Batan: Kalimantan Barat memiliki 17.005 ton uranium
Elshinta
Kamis, 16 Juli 2020 - 08:56 WIB |
Batan: Kalimantan Barat memiliki 17.005 ton uranium
Ilustrasi uranium. Foto: Antara.

Elshinta.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyatakan Kalimantan Barat memiliki 17.005 ton deposit uranium yang dapat menjadi sumber bahan baku untuk bahan bakar nuklir pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

"Di Kalimantan Barat ada 17.005 ton, di Kalimantan Timur ada 17.861 ton," kata Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) Batan Yarianto Sugeng Budi Susilo kepada Antara di Jakarta, Rabu (15/7).

Yarianto menuturkan di Nusa Tenggara Timur, pernah dilakukan prospeksi pendahuluan pada 1980 di daerah Flores Tengah, namun kurang menarik dan sampai saat ini belum dilakukan eksplorasi lagi.

Sejauh ini, sumber daya uranium yang terdata di Indonesia ada sekitar 81.090 ton dengan sebaran di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Singkep, dan Sulawesi Barat.

Di Kalimantan Tengah, ada deposit uranium sebanyak 10.864 ton. Di Sumatera Utara ada 490 ton. Kemudian, 3.792 ton di Sulawesi Barat, serta 25.715 ton di Bangka Belitung, dan Singkep.

Untuk mengolah uranium menjadi bahan bakar nuklir memerlukan proses yang cukup panjang. Pertama, penambangan dengan peledak atau alat berat untuk mendapatkan bijih uranium. Bongkahan batu di chrusher untuk ukuran bijih yang kecil, kemudian proses milling untuk mendapatkan bijih uranium yang seperti bubuk (fine uranium ore).

Tahap berikutnya adalah pelindian (leaching) dengan asam sulfat untuk mendapatkan larutan uranil sulfat. Kemudian, dilakukan pemurnian dengan ion exchange untuk mendapatkan larutan konsentrat uranium (U) dan dilanjutkan dengan tahap pengendapan bertingkat menggunakan NH4OH.

Kemudian, masuk ke dalam filter dan dikeringkan untuk mendapatkan yellowcake. Dari yellowcake, diperoleh amonium diuranat dengan konsentrasi uranium lebih dari 60 persen. Yellowcake itu sudah laku dijual. "Namun yellowcake belum bisa sebagai bahan bakar, karena harus dimurnikan sampai grade nuklir lebih dari 99 persen," ujarnya.

Kemudian, dikonversi menjadi uranium heksafluorida (UF6) untuk proses pengkayaan. UF6 yang dikayakan (enriched UF6) tersebut direkonversi menjadi uranium dioksida (UO2) yang siap difabrikasi menjadi pelet, kelongsong, batang bahan bajar, dan bundel bahan bakar.

Untuk siklus bahan bakar nuklir, Yarianto menuturkan secara teknologi, Batan sudah siap. Hanya satu proses yang sensitif, yaitu untuk pengkayaan uranium 235.

"Teknologi itu sangat sensitif karena jika kita melakukan ini bisa dicurigai mau bikin bom nuklir, seperti Iran," tutur Yarianto.

Untuk PLTN uranium dikayakan sampai 3-4 persen, kalau bom nuklir sampai 90 persen.

Yarianto mengatakan di Indonesia, belum banyak eksplorasi thorium (Th). Thorium itu berasosiasi dengan logam tanah jarang dalam monasit. Selain di sabuk timah (tin belt) dari Batam, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, thorium juga terdapat di Mamuju, Sulawesi Barat. Daerah lain belum diinventarisasi.

Indonesia memiliki kandungan yang sudah terinventarisasi sebanyak 140 ribu ton thorium, yang bisa diolah menjadi sumber bahan bakar nuklir.

Di dunia, kandungan thorium lebih banyak empat kali dibanding uranium. Thorium berpotensi menjadi bahan bakar masa depan. Namun, teknologi saat ini masih terus dikembangkan, belum ada yang komersial untuk PLTN berbahan bakar thorium.

Prinsipnya, thorium diubah dulu menjadi uranium 233 (U 233) dengan ditembak netron. U 233 itu dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden ajak Bangsa Indonesia berdikari bangkit dari pandemi
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:14 WIB
Presiden Joko Widodo mengajak Bangsa Indonesia untuk berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri aga...
Gubernur Kalsel ingatkan pentingnya Adaptasi Kebiasaan Baru
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:56 WIB
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menghadiri kegiatan swab test COVID-19 yang diselenggaran BNI secar...
Tingkatkan profesionalisme prajurit, Lanud SPR gelar lomba menembak
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:42 WIB
Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi beserta para pejabat dan perwira lainnya melaks...
Kepala RSPAD Gatot Soebroto jadi letnan jenderal
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:29 WIB
Dua perwira tinggi TNI AD dipromosikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, yaitu Kepala Ruma...
Kasdam XVII/Cenderawasih kunjungi Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 125/SMB
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 15:42 WIB
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri 125/Simbisa (Yonif 125/SMB) di...
Kasdam XVII/Cenderawasih: Prajurit Kodim 1711 harus bersinergi dengan Polri
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 15:28 WIB
Guna membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah perbatasan Boven Digoel, Pra...
Akibat layang-layang, 26 kali listrik padam di Lombok
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:46 WIB
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 26...
DPR, KPU, Bawaslu, LSM sepakat Pilkada Serentak momentum lawan Covid-19
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:37 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat, KPU,  Bawaslu dan LSM sepakat menjadikan Pilkada Serentak 2020 ini sebagai...
Kementerian PUPR sebut 11 bank penyalur FLPP dapat penambahan kuota
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:29 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan ...
Sepeda kian banyak, Bandar Lampung bikin jalur khusus sepanjang 2,5 km
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 12:16 WIB
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung sedang menyelesaikan pembuatan marka jalan khusus bag...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV