Penyandang penyakit tidak menular paling berpotensi tertular COVID-19, ini yang harus dilakukan
Elshinta
Kamis, 09 Juli 2020 - 07:50 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Penyandang penyakit tidak menular paling berpotensi tertular COVID-19, ini yang harus dilakukan
Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro. Sumber foto: https://bit.ly/38DWFQ9

Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga akan sangat rentan jika teinfeksi COVID-19. 

Penyakit yang termasuk dalam kelompok PTM antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para peyandang PTM, antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat, dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM.

"Konsultasi dengan dokter apabila memungkinkan dengan bantuan telemedis atau konsultasi online. Tentunya diupayakan dengan dokter yang sudah mengetahui rekam medis kita," kata Dokter Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Rabu (8/7).

Dokter Reisa juga menyampaikan sembilan tips tambahan bagi para penyandang PTM. Bagi penyandang PTM yang berusia 50 tahun ke atas, diharapkan dapat tinggal di rumah untuk mengurangi potensi tertular COVID-19.

"Pertama, tetap berada di rumah, terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas," jelasnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB.

Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, hindari gula dan lemak berlebih. Selain itu konsultasikan dengan dokter terkait suplemen atau multivitamin yang dapat dikonsumsi.

"Ketiga, jaga jarak minimal 1-2 meter, hindari kerumunan atau keramaian," lanjutnya.

Mencegah perpindahan droplet yang berpotensi menularkan virus SARS-CoV-2, lakukan cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer yang mengandung 60 persen alkohol.

Selanjutnya, gunakan masker jika harus keluar rumah. 

Keenam, hindari menyentuh wajah, hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan. 

"Ketujuh, upayakan aktivitas fisik selama 30 menit per hari atau dapat disesuaikan dengan saran dokter guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, hindari aktivitas dengan intensitas yang tinggi," jelas Dokter Reisa.

Kedelapan, istirahat yang cukup selama 6-8 jam sehari untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. 

Jika mulai merasa stres, bingung dan takut, bicarakan perasaan tersebut pada orang yang dipercaya. Saling menguatkan dapat menjadi obat dari rasa stres. Terus beribadah, membaca buku, mendengar musik atau melakukan aktivitas lain yang dapat membantu melawan rasa cemas. 

Dokter Reisa menambahkan, bagi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah yang disiarkan resmi setiap hari.

"Hanya percaya yang terbukti kebenarannya. Hindari mitos dan hoax yang membuat Anda panik," tambahnya.

Terakhir, Dokter Reisa mengimbau masyarakat yang merasa sehat agar tetap melakukan deteksi dini ke rumah sakit melalui screening minimal enam bulan hingga satu tahun sekali. Beberapa hal yang perlu dipantau adalah tekanan darah, gula darah, indeks berat badan dan indikator kesehatan personal lainnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa faktor penentu ukuran penis?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Setiap pria menginginkan ukuran penis yang besar untuk dapat memuaskan istrinya. Seperti yang diketa...
 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 413 Kostrad gelar pengobatan keliling di Kampung Nafri
Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:27 WIB
Prajurit TNI Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG m...
Hati-hati, terpapar asap rokok menurunkan imunitas tubuh lawan COVID-19
Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:09 WIB
Dokter spesialis paru mengungkapkan, terpapar asap rokok dari perokok terbukti dapat menurunkan sist...
 Apa kalimat yang diucapkan wanita dan membuat pria bahagia?
Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Layaknya wanita, pria juga merasa bahagia jika mendengar kata-kata manis dari pasangannya. Para pri...
Pasien sembuh ajak masyarakat tidak khawatir berlebihan COVID-19
Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:56 WIB
Salah seorang pasien sembuh COVID-19 di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepualauan Bangka Belitung, SYA...
 Tangani Covid-19 di Subang tetapkan `herd immunity`
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:37 WIB
Penanganan Covid-19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat kini menerapkan `Herd Immunity` berdasarkan Pedo...
Jangan gunakan `neck gaiter` untuk gantikan masker
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:56 WIB
Beredar berbagai macam jenis masker, seiring meningkatnya kasus COVID-19 di seluruh dunia. Peneliti ...
Kemenkes: Menyusui dengan ASI bisa selamatkan bumi
Rabu, 12 Agustus 2020 - 11:02 WIB
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari menjelaskan,kegiatan ...
Manfaat serai, mengeluarkan racun hingga tingkatkan kekebalan tubuh
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:02 WIB
Menambahkan serai atau sereh ke dalam pola makan Anda dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan t...
Adaptasi normal baru, kelompok ini tak boleh tunda periksa kesehatan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:49 WIB
Pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19 ini, ada beberapa kelompok orang yang s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)