WHO peringatkan penurunan imunisasi terhadap anak-anak selama pandemi
Elshinta
Kamis, 16 Juli 2020 - 11:10 WIB |
WHO peringatkan penurunan imunisasi terhadap anak-anak selama pandemi
Seorang dokter mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) memeriksa suhu tubuh anak saat imunisasi di Puskesmas Cisalak Pasar, Depok, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2DNSlCD

Elshinta.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tentang penurunan tingkat imunisasi untuk penyakit seperti campak, tetanus, dan difteri selama pandemi COVID-19, telah membahayakan jutaan anak-anak.

"Penderitaan dan kematian yang dapat dihindari yang disebabkan oleh anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin bisa jauh lebih besar daripada COVID-19 itu sendiri," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah laporan bersama dengan UNICEF, Rabu (15/7).

Tiga perempat dari 82 negara yang menanggapi survei untuk laporan itu mengatakan mereka menghadapi gangguan terkait virus corona pada program imunisasi mereka pada Mei 2020.

Sebagian besar masalah dikaitkan dengan kurangnya peralatan perlindungan pribadi (APD) yang memadai untuk petugas kesehatan, pembatasan perjalanan, dan tingkat staf yang rendah untuk petugas kesehatan---yang semuanya menyebabkan layanan imunisasi dicegah atau ditutup.

Setidaknya 30 kampanye vaksinasi campak telah atau berisiko dibatalkan, mengancam wabah baru dari penyakit virus menular tahun ini dan seterusnya, kata laporan itu.

Wabah campak sudah meningkat, menginfeksi hampir 10 juta orang pada 2018 dan membunuh 140.000 di antaranya, yang kebanyakan adalah anak-anak, menurut data WHO.

Untuk difteri, tetanus, dan batuk rejan, data awal untuk empat bulan pertama tahun 2020 "menunjukkan penurunan yang substansial" dalam jumlah anak-anak yang mendapatkan ketiga dosis vaksin DTP yang melindungi mereka, kata laporan itu.

Ini merupakan pertama kalinya dalam 28 tahun dunia dapat melihat penurunan cakupan untuk imunisasi rutin anak.

Data 2019 menunjukkan bahwa hampir 14 juta anak di seluruh dunia kehilangan vaksin yang menyelamatkan jiwa. Sebagian besar anak-anak ini tinggal di Afrika dan kemungkinan kurang memiliki akses ke layanan kesehatan lainnya, kata laporan itu.

Dikatakan kemajuan pada imunisasi sudah macet sebelum virus corona baru muncul dan menyebar ke seluruh dunia, tetapi pandemi ini memperburuk situasi, demikia dilansir Antara dari Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Brazil kembalikan permintaan penggunaan darurat vaksin Sputnik V
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:24 WIB
Regulator kesehatan Brazil, Anvisa mengatakan pada Sabtu (16/1) bahwa mereka mengirimkan kembali dok...
Seorang petugas kebersihan terima vaksin COVID-19 pertama di India
Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:56 WIB
 Seorang petugas kebersihan, Manish Kumar, jadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin COVID-1...
Palestina akan kembali gelar pemilu setelah absen selama 15 tahun
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:56 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (15/1) mengumumkan pemerintah akan menggelar pemilihan p...
Takut ditinggalkan pengguna, WhatsApp tunda rencana kebijakan privasi
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:17 WIB
Lantaran takut ditinggalkan para penggunanya, WhatsApp menunda rencana kebijakan privasi yang akan r...
Harga minyak tergelincir akibat penguncian di China
Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:30 WIB
Harga minyak tergelincir lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan...
Harga emas jatuh 21,5 dolar tertekan penguatan `greenback`
Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:15 WIB
Harga emas turun tajam lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencata...
Kurs dolar AS menguat di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19
Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:00 WIB
Nilai tukar dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat ...
Turki suntik vaksin COVID-19 Sinovac ke 285.000 petugas kesehatan
Jumat, 15 Januari 2021 - 13:36 WIB
Turki pada Kamis (14/1) mulai memberikan suntikan vaksin  COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac ...
Saham Hong Kong dibuka melemah, indeks HSI terpangkas 0,36 persen
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:11 WIB
Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, setelah meningkat sehari sebelumnya, deng...
WhatsApp dituntut soal privasi data di India
Jumat, 15 Januari 2021 - 09:01 WIB
Platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, menghadapi tantangan hukum dengan diajukannya sebuah p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV