Secapa AD jadi klaster baru, pengamat: Perketat protokol kesehatan
Elshinta
Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:28 WIB |
Secapa AD jadi klaster baru, pengamat: Perketat protokol kesehatan
Sumber Foto: https://bit.ly/2CrEcKs

Elshinta.com - Pengamat intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengatakan bahwa Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat yang menjadi klaster baru COVID-19 merupakan peringatan untuk memperketat protokol kesehatan di tengah normal baru.

"Ini jelas warning, ya. Artinya, meski sekarang diberlakukan new normal, protokol kesehatan harus tetap diperhatikan," kata Ngasiman Djoyonegoro melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/7).

Secapa AD di Bandung menjadi kluster baru virus COVID-19 setelah sebanyak 1.262 siswa dan pengajar tertular virus tersebut. Jika Secapa AD saja bisa menjadi kluster baru, kata Simon, sapaan akrab Ngadiman, potensi di sekolah-sekolah lain juga cukup tinggi. "Secapa AD yang punya kedisiplinan tinggi bisa jadi kluster baru, gimana dengan sekolah yang lain?" kata Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) itu.

Oleh karena itu, Simon berharap sekolah-sekolah di bidang angkatan lainnya, seperti Secapa Sesko dan Sespimti, sebaiknya harus memperketat protokol kesehatannya. Bahkan, kata dia, seharusnya diberlakukan secara daring saja seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya.

Menurut Simon, para pimpinan harus melihat bahwa kluster baru Secapa AD harus menjadi pelajaran penting untuk mengantisipasi agar jangan sampai ada muncul kluster-kluster berikutnya karena inti normal baru adalah memulai dengan cara-cara yang baru, bukan dengan cara seperti semula. "Inti new normal bahwa kita harus mulai cara-cara baru dalam berkehidupan, bukan menjadikan semuanya normal kembali. Artinya, new normal harus menjadi adaptasi kebiasaan baru," katanya menerangkan.

Untuk itu, para pimpinan harus memberikan contoh soal adaptasi kebiasaan baru tersebut, misalnya dengan menggelar sekolah daring sambil menunggu situasi COVID-19 kondusif. "Para pimpinan harus memberikan contoh, termasuk sekolah daring perlu digelar sebagai solusi," katanya, dikutip Antara.

Kalaupun harus digelar sekolah tatap muka, lanjut dia, harus ada protokol khusus, misalnya siswa dengan usia berapa di bawah 45 tahun tatap muka, sementara yang usia di atas 45 tahun melalui daring. "Faktor usia juga penting sebagai protokol khusus. Kalau sekolah yang usianya 45 ke atas, kegiatan fisiknya terbatas atau malah fokusnya klasikal, ya, sebaiknya daring saja," kata Simon.

Selain pelaksanaan protokol kesehatan seperti pemakaian masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak, dia memandang perlu monitoring ketat, termasuk melakukan tes cepat secara berkala. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berbisnis di Bali dengan visa kunjungan, WN Amerika dideportasi
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:30 WIB
Dua orang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat bernama Kristen Antoinette Gray dan temannya...
Realisasi ekspor Kota Pekalongan tembus Rp368,5 miliar
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:01 WIB
Realisasi ekspor Kota Pekalongan, Jawa Tengah selama 2020 menembus Rp368,5 miliar atau sekitar 25,43...
Pemkab Bogor larang korban banjir bandang di Puncak pulang ke rumah
Selasa, 19 Januari 2021 - 22:15 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melarang para korban banjir bandang di kawasan Puncak, Cisarua,...
Separuh Kota Mamuju masih padam listrik
Selasa, 19 Januari 2021 - 22:01 WIB
Separuh Kota Mamuju masih gelap gulita di malam hari akibat gangguan jaringan listrik oleh gempa mag...
Asrama haji mulai tampung pengungsi korban gempa Sulbar
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:01 WIB
Puluhan pengungsi korban gempa asal Mamuju, Sulawesi Barat, yang tiba di Pangkalan Udara (Lanud) TN...
Basarnas Kendari ingatkan nelayan waspada cuaca esktrem
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:45 WIB
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari Sulawesi Tenggara mengingatkan seluruh masyarakat...
Sebanyak 103 satuan pendidikan rusak akibat gempa Sulbar
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:30 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan sebanyak 103 satuan pendidikan rusak ...
Tim gabungan sisir Sungai Bango cari korban terseret arus
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:00 WIB
Tim gabungan menyisir Sungai Bango di wilayah Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, untuk mencari korba...
Menhub jadikan hasil investigasi SJ 182 dasar kebijakan keselamatan
Selasa, 19 Januari 2021 - 19:30 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa hasil investigasi kecelakaan pesawat S...
Peneliti: Denah bangunan sederhana lebih tahan gempa
Selasa, 19 Januari 2021 - 18:45 WIB
Peneliti  Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Gandjar Pamudji, ST, MT mengingatkan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV