Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Elshinta
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:38 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Sumber foto: https://bit.ly/2Cm3UQt/elshinta.com

Elshinta.com - Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat microplastik. Kandungan mikroplastik di Petekan pada penelitian menunjukkan jumlah tertinggi jika dibandingkan dengan air di sungai Mlirip, Karang Pilang, Joyoboyo dan Kayun.

Para peneliti ini juga menyebutkan jumlah mikroplastik sekitar 2,92 partikel dalam 1 liter air Kalimas. Sedangkan di Joyoboyo 2,5 Partikel per liter. Sementara di Mlirip hanya 1,4 partikel per liter.

Chlara peneliti Mikroplastik Ecoton menyebutkan bahwa dalam rapid test mikroplastik hari ini ditemukan 10 partikel dalam 100 liter berupa jenis fiber dan jenis filament atau lembaran.

“Banyak jenis fiber menunjukkan bahwa tidak ada kontrol limbah domestik. Terutama kontrol terhadap air bekas cucian atau laundry. Karena tekstil yang menjadi bahan pakaian kita jika dicuci maka serat textile plastiknya akan terlarut dalam air, pemakaian mesin cuci dan detergen yang kuat mempercepat proses rontoknya serat textile,” ungkap Chlara.

Tak berbeda jauh untuk kandungan air di Sungai Kalimas juga banjir sampah plastik. Penelitian yang mengambil contoh dijembatan petekan, mereka mencegat sampah plastik dari tengah kota Surabaya menuju selat Madura. Tak peelu waktu laman selama 15 menit mereka menangkap 37 sampah dan lebih dari 50% berupa sampah botol plastik air dalam kemasan.

“Salah satunya botol air mineral, ada juga bungkus mie instan dan tas kresek warna-warni” ujar Tonis Afrianto Koordinator Zerowaste Cities Ecoton mengutip beritajatim. 

lebih lanjut Tonis Afrianto menjelaskan luberan sampah plastik di Kalimas bagian dari 80% sampah plastik. Bahkan lebih buruknya lagi sampah plastik ini oleh sinar uv matahari akan membuat sampah menjadi serpihan plastik kecil yang disebut Mikroplastik.

“Mikroplastik adalah serpihan plastik lebih kecil dari 5 mm. Mikroplastik ini diketahui menjadi media bakteri patogen, pengikat polutan diperairan,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pontianak raih peringkat pertama kualitas udara terbersih tahun 2019
Jumat, 11 September 2020 - 09:16 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menempatkan Kota Pontianak pada peringkat pertama ...
 Penangkapan penambang liar oleh KLHK diapresiasi
Jumat, 04 September 2020 - 07:36 WIB
Penangkapan para penambang liar yang menggali lahan hutan lindung dengan menggunakan alat berat dan ...
 Dinas LH Majalengka terima 1 unit mobil damkar untuk penyemprotan taman
Senin, 31 Agustus 2020 - 20:56 WIB
Bupati Majalengka, Jawa Barat, Karna Sobahi menyerahkan 1 unit mobil damkar kepada Dinas Lingkungan ...
KKP kembangkan kemasan dari rumput laut guna kurangi sampah plastik
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 13:50 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan kemasan dari rumput laut sebagai upaya menduk...
Kelurahan Syamsudin Noor raih juara 3 umum Kampung Tangguh Banua 
Selasa, 18 Agustus 2020 - 15:26 WIB
Penyerahan Hadiah kepada para pemenang lomba Kampung tangguh Banua (KTB) oleh Gubernur Kalimantan Se...
KSJ tanam 1.000 pohon mangrove bantuan kapolda di Pantai Naga Jaya
Senin, 17 Agustus 2020 - 10:39 WIB
Ketua Umum Komunitas Sedekah Jumat (KSJ), Saharuddin bersama Ketua Dewan Pembina AKBP Ikhwan Lubis S...
 Sambut HUT ke-75 RI, Personel Yonif 125 dan warga Bupul bersihkan jalan kampung
Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:38 WIB
Personel Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa bersama warga Kampung Bupul bergotong royong membersihkan j...
Gorontalo usulkan sejumlah kawasan menjadi geopark nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:48 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan pihaknya akan mengusulkan sejumlah kawasan di daerah ter...
Kemen LHK nyatakan 19 persen hutan mangrove kritis
Senin, 03 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat saat ini tiga juta hektare kawasan hutan mangrov...
Menteri Edhy: Pelestarian karang selaras pertumbuhan ekonomi pesisir
Jumat, 31 Juli 2020 - 13:39 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan program pelestarian dan pengelolaan terumbu k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV