Bali waspadai masuknya produk yang berisiko mengandung virus flu babi
Elshinta
Sabtu, 11 Juli 2020 - 15:41 WIB |
Bali waspadai masuknya produk yang berisiko mengandung virus flu babi
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3gFZNxM

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Bali mewaspadai masuknya hewan dan produk-produk yang berpotensi membawa risiko virus flu babi dengan memantapkan koordinasi bersama pihak karantina dan sejumlah pihak terkait.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait flu babi ini. Pemerintah akan terus memantau dan berupaya agar penyakit ini jangan sampai terjadi di Bali," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Ketut  Nata Kesuma, di Denpasar, Sabtu (11/7).

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, lanjut dia, juga terus melakukan koordinasi dengan Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar dalam kegiatan surveillance (pengawasan), untuk deteksi dini penyakit tersebut. "Pengawasan sistematis terhadap virus flu babi adalah kunci sebagai peringatan kemungkinan munculnya pandemi influenza berikutnya. Kita akan siapkan rencana kontingensinya," ujar Nata Kesuma.

Populasi babi di Bali saat ini mencapai lebih dari 689 ribu ekor. Jumlah populasi ini masih lebih rendah dibandingkan populasi pada 2016 yang mencapai 800 ribu ekor lebih, yang merupakan terbanyak dalam empat tahun yakni dari 2015- 2019. Selain antisipasi dan kewaspadaan tersebut, Nata Kesuma menjelaskan perbedaan antara African Swine Fever (ASF) dengan flu babi di Tiongkok yang dipicu virus H1N1 tersebut. Keduanya, menurut Nata Kesuma, merupakan penyakit yang berbeda.

Nata Kesuma mengemukakan, penyakit flu yang dilaporkan oleh ilmuwan Tiongkok adalah penyakit yang disebabkan oleh virus infulenza H1N1 galur baru dan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis), sedangkan kasus penyakit pada babi yang ada di Bali adalah penyakit suspect ASF yang diduga disebabkan oleh Virus ASF yang tidak dapat menular ke manusia. "Kasus penyakit pada babi yang ada di Bali pada saat ini adalah suspect ASF dan bukan flu babi," katanya menegaskan.

Sejak akhir tahun 2019, kasus suspect ASF dilaporkan di Bali sempat mewabah ke beberapa peternakan di Bali. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali yang menangani fungsi kesehatan hewan terus memantau perkembangan kasus suspect ASF. "Hasilnya kasus suspect ASF pada babi sudah mengalami penurunan. Selain itu berdasarkan data yang ada, tidak pernah ada laporan kejadian suspect ASF pada manusia . Itu artinya penyakit suspect ASF tidak menular pada manusia," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Nata Kesuma secara konsisten terus melakukan pengendalian dan mensosialisasikan tentang suspect ASF kepada masyarakat melalui edaran dan juga sosialisasi secara langsung serta simulasi. "Berbagai langkah kewaspadaan akan terus dilakukan untuk mengurangi potensi masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular strategis dan zoonosis di wilayah Bali," kata Nata Kesuma, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
2.000 buruh Karawang masuk serikat Sarbumusi
Jumat, 07 Agustus 2020 - 17:59 WIB
Sebanyak 2.000 orang buruh masuk organisasi Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) hal ini dilak...
Polresta Banjarmasin bekerjasama dengan Bid Dokkes Polda Kalsel gelar rapid test
Jumat, 07 Agustus 2020 - 17:48 WIB
Sebagai langkah awal dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19, Polresta Banjarmasin bekerjasama deng...
Sumbar masuk nominasi lomba perpustakaan umum tingkat nasional
Jumat, 07 Agustus 2020 - 17:37 WIB
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga pendukung pendidikan bagi masyarakat, karenanya sudah menj...
Sambut HUT RI ke-75, Polres Jayapura gelar Adventure Merah Putih Trans Papua
Jumat, 07 Agustus 2020 - 17:12 WIB
Dalam rangka HUT RI ke-75, Polres Jayapura menggelar Adventure Merah Putih Trans Papua. Kegiatan ter...
Gubernur Jateng lantik 511 pejabat secara virtual
Jumat, 07 Agustus 2020 - 16:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik 511 pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejab...
Bersepeda bersama PJU, Kapolda Sumut pantau situasi kamtibmas di seputaran Kota Medan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 16:47 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M. Si memantau situasi kamtibmas di pagi hari dengan b...
Menuju new normal, Puskesmas di Langkat diminta tingkatkan layanan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:58 WIB
Seluruh Kepala UPT Puskemas di Kabupaten Langkat diminta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan baik...
Polda Kalsel cetak rekor terbesar sita 300 kg sabu-sabu
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:35 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel berhasil mencetak rekor tangkapan terbesar tindak pidana nar...
Arahan Presiden Jokowi agar PKK lakukan gerakan pembagian masker dinilai tepat
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:17 WIB
Presiden Joko Widodo mengarahkan PKK seluruh Indonesia untuk melakukan gerakan pembagian masker. Men...
Di tengah pandemi, inilah rangkaian acara peringatan HUT ke-75 RI
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:05 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara telah menggaungkan nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV