MemoRI 05 Agustus
Gempa Lombok 5 Agustus 2018: Tsunami terjang sejumlah wilayah, ratusan orang meninggal dan terluka
Elshinta
Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Gempa Lombok 5 Agustus 2018: Tsunami terjang sejumlah wilayah, ratusan orang meninggal dan terluka
Kondisi permukiman di Desa Telagawareng, Pemenang, Lombok Barat, NTB, Rabu, 8 Agustus 2018. Sejumlah lokasi yang terdampak gempabumi. Sumber foto: https://bit.ly/3fdEcf0

Elshinta.com - Gempa mengguncang Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18:46:37 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 7,0. Pusat gempa berada di darat 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan kedalaman 32 km. 

Kekuatan gempa yang mengguncang kawasan Lombok Utara dan sekitarnya ini bahkan terasa hingga Pacitan, Jawa Timur, dan sejumlah wilayah lain. Akibatnya, ratusan orang dinyatakan meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, dan bangunan roboh rusak terguncang gempa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir peringatan terjadinya tsunami akibat gempa ini. 

Mengutip Wikipedia, gempa bumi ini berpusat di sekitar wilayah perbatasan Kabupaten Lombok Utara dengan Kabupaten Lombok Timur. Guncangan gempa dilaporkan USGS telah dirasakan di seluruh Pulau Lombok, Pulau Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Madura, Pulau Jawa bagian timur serta sebagian Pulau Sumba dan Pulau Flores. 

Guncangan gempa terkuat berada di seluruh wilayah Pulau Lombok berupa guncangan VI-VIII MMI terutama Lombok Utara. Sedangkan di Pulau Bali dan Pulau Sumbawa bagian barat dirasakan kuat berupa V-VI MMI.

Kemudian Madura, Banyuwangi, Bima dirasakan IV MMI, serta II-III MMI di Malang, Tulungagung dan Waingapu. 

Setelah gempa utama M 7,0 pada 5 Agustus ini, hingga tanggal 10 Agustus 2018 pukul 07.00 WITA telah terjadi 447 gempabumi susulan, 18 diantaranya dirasakan dengan gempa susulan terbesar dengan M 6,2 pada 9 Agustus 2018, pukul 13.25 WITA. 

Pascagempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pantai Lombok Utara, Lombok Barat bagian Utara dan Lombok Timur bagian Utara. 

Pada pukul 19.48 WITA, tsunami terdeteksi di pesisir Carik, Desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, setinggi 13,5 sentimeter (cm); lalu 10 cm di Labuhan Badas, Sumbawa, pada pukul 19.54 WITA; serta di Lembar, Lombok Barat, setinggi 0,9 cm pada pukul 20.27 WITA. Kemudian pada pukul 21.25 WITA, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa ini.

Data Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menyebutkan, 259 orang meninggal dunia, 1.033 luka berat, dan 270.168 warga mengungsi akibat gempa. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) berasal dari Kabupaten Lombok Utara 212 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 6 orang, dan Lombok Timur 11 orang. 

Di Bali dua orang dilaporkan meninggal, yaitu 1 warga Denpasar dan 1 lainnya merupakan wisatawan asal Bandung. Sedangkan di Kabupaten Karangasem sebanyak 20 warga mengalami luka-luka. 

Menurut gubernur terpilih NTB, Zulkieflimansyah, warga meninggal mencapai 381 orang, dan luka-luka 1.033 orang. Kerugian rumah mencapai 22.721 unit yang rusak. 

Sejumlah data lain disodorkan pihak yang berbeda-beda. TNI menyebut data yang senada dengan Zulkieflimansyah, yakni 381 orang meninggal. Kabupaten Lombok Utara dan BPBD setempat mencatat korban mencapai 347, Basarnas menyatakan korban jatuh adalah 226 orang. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Komandan Korem 173/PVB konfirmasi KKSB tewaskan dua orang di Sugapa
Kamis, 17 September 2020 - 20:55 WIB
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, mengaku, insiden penyerangan yang dila...
17 September 1945: Terbentuknya Palang Merah Indonesia
Kamis, 17 September 2020 - 06:26 WIB
Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidan...
Sekda DKI Saefullah meninggal dunia
Rabu, 16 September 2020 - 14:07 WIB
Sekretaris DKI Jakarta Saefullah dikabarkan meninggal dunia, kabar tersebut dibenarkan oleh Gubernur...
16 September 1979, Stadion Teladan ambruk
Rabu, 16 September 2020 - 09:06 WIB
Hari ini 41 tahun lalu, tepatnya 16 September 1979, artis cilik Adi Bing Slamet dan Iyut Bing Slamet...
15 September 1945, sekutu lucuti tentara Jepang di Jakarta
Selasa, 15 September 2020 - 08:16 WIB
Pada tanggal 15 September 1945, sekutu mendaratkan tentaranya di Tanjung Priok yang disusul dengan p...
Warga Kuala pengidap epilepsi ditemukan meninggal di sungai
Senin, 14 September 2020 - 13:45 WIB
Warga Kecamatan Kuala sontak terkejut atas ditemukan sesosok mayat laki-laki tepatnya di Sungai Bua...
Satgas Covid-19 Kalbar razia masker di Kota Pontianak
Senin, 14 September 2020 - 13:23 WIB
Sebanyak 200 personil TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan Satpol-PP yang tergabung dalam tim Gugus Tugas...
14 September 2017, ratusan rumah rusak diterjang banjir bandang di Solok Selatan 
Senin, 14 September 2020 - 07:32 WIB
Ratusan rumah rusak setelah dihantam banjir ba‎ndang di Solok Selatan, Padang, Sumatera Barat. Ban...
13 September 2000, 20 tahun lalu bom mobil meledak di parkiran Bursa Efek Jakarta
Minggu, 13 September 2020 - 06:27 WIB
Hari ini 20 tahun lalu, tepatnya 13 September 2000, sebuah bom berdaya ledak tinggi meluluh lantakka...
12 September 1984, tragedi Tanjung Priok
Sabtu, 12 September 2020 - 07:10 WIB
12 September 1984 mencatat peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Pada tanggal itu terjadi kerusuh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV