Apa saja kondisi rahim bermasalah yang perlu diwaspadai?
Elshinta
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:43 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Apa saja kondisi rahim bermasalah yang perlu diwaspadai?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3e9kBfo

Elshinta.com - Seperti organ tubuh lainnya, rahim juga dapat mengalami gangguan dan terkena penyakit. Apabila seorang wanita merasakan ciri-ciri rahim bermasalah, sebaiknya jangan menunda memeriksakan diri ke dokter.

Tujuannya agar bisa diketahui apa diagnosis pasti sekaligus penanganannya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah kondisi rahim bermasalah yang perlu diwaspadai:

Fibroid rahim
Fibroid rahim atau disebut juga dengan mioma. Fibroid rahim adalah tumbuhnya tumor jinak di rahim. Pada penderitanya, jumlah dan ukuran tumor bisa berbeda-beda. Gejala yang dialami adalah sakit punggung bawah, nyeri haid tak tertahankan, sakit saat bercinta, dan rasa tidak nyaman ketika buang air.

Fibroid rahim dapat diatasi dengan obat-obatan penekan hormon estrogen dan progesteron. Jika tidak efektif, mungkin saja dilakukan prosedur operasi bergantung pada kondisi penderita.

Adenomiosis
Masalah rahim lainnya adalah adenomiosis, yang gejalanya mirip dengan fibroid rahim. Kondisi ini terjadi ketika lapisan dinding rahim tumbuh di dalam otot dinding rahim.

Itulah mengapa penderita adenomiosis bisa merasakan nyeri berlebih saat haid. Saat diperiksa dengan USG, adenomiosis sering disalahartikan sebagai fibroid rahim karena kondisinya. Sehingga diperlukan pemeriksaan lebih jauh.

PCOS
Prevalensi perempuan yang mengalami polycystic ovary syndrome atau PCOS mencapai 15-20%, pemicunya adalah munculnya folikel-folikel telur berisi cairan namun tidak menghasilkan telur yang optimal. Biasanya, PCOS bisa diatasi dengan menjalani gaya hidup lebih sehat dan bisa menghilang dengan sendirinya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3fcHz6O

Kista
Ciri-ciri rahim bermasalah juga bisa mengindikasikan kista. Ini adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di permukaan atau bagian dalam rahim. Pada banyak kasus, kista tidaklah berbahaya namun tetap memiliki risiko komplikasi.

Prolaps uterus
Istilah umum dari prolaps uteri/uterine prolapse adalah turun rahim. Ini terjadi ketika otot dan ligamen yang menopang rahim menjadi lemah, sehingga rahim menjadi turun dan lebih dekat ke kandung kemih. Biasanya ditandai dengan tidak bisa menahan pipis, sakit yang parah terutama ketika sedang berhubungan seksual.

Rahim retro
Rahim retrofleksi adalah kelainan posisi rahim yang terbalik dari posisi seharusnya. Kondisi ini juga disebut dengan rahim terbalik, dimana rahim yang seharusnya condong ke depan perut, namun di ketika terbalik rahim malah condong ke belakang seperti rebah menghadap ke punggung.

Hal ini bisa terjadi pada 1 dari tiap 5 perempuan. Bukan masalah medis, ini merupakan variasi anatomi yang normal terjadi. Rahim retro tidak memiliki gejala, dan jarang mengakibatkan komplikasi saat kehamilan.

Kanker rahim
Kondisi lain yang menyebabkan rahim bermasalah adalah kanker rahim. Biasanya, penderitanya kerap mengalami perdarahan dan perlu penanganan agar tidak menyebar semakin luas.

Dysmenorrhea
Bila mengalami sakit yang sangat parah saat haid hingga tidak bisa melakukan apapun, bisa jadi itu adalah dysmenorrhea. Kondisi ini bisa dirawat dengan obat anti nyeri atau terapi hormon. Dysmenorrhea tidak selalu bermakna ada masalah di rahim, tapi bila mengalami gejal tersebut lebih baik memeriksakan diri ke dokter.

Menorrhagia
Kondisi ini ditandai dengan perdarahan saat menstruasi yang sangat banyak. Bisa terjadi tanpa sebab yang diketahui, tapi juga bisa diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon, fibroid rahim, polyp rahim, metode KB yang digunakan, kanker, atau sebab lainnya.

Menorrhagia harus diwaspadai karena bisa menyebabkan seorang wanita terkena anemia. Sehingga bila seseorang wanita kondisi ini, ia harus mendapat perawatan untuk mengurangi gejala anemia dan perdarahan berat ini.

Malformasi uterus
Pada beberapa perempuan, rahimnya memiliki bentuk yang tidak normal dan bisa memengaruhi kehamilan bahkan berisiko keguguran. Kondisi ini bisa diketahui melalui pemeriksaan CT Scan.

Pelvic Inflammatory Disease (Radang pelvis)
Kondisi ini diakibatkan oleh bakteri atau organisme yang masuk ke leher rahim, infeksinya bisa menyebar ke bagian lain seperti pelvis, rahim, serviks dan tuba falopi. Gejalanya meliputi rasa tidak nyaman, cairan vagina berbau tidak sedap, buang air kecil sakit atau tidak bisa menahan keluarnya pipis.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3gCIy08

Polyp uterus
Polyp adalah jaringan yang tumbuh di dalam rahim, polyp ini bisa menyebabkan rasa sakit, darah menstruasi keluar sangat banyak, keluar darah setelah berhubungan intim, hingga perdarahan di antara dua siklus menstruasi.

Endometriosis
Merupakan kondisi tumbuhnya jaringan rahim di luar rongga rahim, seperti di indung telur atau perut. Hal ini akan memicu terjadinya jaringan parut yang memengaruhi organ di sekitar rahim.

Gejalanya meliputi darah haid yang keluar sangat banyak, haid tidak teratur, sakit saat berhubungan intim, anyang-anyangan, dan masalah pencernaan.

Perdarahan rahim abnormal
Adalah kondisi yang menyebabkan vagina mengeluarkan darah meskipun sedang tidak memasuki masa menstruasi. Kondisi ini sering terjadi saat seorang wanita memasuki masa-masa pubertas dan saat menjelang menopause.

Sebenarnya perdarahan rahim abnormal juga bisa terjadi ketika tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon. Ciri yang paling umum adalah munculnya perdarahan saat tidak memasuki masa menstruasi, tetapi bisa saja perdarahan ini terjadi saat sedang menstruasi. 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV