Emas naik ketika lonjakan kasus virus pudarkan data AS yang positif
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 08:35 WIB |
Emas naik ketika lonjakan kasus virus pudarkan data AS yang positif
Ilustrasi. Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. Foto: Antara.

Elshinta.com - Emas berjangka naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika lonjakan kasus virus corona membuat permintaan terhadap aset aman meningkat, meskipun ekuitas menguat dan data sektor jasa AS yang positif membatasi kenaikan logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 3,5 dolar AS atau 0,2 persen, menjadi ditutup pada 1.793,50 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, emas berjangka turun tipis 2,70 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.787,30 dolar AS per ounce.
Emas berjangka naik 10,1 dolar AS atau 0,57 persen menjadi 1.790,00 dolar AS per ounce pada akhir perdagangan Kamis (2/7), setelah jatuh 20,6 dolar AS atau 1,14 persen menjadi 1.779,90 dolar AS per ounce pada Rabu (1/7).

"Investor ragu bahwa pemulihan ini akan tetap bertahan karena kita semua mengharapkan kembali sehat ... dan kita mungkin memiliki pemulihan yang lebih lama, dan itu seharusnya mendukung harga emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Dalam empat hari pertama Juli saja, 15 negara bagian AS telah melaporkan rekor peningkatan kasus baru COVID-19, sementara kasus terus meningkat di negara-negara termasuk India, Australia dan Meksiko.

Mengesampingkan lonjakan kasus baru virus corona, saham-saham AS naik setelah pertumbuhan yang tak terduga di sektor jasa-jasa AS dan pada harapan pemulihan yang dipimpin Tiongkok dari kemerosotan ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus corona.

Data non-manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas industri jasa AS melonjak tajam pada Juni, hampir kembali ke level pra pandemi COVID-19.

Indeks non-manufaktur ISM melonjak menjadi 57,1 persen pada Juni dari 45,4 persen pada Mei, lebih baik dari yang diperkirakan dan menandai lompatan terbesar sejak penciptaan indeks pada 1997. Para analis menghubungkan kenaikan dengan pembukaan kembali bisnis di seluruh Amerika Serikat, meskipun reli di sektor jasa ini mungkin berumur pendek karena kasus COVID-19 kembali meningkat.

"Risiko terbesar adalah jika data terus berkinerja lebih baik, yang mungkin akan menggagalkan beberapa permintaan untuk stimulus tambahan," tambah Moya.

Namun demikian, prospek emas tetap bullish karena kasus COVID-19 meningkat di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, para analis pasar mengatakan.

Emas yang tak memberikan imbal hasil (non-yielding) telah meningkat 17,5 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank-bank sentral.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 26 sen atau 1,42 persen, menjadi ditutup pada 18,582 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 6,1 dolar AS atau 0,73 persen, menjadi menetap pada 837,7 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
ISIS serang pasukan Afghanistan, tahanan kabur massal
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:26 WIB
Kelompok ISIS memerangi pasukan keamanan Afghanistan di Kota Jalalabad pada Senin pagi, setelah sera...
Inggris bagikan jutaan alat tes, mampu deteksi corona dalam 90 menit
Senin, 03 Agustus 2020 - 11:53 WIB
Jutaan alat tes COVID-19 yang mampu mendeteksi virus dalam waktu 90 menit akan dibagikan ke rumah sa...
Inggris nyatakan insiden besar COVID-19 di Kota Manchester
Senin, 03 Agustus 2020 - 09:19 WIB
Inggris menyatakan insiden besar di Kota Manchester, yang memungkinkan dibentuknya `struktur komando...
Tiongkok kirim tim ke Hong Kong untuk uji corona secara meluas
Senin, 03 Agustus 2020 - 08:37 WIB
Tujuh petugas medis Tiongkok dijadwalkan tiba di Hong Kong pada Minggu (2/8), kelompok pertama dari ...
Ekonomi Kosta Rika hadapi pelemahan terparah dalam empat dekade
Jumat, 31 Juli 2020 - 16:58 WIB
Perekonomian Kosta Rika diperkirakan akan melemah sebesar 5 persen pada akhir tahun ini, akibat damp...
Brazil catat penambahan 57.837 kasus dan 1.129 kematian COVID-19
Jumat, 31 Juli 2020 - 16:40 WIB
Brazil mencatat penambahan 57.837 kasus dan 1.129 kematian COVID-19 selama 24 jam terakhir, menurut ...
Di tengah pandemi, Raja Salman ucapkan selamat Hari Raya Idul Adha
Jumat, 31 Juli 2020 - 15:21 WIB
Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman memberi selamat Hari Raya Idul Adha kepada semua orang di saat ...
Jamaah haji mulai perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah
Jumat, 31 Juli 2020 - 13:27 WIB
Jamaah haji setelah melaksanakan wukuf di Arafah bergerak menuju Muzdalifah saat setelah terbenamnya...
Arab Saudi: Tidak ada kasus COVID-19 di antara jamaah haji
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:58 WIB
Asisten Menteri Kesehatan dan juru bicara resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Dr. Muhammad Al-Ab...
Ini kewajiban jamaah haji pada hari 10 Dzulhijjah
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:29 WIB
Inilah yang harus dilakukan seorang jamaah haji pada 10 Dzulhijjah.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV