UI: Thermogun inframerah aman untuk manusia
Elshinta
Selasa, 21 Juli 2020 - 21:46 WIB |
UI: Thermogun inframerah aman untuk manusia
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Departemen Fisika Kedokteran/Kluster Medical Technology IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) mengatakan termometer tembak (thermogun) inframerah aman untuk manusia yang dapat digunakan untuk mengecek suhu tubuh manusia pada masa adaptasi kebiasaan baru saat pandemi COVID-19.

"Thermometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X dan, karena itu, tidak mempengaruhi sistem saraf termasuk juga tidak merusak retina," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Jakarta, Selasa (21/7).

Thermogun merupakan salah satu jenis termometer inframerah untuk mengukur temperatur tubuh yang umumnya di arahkan ke dahi. Alat itu menjadi andalan utama sebagai alat skrining COVID-19 dengan gejala demam.

Alat tersebut tersedia hampir di setiap pintu masuk tempat umum dan perkantoran.

Pengunjung atau pegawai dengan temperatur di atas 37,5 derajat dilarang masuk dan diminta untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Namun, beberapa hari ini masyarakat diresahkan dengan viralnya video di media sosial yang menyatakan bahwa alat tersebut berbahaya karena dianggap menggunakan laser dan merusak otak.

Ari menuturkan thermogun itu sudah lolos uji kesehatan sehingga sudah diperhitungkan bahwa alat itu aman digunakan untuk skrining COVID-19 dengan gejala demam.

Ari menuturkan alat thermogun untuk skrining temperatur seseorang bekerja dengan menerima pancaran inframerah dari benda, bukan dengan memancarkan radiasi apalagi laser.

Akademisi dan praktisi klinik itu menuturkan sama halnya dengan laser pointer, laser pada thermogun tersebut tidak memiliki efek yang berbahaya pada otak.

Tetapi, laser itu tidak boleh menembak ke mata secara langsung karena dapat merusak retina.

Sebagai alat pengukur suhu untuk indikator kesehatan, thermogun direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal satu tahun sekali. Kalibrasi diperlukan agar skrining suhu terjaga akurasinya karena informasi yang salah bisa membuat gagal skrining suhu (positif palsu dan negatif palsu) sehingga membahayakan banyak orang.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar IPB: Jeroan ikan banyak mengandung protein dan lemak tak jenuh
Senin, 23 November 2020 - 13:15 WIB
Pakar perikanan dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ...
Pertamina uji coba Green Diesel pada akhir November
Jumat, 13 November 2020 - 15:15 WIB
PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, menargetkan uji coba prod...
Spektrum - Berkah di tengah ancaman La Nina
Minggu, 08 November 2020 - 19:30 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya anomali iklim global di Samudera ...
Menristek: Peran dokter penting arusutamakan pemakaian obat asli RI
Jumat, 06 November 2020 - 20:22 WIB
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan salah...
Pemkab Batang pasang enam alat pendeteksi dini titik rawan bencana
Kamis, 05 November 2020 - 20:00 WIB
 Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memasang enam alat pendeteksi dini atau EWS bencana di s...
Poliban ciptakan mesin pengering ikan higenis untuk nelayan
Selasa, 03 November 2020 - 19:55 WIB
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menciptakan mesin pengering ikan higenis untuk nelayan.
Komunitas anak muda Banjarmasin buat sampah organik jadi pakan ikan
Selasa, 03 November 2020 - 19:05 WIB
Komunitas anak muda di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sukses mengelola sampah organik menjadi ...
Peneliti kembangkan AI periksa batuk untuk deteksi dini, Covid-19
Minggu, 01 November 2020 - 09:56 WIB
Peneliti kembangkan AI perksa batuk untuk deteksi dini Covid-19.
Dokter beberkan penyebab dan solusi ``maskne``, jerawat akibat masker
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:01 WIB
Masalah jerawat jadi salah satu efek samping dari mengenakan masker sepanjang hari selama pandemi CO...
Peneliti IPB ingatkan tidak semua tanaman obat aman dikonsumsi
Rabu, 19 Agustus 2020 - 21:36 WIB
Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPP...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV