KJRI Jeddah dekatkan importir dan eksportir pangan Indonesia dan Arab Saudi
Elshinta
Kamis, 16 Juli 2020 - 19:58 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
KJRI Jeddah dekatkan importir dan eksportir pangan Indonesia dan Arab Saudi
Sumber Foto: Istimewa

Elshinta.com - KJRI Jeddah gelar Webinar Internasional dengan tema `Enhancing Indonesian Food Export to Arab Saudi` pada Rabu (15/7) kemarin.

“Kita harapkan kegiatan ini tidak sekadar menambah wawasan pengusaha mengenai peluang serta regulasi dagang di Arab Saudi, namun juga menjadi jembatan bagi pengusaha untuk menjajagi kesepakatan yang konkrit,” kata Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono dalam pembukaan Webinar Internasional tersebut, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Kamis (16/7).

Selain itu, Konjen Eko mendorong pelaku usaha di Indonesia untuk aktif mencari peluang pasar ekspor dengan terus melakukan kontak dengan perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.

Hadir sebagai keynote speaker dalam acara tersebut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Dr. Kasan Muhri yang menjelaskan kondisi perdagangan Indonesia terkini serta peluang dagang yang terbuka lebar bagi eksportir Indonesia yang ingin melebarkan usahanya ke wilayah Timur Tengah. Menurutnya, Arab Saudi merupakan salah satu pintu masuk bagi produk Indonesia yang ingin menjajagi pasar teluk. “Dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta jiwa, serta kunjungan jemaah haji dan umrah yang hampir pasti setiap tahunnya sebesar lebih dari 10 juta kunjungan, Arab Saudi adalah captive market yang perlu diperhatikan bagi pengusaha di Indonesia,” paparnya. 

Lebih lanjut, konsumsi masyarakat Arab Saudi yang cukup tinggi menjadikannya sebagai salah satu pasar yang menjanjikan bagi berbagai produk makanan dari Indonesia yang saat ini meningkat cukup tinggi.

Dalam webinar yang dihadiri oleh 252 peserta tersebut dan disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube KJRI Jeddah, regulator pangan dan obat dari kedua negara, Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM), serta Saudi Food and Drugs and Authority (SFDA) juga menyampaikan paparannya mengenai regulasi impor makanan di Arab Saudi yang saat ini mengalami perubahan yang dinamis. “Saat ini setiap perusahaan makanan, utamanya yang terkait ayam, daging, dan ikan, perlu mendaftarkan diri dan melakukan self-assessment, serta berkoordinasi dengan BPOM sebagai competent authority yang sudah bekerja sama dengan SFDA,” ungkap perwakilan BPOM. 

Meski demikian, Atdag KBRI Riyadh menyampaikan bahwa dinamika perubahan aturan tersebut merupakan tantangan positif bagi pengusaha di Indonesia. Sekiranya pengusaha Indonesia bisa menembus pasar Saudi, maka dipastikan akan lebih mudah melakukan penetrasi ke negara-negara tetangga lainnya di kawasan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berbisnis di Bali dengan visa kunjungan, WN Amerika dideportasi
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:30 WIB
Dua orang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat bernama Kristen Antoinette Gray dan temannya...
Realisasi ekspor Kota Pekalongan tembus Rp368,5 miliar
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:01 WIB
Realisasi ekspor Kota Pekalongan, Jawa Tengah selama 2020 menembus Rp368,5 miliar atau sekitar 25,43...
Pemkab Bogor larang korban banjir bandang di Puncak pulang ke rumah
Selasa, 19 Januari 2021 - 22:15 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melarang para korban banjir bandang di kawasan Puncak, Cisarua,...
Separuh Kota Mamuju masih padam listrik
Selasa, 19 Januari 2021 - 22:01 WIB
Separuh Kota Mamuju masih gelap gulita di malam hari akibat gangguan jaringan listrik oleh gempa mag...
Asrama haji mulai tampung pengungsi korban gempa Sulbar
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:01 WIB
Puluhan pengungsi korban gempa asal Mamuju, Sulawesi Barat, yang tiba di Pangkalan Udara (Lanud) TN...
Basarnas Kendari ingatkan nelayan waspada cuaca esktrem
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:45 WIB
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari Sulawesi Tenggara mengingatkan seluruh masyarakat...
Sebanyak 103 satuan pendidikan rusak akibat gempa Sulbar
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:30 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan sebanyak 103 satuan pendidikan rusak ...
Tim gabungan sisir Sungai Bango cari korban terseret arus
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:00 WIB
Tim gabungan menyisir Sungai Bango di wilayah Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, untuk mencari korba...
Menhub jadikan hasil investigasi SJ 182 dasar kebijakan keselamatan
Selasa, 19 Januari 2021 - 19:30 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa hasil investigasi kecelakaan pesawat S...
Peneliti: Denah bangunan sederhana lebih tahan gempa
Selasa, 19 Januari 2021 - 18:45 WIB
Peneliti  Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Gandjar Pamudji, ST, MT mengingatkan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV