Harga emas terus menguat, dekati 1.900 dolar dipicu konflik AS-Tiongkok
Elshinta
Sabtu, 25 Juli 2020 - 08:30 WIB |
Harga emas terus menguat, dekati 1.900 dolar dipicu konflik AS-Tiongkok
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Harga emas terus menguat kian mendekati level psikologis 1.900 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pertikaian AS-Tiongkok yang memburuk menambah kekhawatiran mengenai pukulan terhadap ekonomi global yang telah terhuyung-huyung akibat pandemi virus corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 7,5 dolar AS atau 0,4 persen, menjadi ditutup pada 1.897,5 dolar AS per ounce pada Jumat (24/7). Di pasar spot harga emas sempat mencapai 1.905,99 dolar AS, tertinggi sejak September 2011, sebelum kembali di bawah 1.900 dolar AS.

Emas berjangka melonjak 24,9 dolar AS atau 1,34 persen menjadi1.890 dolar AS pada Kamis (23/7/2020), setelah naik 21,2 dolar AS atau 1,15 persen menjadi 1.865,10 dolar AS per ounce pada Rabu (22/7/2020) dan menguat 26,5 dolar AS atau 1,46 persen menjadi 1.843,90 dolar AS pada Selasa (21/7/2020).

"Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global yang disebabkan oleh ketegangan AS-Tiongkok yang semakin memburuk dipandang sebagai kemungkinan mempertahankan dukungan pemerintah dan moneter global berjalan lebih lama," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO.

Dalam eskalasi lain, Tiongkok memerintahkan Amerika Serikat untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu, menanggapi permintaan AS agar Tiongkok menutup konsulatnya di Houston.

Sentimen risiko terpukul dan mengirim dolar ke posisi terendah dua tahun, memberikan dukungan terhadap emas. Lebih lanjut meningkatkan daya tarik emas adalah lonjakan konstan dalam kasus COVID-19, dengan penghitungan AS melewati lebih dari empat juta dan infeksi global menembus 15,58 juta.

"Satu-satunya hal yang dapat saya lihat dapat mengganjal kenaikan emas adalah perkembangan pesat dari vaksin virus corona, karena sampai itu terjadi, semua ketidakpastian ini (di pasar) akan tetap bersama kami," kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Emas yang tanpa imbal hasil atau non-yielding telah melonjak lebih dari 25 persen tahun ini, didukung oleh suku bunga rendah dan stimulus dari bank-bank sentral.

Para analis pasar juga memperingatkan bahwa karena penguncian COVID-19, produksi tambang emas menurun, yang memberikan dukungan tambahan bagi emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 13,8 sen atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada 22,85 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 7,8 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi menetap pada 956 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menlu RI: 75 tahun berdiri, PBB harus perkuat relevansi dan adaptasi
Selasa, 22 September 2020 - 10:25 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Ban...
WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Selasa, 22 September 2020 - 09:51 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengubah kebijakannya mengenai penularan virus corona melalui...
Emas anjlok, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran stimulus
Selasa, 22 September 2020 - 08:56 WIB
Emas berjangka anjlok lebih dari 50 dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), karena aksi...
Hasil tes ungkap sebab kematian misterius ratusan gajah di Botswana
Senin, 21 September 2020 - 21:38 WIB
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan ...
Saham Hong Kong berbalik melemah dengan indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 21 September 2020 - 18:26 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9).
Prancis konfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 12:10 WIB
Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu (20/9), turun da...
Enam mayat diduga PMI ilegal ditemukan di Johor, Malaysia
Senin, 21 September 2020 - 09:59 WIB
Enam mayat diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan di Pantai Teluk C, Bandar Penawar,...
Otoritas Tiongkok temukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor
Senin, 21 September 2020 - 08:37 WIB
Otoritas di Provinsi Jilin, Tiongkok menemukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor, mendesak s...
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV