Warga Gunungsitoli panik, gempa cukup kuat mengguncang
Elshinta
Rabu, 08 Juli 2020 - 14:08 WIB |
Warga Gunungsitoli panik, gempa cukup kuat mengguncang
Sejumlah warga berada di luar toko, setelah menyelamatkan diri akibat gempa yang mengguncang Gunungsitoli, Nias, Rabu (8/7/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2Oi6dXT

Elshinta.com - Warga Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, sempat panik setelah merasakan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,0 yang berpusat di Nias Utara, Rabu (8/7) siang, pukul 11.03 WIB.

Jul Fau, seorang warga setempat yang ditemui sedang minum kopi di salah satu kedai di Gunungsitoli mengaku merasakan getaran gempa cukup kuat.

Namun, dia mengatakan, berusaha tetap tenang dan tidak lari ketika merasakan terjadinya gempa itu. Meskipun, ujarnya, akibat gempa teman-temannya yang lain lari ke arah tempat yang relatif aman karena takut gempa semakin kuat dan kedai kopi yang mereka singgahi ambruk.

"Getaran gempa cukup kuat, dan teman teman saya banyak yang lari keluar, takut bangunan permanen lantai dua tempat kami minum kopi ambruk," ucapnya, dikutip Antara

Gempa juga sempat membuat sejumlah warga yang sedang berbelanja kain di beberapa toko di Kota Gunungsitoli panik.

"Saya takut gempa makin kuat, makanya saya lari keluar toko ketika sedang melihat lihat baju yang hendak saya beli," ujar Suri, warga setempat.

Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Gunungsitoli, pusat gempa berada 47 kilometer barat daya Nias Utara, Sumatera Utara.

Gempa magnitudo 5,0 dengan pusat di Nias Utara terasa hingga Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Heboh suara dentuman di malam hari, ini penjelasan BMKG
Senin, 21 September 2020 - 08:23 WIB
Sejumlah warga dan netizen dari Jakarta Selatan dan Jakarta Timur melaporkan adanya suara dentuman y...
BNPB: Longsor di Sorong-Papua Barat, satu warga meninggal
Sabtu, 19 September 2020 - 16:17 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB...
28 desa di Kabupaten Bogor dilanda kekeringan 
Kamis, 17 September 2020 - 07:50 WIB
Sebanyak 28 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda kekeringan, sebagai dampak ...
Masyarakat diimbau tetap waspada meski banjir Kotawaringin Timur mulai surut
Kamis, 17 September 2020 - 07:35 WIB
Banjir yang merendam beberapa kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah telah mulai surut, Rabu (16/9)...
BNPB: 720 jiwa mengungsi akibat banjir di Melawi Kalbar
Rabu, 16 September 2020 - 21:44 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)...
Longsor di Jagakarsa sebabkan lima warung makan alami kerusakan
Rabu, 16 September 2020 - 14:15 WIB
Longsor akibat hujan deras yang terjadi di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan merusak sedikitnya lim...
1.000 lebih rumah di Gunung Mas terendam banjir
Selasa, 15 September 2020 - 19:56 WIB
Sebanyak 1.000 lebih rumah warga di sembilan kecamatan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah te...
Kalimantan Tengah tetapkan status tanggap darurat banjir
Selasa, 15 September 2020 - 08:03 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Tengah Darliansyah menyatakan ...
Masa tanggap darurat banjir Kotawaringin Timur ditetapkan selama dua pekan
Selasa, 15 September 2020 - 07:04 WIB
Banjir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sejak Senin (6/9) lalu, tela...
Bantu korban banjir, Kapolres Sergai turunkan dua perahu karet dan empat perahu kano 
Senin, 14 September 2020 - 11:32 WIB
Polres Serdang Bedagai turunkan dua perahu karet dan empat perahu kano dalam membantu warga terdampa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV