KPU: Coklit di Semarang memasuki minggu kedua
Elshinta
Rabu, 29 Juli 2020 - 17:26 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
KPU: Coklit di Semarang memasuki minggu kedua
Sumber Foto: Istimewa

Elshinta.com - Tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang tahun 2020 memasuki minggu kedua pelaksanaan kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit), yang sesuai program, tahapan dan jadwal berlangsung sejak 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020. Selama pelaksanaan kegiatan Coklit melalui mekanisme door to door kepada masyarakat pemilih, PPDP di Kabupaten Semarang telah ditetapkan sebanyak 2.249 orang yang akan melaksanakan coklit di 2.249 TPS yang telah dipetakan. 

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi menjelaskan, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) telah dibekali dengan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, pelindung wajah (faceshield), sarung tangan hingga handsanitiser. Selain itu sebelum ditetapkan dan melaksanakan tugasnya terhadap masing-masing PPDP telah dilakukan pemeriksaan kesehatan melalui pelaksanaan rapid test oleh Puskesmas setempat sebagai kepanjangan tangan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, serta dilaksanakan mimbingan teknis mengenai bagaimana mereka melaksanakan tugas di tengah pandemi COVID-19, sehingga masyarakat tidak merasa was-was terjadi penularan COVID-19. 

"Semua PPDP yang ditetapkan dan menjalankan tugas dinyatakan non reaktif," jelasnya, Rabu (29/7) dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Dijelaskanya, KPU Kabupaten Semarang diberbagai kesempatan, utamanya saat bimbingan teknis maupun konsolidasi secara berjenjang kepada PPK, PPS dan PPDP, juga telah menekankan keharusan penerapan protokol kesehatan secara ketat selama pelaksanaan Coklit. Selama pelaksanaan Coklit, KPU Kabupaten Semarang, PPK dan PPS melaksanakan monitoring kepada PPDP dalam rangka selalu mengingatkan PPDP untuk bekerja sesuai dengan ketentuan. 

Salah satu APD yang dikenakan oleh PPDP dalam pelaksanaan Coklit ini adalah sarung tangan. Penggunaan sarung tangan plastik oleh PPDP dimaksudkan agar tidak terjadi kontak langsung maupun tidak langsung dengan masyarakat pemilih, terutama saat menyampaikan dokumen tanda bukti telah terdaftar sebagai pemilih (AA.1-KWK) serta penggunaan alat tulis secara bergantian. "Mengingat dalam form AA1 dan AA2 ini penghuni rumah atau Kepala Keluarga diminta membubuhkan tanda tangan sebagai wujud telah di Coklit. Hal ini sebagai bentuk ikhtiar dan komitmen KPU Kabupaten Semarang dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran COVID-19 di antara masyarakat dan penyelenggara pemilu di lapangan pada umumnya," tandasnya.

Dalam pelaksanaan Coklit, tentu kerja-kerja PPDP diawasi oleh jajaran Pengawas Kelurahan/Desa, sebagai wujud bahwa penyelenggara pemilu yaitu jajaran KPU Kabupaten Semarang dan Bawaslu Kabupaten Semarang memiliki komitmen untuk “Melindungi Hak Pilih”. Salah satu wujud pelaksanaan pemilihan yang demokratis adalah memastikan warga yang telah mempunyai hak pilih didaftar dalam Daftar Pemilih. "Masyarakat diminta aktif untuk melaporkan jika ada anggota keluarganya yang sudah memenuhi syarat tetapi belum masuk Daftar Pemilih kepada PPD, PPS, PPK maupun KPU Kabupaten," pungkas Maskup.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bawaslu: Sanksi tegas dan konkret bagi pelanggar protokol kesehatan
Selasa, 15 September 2020 - 19:27 WIB
Badan Pengawas Pemilu menyebutkan perlunya sanksi tegas dan konkret bagi pelanggar protokol kesehata...
Bicara soal calon pemimpin Kaltara, ini kata LIM
Selasa, 15 September 2020 - 15:37 WIB
Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang,...
Wakil Bupati Bandung bantah dirinya jadi juru kampanye
Selasa, 15 September 2020 - 14:27 WIB
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gun Gun Gunawan sekaligus Wakil Bupati Bandung, belum memut...
Akademisi: Perpendek tahapan pilkada jika bahayakan masyarakat
Senin, 14 September 2020 - 14:11 WIB
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang mengatakan, tahapan Pilkada serentak 202...
Kemendagri pantau sosialisasi PKPU Protkes COVID Pilkada di 270 daerah
Sabtu, 12 September 2020 - 13:14 WIB
Pelaksanaan sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait protokol kesehatan di 270 Dae...
Pengamat: Pilkada harus jual program bukan saling menjatuhkan
Sabtu, 12 September 2020 - 10:29 WIB
Pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Budi Suryadi berharap di pelaksa...
Gelar deklarasi tak perhatikan protokol kesehatan, KLIM Kaltara ingatkan kubu IRAW
Rabu, 09 September 2020 - 21:12 WIB
Deklarasi pasangan Irianto Lamrie dan Irwan Sabri yang bertempat di salah satu hotel di Tanjung Selo...
Kaukus At Taubah-Fahmi Tamami dukung pasangan Pradi-Afifah
Rabu, 09 September 2020 - 20:37 WIB
Sejumlah ulama yang tergabung dalam kaukus Majelis Taklim At-taubah dan Fahmi Tamami nyatakan dukung...
Banyak ragam dilakukan calon kepala daerah untuk menjaga staminanya
Rabu, 09 September 2020 - 19:46 WIB
Banyak ragam dilakukan calon kepala daerah untuk menjaga staminanya di masa pencalonan menjadi kepal...
Polisi bisa tindak tegas pasangan Pilkada pelanggar protokol kesehatan
Rabu, 09 September 2020 - 19:37 WIB
Kepala Polresta Banjarmasin, Komisaris Besar Polisi Rachmat Hendrawan, menegaskan bahwa para pasanga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV