Mengapa pria harus memeriksakan spermanya?
Elshinta
Senin, 03 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Mengapa pria harus memeriksakan spermanya?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3k3O6n5

Elshinta.com - Memiliki kualitas sperma yang baik merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi pria. Karena kualitasnya akan menentukan peluang untuk memiliki keturunan. Memang ada banyak hal yang menyebabkan pasangan yang sudah menikah sulit hamil.

Diperkirakan sekitar 30 persen faktor penyebab kondisi ini adalah karena kualitas sperma yang tidak baik. Karena itu, seorang pria sebaiknya melakukan cek sperma sebelum terlambat.

Kebutuhan pemeriksaan juga tidak semata-mata pada soal menghasilkan keturunan, tetapi juga dapat pula dipicu oleh faktor lain. Dihimpun dari berbagai sumber, kondisi kesehatan yang mengharuskan seorang pria perlu memeriksakan spermanya:

Sebelum menikah
Sebelum menikah, tes sperma atau analisis sperma (spermiogram) dapat dilakukan, khususnya bagi mereka yang ingin langsung mempunyai keturunan.

Pemeriksaan sperma sebaiknya dilakukan di klinik kesuburan agar hasilnya bisa dipercaya, minimal terstandardisasi. Melakukan cek sperma sebelum menikah penting untuk mengetahui apakah sperma aktif dan dalam jumlah yang cukup untuk melakukan pembuahan.

Istri tak kunjung hamil
Jika pasangan suami istri melakukan hubungan intim secara teratur selama setahun lamanya, tetapi sang istri belum juga hamil, mungkin ada masalah yang terjadi. Dalam kondisi ini, tidak hanya istri saja yang harus diperiksa tapi suami juga harus ikut melakukan cek sperma untuk mengetahui kualitasnya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/30jApsi

Riwayat penyakit
Hal lain yang membuat pemeriksaan sperma perlu adalah bila memiliki riwayat penyakit, atau mengalami hal-hal yang kemungkinan bisa mengganggu kualitas sperma sebelum menikah atau semasa kecil.

Misalnya pernah terinfeksi virus mums atau gondongan, atau buah zakarnya dulu pernah cedera atau dioperasi karena spermanya tidak keluar, atau operasi hernia. 
 
Kelainan genetik
Segera periksakan kesehatan jika memiliki kelainan genetik pada kromosom, seperti sindrom klinefelter. Sindrom klinefelter adalah masalah genetik ketika pria memiliki kromosom X berlebih.

Bukan cuma memengaruhi kesuburan, kondisi ini juga dapat menyebabkan berkurangnya massa otot, rambut pada tubuh, serta pembesaran pada jaringan payudara.

Ada yang salah dari fisik sperma
Pria juga bisa mempertimbangkan pemeriksaan sperma bila ada yang mencurigakan dari fisik sperma, seperti volume dan kekentalannya. Pria normal sedikitnya mengeluarkan air mani sebanyak 2 cc hingga 5 cc ketika ejakulasi.

Bila kurang dari itu, tentu pria harus bertanya-tanya dan berkonsultasi. Konsistensi kekentalan sperma juga harus diperhatikan. Bila encer terus seperti air, maka tentu harus diperiksakan ke dokter. 

Mengonsumsi rokok dan alkohol
Semua orang pasti sudah mengetahui kalau kedua zat ini tidak baik untuk kesehatan, karena dapat merusak fungsi seksual secara perlahan. Mengonsumsi rokok bisa mengganggu pergerakan sperma, merusak DNA, dan meningkatkan risiko pria mengidap impotensi. Sedangkan alkohol bisa memengaruhi kualitas dan produksi sperma secara negatif.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/39XjT4w

Gaya hidup tidak sehat
Pemeriksaan sperma juga patut dipertimbangkan jika seorang pria menjalani gaya hidup tidak sehat yang dapat menimbulkan kelainan atau menurunkan kualitas sperma.

Mereka yang rentan terhadap kelainan atau memburuknya kualitas sperma, seperti pengguna narkoba, perokok berat, ataupun penderita obesitas. Selain untuk masalah kesuburan, cek sperma ternyata juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kondisi lainnya seperti:

Keberhasilan vasektomi
Vasektomi adalah bentuk kontrasepsi permanen yang dilakukan dengan memotong tabung yang mengirim sperma dari testis ke penis. Nah, cek sperma bertujuan untuk memastikan tidak ada sperma dalam air mani pria yang telah menjalani vasektomi.

Dokter menyarankan agar pria rutin melakukan cek sperma setidaknya sebulan sekali selama tiga bulan untuk memastikan tidak adanya kandungan sperma dalam air mani. 

Infeksi
Sperma yang normal memiliki level pH antara 7,2 dan 7,8. Apabila cek sperma menunjukan tingkat pH yang lebih tinggi dari 8,0, maka ini dapat mengindikasikan adanya infeksi.

Apabila hasil menunjukan kurang dari 7,0, pria tersebut mungkin mengalami kontaminasi urine atau air mani yang tersumbat. Cek sperma juga bisa mendeteksi ketidakseimbangan hormon pada pria, penyakit tertentu seperti diabetes atau paparan radiasi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BSN tetapkan SNI masker dari kain
Rabu, 23 September 2020 - 07:55 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil –...
Awas! Berikut ini kesalahan memakai kondom yang sering dilakukan
Selasa, 22 September 2020 - 23:15 WIB
Salah satu hal yang membuat kondom tidak berfungsi dengan baik adalah kesalahan dalam memakainya. Ca...
Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Senin, 21 September 2020 - 23:15 WIB
Kulit kendur dan berkerut akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun pria memiliki kulit...
 Puskeswan Kota Malang gelar pemeriksaan hewan secara gratis
Senin, 21 September 2020 - 20:11 WIB
Untuk memperingati Hari Rabies Dunia atau Rabies Day, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagian K...
54 perawat di Lumajang terkonfirmasi Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 19:57 WIB
Sebayak lima puluh empat tenaga perawat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terkonfirmasi positif Covi...
Reisa: Terapi oleh tenaga medis efektif sembuhkan pasien COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 19:37 WIB
Juru bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro mengatakan terapi yang selama ini diberikan tenaga medis t...
Berapa lama Covid-19 bertahan di dalam tubuh?
Senin, 21 September 2020 - 19:25 WIB
Covid-19 masih merajalela. Jumlah pasien yang terpapar virus ini terus bertambah. Berbagai gejala at...
Cara memakai dan membersihkan masker kain
Senin, 21 September 2020 - 10:35 WIB
Para peneliti tidak tahu persis berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 tetap berada di kain mas...
Minuman serat kualitas tinggi ini hadir di seluruh Indonesia
Minggu, 20 September 2020 - 11:03 WIB
Banyak penyakit ringan hingga penyakit berbahaya berasal dari saluran pencernaan. Terlebih di era ya...
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV