapnya ada pembagian keuntungan. Pada tahap I (10/11/2017) Rp52 Milyar, tahap II (7/3/2018) dengan nilai Rp75 Milyar dan tahap III (11/4/2018) dengan nilai Rp50 Milyar. 

Dilanjutkannya, bahwa 2013 sampai tahun 2017 laba SNP terus mengalami penurunan dan mengalami kerugian bagian dari laporan OJK SNP sudah dibekukan dan dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta. 

Meski demikian Bank Sumut tetap membeli saham SNP, meski dalam tahapannya pembelian tidak ada keuntungan yang diperoleh yang ada menimbulkan dari nilai pembelian Rp177 Milliar ditambah bunga Rp25 Milliar dengan total Rp202 Milliar kerugian yang ditanggung Bank Sumut. 

Untuk kasus ini Maulana mendapatkan Fee Rp514 Juta dan Andri mendapatkan Rp2 Milliar dari hasil penjualan surat berharga tersebut dari Donni Satria selaku Direktur Utama PT SNP. 

Dimana untuk kasus ini Donni telah menjadi tersangka dalam kasus korupsi Bank Sumut, bahkan Donni sendiri tengah menjalani masa persidangan dalam kasus penipuan dan penggelapan di pengadilan Jakarta Pusat.

Usai pembacaan dakwaan majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan untuk eksepsi kedua terdakwa.

Sementara itu, Maulana melalui Eva selaku Penasehat Hukumnya mensesalkan kenapa Komut dan Kabag Global Market PT Bank Sumut tak jadi tersangka termasuk juga jajaran Direksi PT Bank Sumut, untuk itu kita akan buka-bukaan dalam kasus ini.

Terpisah, Ketua Tim Penuntut Umum Tipikor Kejatisu, Robertson Pakpahan menyatakan kemungkinan bisa saja bertambah tersangka baru dari hasil fakta persidang. "Ya kita lihat dan ikuti saja persidanganya," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Djoko Tjandra jalani isolasi mandiri setelah dipindah ke Lapas Salemba
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 14:41 WIB
Terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra saat ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari se...
Pembunuh dua anak kandung di Pulau Adonara terancam hukuman mati
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:12 WIB
Seorang ayah, AP, diduga pelaku pembunuh dua anak kandung, masing-masing YBO (3) dan ABD (2) di Desa...
Pengacara Anita Kolopaking ditahan di Rutan Bareskrim
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:56 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking ditahan di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Polri, Sab...
Korupsi dana desa, mantan Kades Batu Sundung dihukum 5 tahun penjara
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:12 WIB
Mantan Kepala Desa Batu Sundung, Padang Bolak, Paluta, Mardan Goda Siregar dihukum lima tahun penjar...
Polisi limpahkan kasus ujaran kebencian terhadap Mulyadi ke kejaksaan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:25 WIB
Polda Sumatera Barat telah melimpahkan kasus dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR, Mulyadi, ...
Kasus dugaan penyebaran hoaks oleh Anji naik ke tahap penyidikan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:19 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks oleh m...
 Resmi kerjasama BI Corner, Kajari Medan: Ajang tingkatkan kemampuan jaksa
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:12 WIB
Bank Indonesia Sumatera Utara (BI Sumut) dan Kejaksaan Negeri Medan melakukan kerjasama pembuatan B...
Hari ini terakhir sosialisasi sistem ganjil genap
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Sosialisasi sistem rekayasa lalu lintas ganjil genap di Jakarta memasuki hari terakhir, Rabu (5/8) h...
Polda Metro Jaya segera undang Anji dan Hadi Pranoto
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:33 WIB
Polda Metro Jaya segera melayangkan undangan kepada musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Had...
Pemilik ratusan ganja divonis delapan tahun penjara di Bali
Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Pemilik narkotika jenis ganja seberat 622,5 gram neto dan 0,37 gram neto sabu-sabu bernama Yosua Kar...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV