Harga emas naik tipis ditopang lonjakan corona dan ketegangan AS-Tiongkok
Elshinta
Kamis, 16 Juli 2020 - 09:07 WIB |
Harga emas naik tipis ditopang lonjakan corona dan ketegangan AS-Tiongkok
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur. Foto: Antara.

Elshinta.com - Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena lonjakan kasus COVID-19 dan meningkatnya ketegangan Amerika Serikat-Tiongkok mendorong permintaan terhadap aset safe-haven, tetapi pasar ekuitas yang kuat membatasi kenaikannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, menguat 0,4 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 1.813,8 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya (Rabu, 15/7/2020) emas berjangka turun tipis 0,7 dolar AS atau 0,04 persen, menjadi 1.813,40 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melonjak 12,2 dolar AS atau 0,68 persen menjadi 1.814,10 dolar AS pada Selasa (13/7/2020), setelah melemah 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.801,90 dolar AS per ounce pada Jumat (10/7/2020), melanjutkan penurunan16,8 dolar AS atau 0,92 persen menjadi 1.803,80 dolar AS pada Kamis (9/7/2020).

"Lonjakan kasus yang dikonfirmasi, terutama di seluruh AS, langkah-langkah penguncian yang diterapkan kembali, serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok, telah mendukung pelarian ke aset aman emas," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Presiden Donald Trump pada Selasa (14/7/2020) memerintahkan untuk mengakhiri status khusus Hong Kong di bawah hukum AS, yang memberikan perlakuan ekonomi istimewa kepada kota tersebut, mendorong Beijing untuk memperingatkan sanksi pembalasan.

Kenaikan saham-saham AS menyusul hasil triwulanan kuat yang ditunjukkan oleh Goldman Sachs dan data awal yang menjanjikan untuk vaksin COVID-19 potensial, mengimbangi beberapa faktor bullish untuk emas.

"Ekuitas yang lebih kuat dan optimisme vaksin telah membatasi momentum kenaikan emas, mendukung selera risiko, tetapi minat investor yang mendasarinya tetap kuat," tambah Cooper.

Namun dolar AS yang turun 0,2 persen terhadap mata uang saingannya, juga memberikan dukungan terhadap emas.

Emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat lebih dari 19 persen sepanjang tahun ini, terutama diuntungkan dari suku bunga yang lebih rendah dan langkah-langkah stimulus luas dari bank-bank sentral utama.

Harga emas dapat menyentuh 2.000 dolar AS per oounce pada akhir tahun, dibantu oleh suku bunga riil yang lebih rendah, stimulus fiskal besar-besaran dan ekonomi yang lemah, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 23,1 sen atau 1,18 persen, menjadi ditutup pada 19,761 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 6,4 dolar AS atau 0,76 persen, menjadi ditutup pada 843,2 dolar AS per ounce. Demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kanada cabut larangan penerbangan Boeing 737 MAX mulai 20 Januari
Selasa, 19 Januari 2021 - 11:15 WIB
Kanada pada Senin (18/1) mengatakan akan mencabut larangan penerbangan dua tahun pesawat Boeing 737 ...
Ilmuwan: Ada bukti baru varian Afrika Selatan mengikat sel lebih mudah
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:45 WIB
Para ilmuwan menemukan bukti biologis baru bahwa, yang disebut varian virus corona Afrika Selatan me...
Pewaris Samsung kembali masuk bui, dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:15 WIB
Pewaris Samsung Lee Jae-yong dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara dalam sidang ulang kasus suap yang m...
Dolar sentuh tertinggi satu bulan ketika pasar amati kebijakan Biden
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:15 WIB
Dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), me...
Minyak tergelincir terseret kekhawatiran virus Corona
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:00 WIB
 Harga minyak tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika dolar yang lebih k...
Bank sentral global mulai cemas prospek perekonomian global
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:44 WIB
Lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di berbagai negara membuat bank sentral di seluruh dunia kemb...
Brazil kembalikan permintaan penggunaan darurat vaksin Sputnik V
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:24 WIB
Regulator kesehatan Brazil, Anvisa mengatakan pada Sabtu (16/1) bahwa mereka mengirimkan kembali dok...
Seorang petugas kebersihan terima vaksin COVID-19 pertama di India
Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:56 WIB
 Seorang petugas kebersihan, Manish Kumar, jadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin COVID-1...
Palestina akan kembali gelar pemilu setelah absen selama 15 tahun
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:56 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (15/1) mengumumkan pemerintah akan menggelar pemilihan p...
Takut ditinggalkan pengguna, WhatsApp tunda rencana kebijakan privasi
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:17 WIB
Lantaran takut ditinggalkan para penggunanya, WhatsApp menunda rencana kebijakan privasi yang akan r...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV