Anggota DPR minta kasus COVID-19 di Secapa AD Bandung ditangani serius
Elshinta
Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:28 WIB |
Anggota DPR minta kasus COVID-19 di Secapa AD Bandung ditangani serius
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3iRVql7

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya meminta kasus kluster COVID-19 yang `meledak` di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung dan kemudian menyusul di Pusdik Polisi Militer AD Cimahi harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

"Khususnya pihak/pejabat yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan TNI/TNI AD," kata Riefky melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7).

Lebih lanjut, kata dia, perlunya kebijakan yang komprehensif terkait penanganan kasus tersebut agar jangan sampai mengganggu performa TNI secara keseluruhan terutama sebagai salah satu institusi terdepan dalam membantu pemerintah menanggulangi wabah COVID-19. "Peran TNI dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19, baik di level pemerintah pusat maupun daerah harus terus dijaga dan ditingkatkan, setidaknya sampai tersedianya vaksin COVID-19 di Tanah Air," kata dia.

Politikus Partai Demokrat itu menyatakan zona merah yang terjadi di Secapa AD dan Pusdikpom AD merupakan "alarm" agar kasus serupa tidak terjadi lagi di Lembaga Pendidikan (Lemdik) TNI lainnya, terutama di Lemdik Perwira Pertama (Dikma dan Dikjur/Sarcab) maupun Perwira Menengah (Diklapa dan Sesko) sebagai kader Pemimpin TNI masa depan. "Jika di Lemdik Sipil metode pembelajaran daring saat ini menjadi prioritas pada masa pandemi, maka seyogyanya Lemdik TNI juga perlu beradaptasi dengan metode daring tersebut. Meskipun, tentunya sulit menerapkan metode tersebut secara drastis di Lemdik TNI," ujar Riefky.

Namun, kata dia, harus disadari bahwa metode pembelajaran daring dengan "video conference" untuk menghubungkan peserta didik yang berada di luar area pendidikan dengan tenaga akademik yang berada di Lemdik sementara ini merupakan satu-satunya alternatif terbaik dalam rangka proses belajar mengajar. "Metode ini sesuai dengan protokol kesehatan yang bertujuan untuk menekan intensitas interaksi fisik secara langsung serta meminimalkan berkumpulnya personel dalam jumlah besar," ucap dia, dikutip Antara.

Secara simultan, ia mengatakan selain dilakukan evaluasi internal oleh TNI, seyogyanya pemda setempat ikut menelusuri terhadap adanya individu-individu masyarakat yang pernah berada atau berinteraksi langsung dengan pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP) yang berasal dari kedua Lemdik Militer tersebut. "Untuk mencegah jangan sampai kluster Secapa AD dan Pusdikpom AD ini menjadi sumber penyebaran wabah baru di Bandung dan juga Jawa Barat atau bahkan ke wilayah provinsi lainnya mengingat para peserta didik kedua Lemdik tersebut berasal dari seluruh Indonesia," kata Riefky. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meriahkan HUT ke-75 RI, Pertamina gelar berbagai lomba dan obral promo
Jumat, 14 Agustus 2020 - 17:47 WIB
Pertamina menggelar berbagai perlombaan dan juga memberikan banyak promo untuk memeriahkan Hari Ulan...
Jatuh di kamar mandi, Kapolsek Teluk Mengkudu meninggal dunia
Jumat, 14 Agustus 2020 - 17:36 WIB
Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP Benyamin Partogi Pakpahan meninggal dunia seusai mengikuti rapat penang...
Kasus positif COVID-19 Indonesia bertambah 2.307 jadi 135.123 kasus
Jumat, 14 Agustus 2020 - 17:25 WIB
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Jumat (14/...
Lomba Agustusan virtual lebih aman COVID-19
Jumat, 14 Agustus 2020 - 16:12 WIB
Pengamat media sosial Hariqo Wibawa Satria mengatakan lomba perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di m...
Rapat Paripurna Istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI
Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:58 WIB
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan...
Gubernur Kalsel lepas Baksos Polda Kalsel bantu warga di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:47 WIB
Memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (...
Puluhan pejabat di Majalengka kembali diambil sampel swab
Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:36 WIB
Puluhan pejabat di lingkungan Setda Majalengka seperti Kepala OPD dan para Camat melakukan pengambil...
Bupati Magelang: Terbukti bakar hutan, penjara 15 tahun atau denda Rp5 M menanti
Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:26 WIB
Sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan, Perum Perhutani Kedu Utara memprakar...
KKP ingin lulusan politeknik kelautan perikanan jadi pengusaha
Jumat, 14 Agustus 2020 - 13:51 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginginkan lulusan politeknik kelautan dan perikanan dapa...
Presiden Jokowi katakan akan ada perluasan kesempatan kerja
Jumat, 14 Agustus 2020 - 13:07 WIB
Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah sedang membangun perluasan kesempatan kerja bagi rakyat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)