Facebook dinilai belum berkomitmen tindak tegas ujaran kebencian
Elshinta
Rabu, 08 Juli 2020 - 13:34 WIB |
Facebook dinilai belum berkomitmen tindak tegas ujaran kebencian
Sumber Foto: https://bit.ly/3gGrVk7

Elshinta.com - Kelompok yang memboikot iklan di Facebook berpendapat jejaring media sosial tersebut belum berkomitmen untuk beraksi terhadap ujaran kebencian.

Facebook Inc bertemu dengan Ant-Defamation, Free Press, Color of Change dan NAACP mengadakan pertemuan virtual pada Rabu, waktu setempat, bersama CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg.

Color of Change, dikutip dari Reuters, dalam siaran resmi menyatakan satu-satunya rekomendasi yang keluar dari Zuckerberg dan Sandberg adalah rencana jabatan yang mengurus hak asasi manusia, namun, bukan berupa eksekutif senior.

Color of Change menyatakan Facebook juga tidak menjelaskan fungsi jabatan tersebut.

Dikutip Antara, Facebook, menurut Color of Change, menolak memberikan bantuan berupa dukungan dari perwakilan Facebook untuk korban pelecehan, jejaring sosial terseubt juga tidak menjelaskan soal audit independen ujaran kebencian yang sudah dibicarakan dengan para pengiklan.

Kelompok boikot tersebut mengemukakan ada 10 hal yang mereka harapkan, antara lain mengizinkan korban pelecehan berat untuk berbicara dengan perwakilan Facebook dan memberikan pengembalian dana (refund) untuk merk yang iklannya berdampingan dengan konten ofensif.

Facebook melalui keterangan tertulis menyatakan "kami tahu kami akan dinilai berdasarkan aksi kami, bukan kata-kata kami, dan beruntung kelompok-kelompok ini dan juga yang lainnya untuk keterlibatan yang berkelanjutan". (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
TikTok protes soal ancaman blokir di AS
Sabtu, 19 September 2020 - 15:52 WIB
TikTok dan perusahaan induk ByteDance Ltd meminta pengadilan Amerika Serikat melarang pemerintah neg...
Facebook gabungkan Messenger dan Instagram di aplikasi baru untuk UKM
Jumat, 18 September 2020 - 11:26 WIB
Facebook meluncurkan aplikasi baru yang memungkinkan pemilik usaha kecil mengelola halaman dan profi...
Facebook Messenger batasi terusan pesan, perangi berita palsu
Minggu, 06 September 2020 - 14:50 WIB
Serupa dengan apa yang dilakukan Facebook sebelumnya kepada WhatsApp, raksasa jejaring sosial itu me...
Enam kerentanan WhatsApp diungkap
Jumat, 04 September 2020 - 16:59 WIB
Layanan pesan milik Facebook, WhatsApp, mengungkap enam kerentanan yang sebelumnya tidak pernah diun...
Google upayakan kinerja Chrome 10 persen lebih cepat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:24 WIB
Google meningkatkan kinerja tab di Chrome, dan perubahan tersebut dapat meningkatkan kecepatan hingg...
Facebook dan Snap berencana akuisisi saingan TikTok, Dubsmash?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:08 WIB
Facebook dan pemilik Snapchat, Snap, dilaporkan sempat mengadakan pembicaraan untuk mengakuisisi Dub...
Twitter uji coba pisahkan `retweet` dengan `quote tweet`
Minggu, 09 Agustus 2020 - 13:29 WIB
Twitter sedang melakukan uji coba penghitungan quote tweet yang sebelumnya dikenal dengan retweet de...
Facebook izinkan karyawan bekerja dari rumah hingga Juli 2021
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:54 WIB
Facebook akan mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah hingga Juli 2021 karena pandemi COVID-19...
Microsoft benarkan ingin beli TikTok
Senin, 03 Agustus 2020 - 09:54 WIB
Microsoft Corp menyatakan mereka akan melanjutkan pembicaraan soal mengakuisisi aplikasi TikTok dari...
Microsoft Corp dikabarkan akan beli TikTok
Minggu, 02 Agustus 2020 - 13:29 WIB
Microsoft Corp dikabarkan sedang berdiskusi untuk membeli aplikasi milik ByteDance, TikTok.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV