Sejumlah negara yakini Korea Utara kembangkan perangkat nuklir kecil
Elshinta
Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:27 WIB |
Sejumlah negara yakini Korea Utara kembangkan perangkat nuklir kecil
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan darurat yang dihadiri oleh Politbiro Komite Sentral WPK, Dalam foto yang tidak bertanggal ini dirilis pada 25 Juli 2020 oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) di Pyongyang. Foto: Antara.

Elshinta.com - Sejumlah negara meyakini bahwa Korea Utara mungkin mengembangkan perangkat nuklir dalam ukuran kecil yang pas dengan hulu ledak rudal balistik miliknya.

Laporan tersebut ditulis oleh panel independen yang terdiri dari para pakar pengawas sanksi PBB, dan diserahkan kepada komite sanksi terhadap Korea Utara di Dewan Keamanan PBB pada Senin (3/8), demikian menurut laporan PBB yang dilihat Reuters.

Tanpa disebutkan nama-nama negara yang dimaksud, dalam laporan itu tertulis bahwa sejumlah negara yakin enam kali uji coba nuklir Korea Utara membantu negara itu untuk mengembangkan nuklir ukuran kecil.

Korea Utara, yang secara formal bernama Republik Rakyat Demokratik Korea, tercatat belum menjalankan uji coba nuklir lagi sejak September 2017.

"Republik Rakyat Demokratik Korea tengah melanjutkan program nuklir miliknya, yang termasuk memproduksi uranium dengan pengayaan tingkat tinggi dan konstruksi sebuah reaktor air ringan eksperimental," dikutip dari laporan tersebut.

"Satu negara anggota menilai bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea tengah melanjutkan produksi senjata nuklir," demikian dijelaskan lebih lanjut dalam laporan yang sama.

Tanpa disebutkan negara mana, pada laporan itu dituliskan bahwa satu negara menilai Korea Utara "mungkin mengupayakan pengembangan lebih lanjut miniaturisasi (nuklir) demi mengizinkan penggabungan teknologi, seperti penyusupan pada paket bantuan, atau kemungkinan mengembangkan sistem hulu ledak berganda."

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyebut pada pekan lalu bahwa tidak akan ada lagi perang mengingat senjata nuklir negara itu dijamin keamanannya meskipun terdapat tekanan dari pihak luar serta ancaman militer.

Korea Utara telah dijatuhi sanksi oleh PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistik. Sementara Dewan Keamanan terus-menerus memperkuat sanksi sebagai upaya tawar-menawar agar pendanaan terhadap program tersebut dipangkas.

Dalam laporan kali ini, para pakar menyatakan bahwa Korea Utara melanggar sanksi atas negaranya, termasuk "dengan ekspor batu bara lewat jalur maritim secara gelap, meskipun Korea Utara menangguhkannya sementara pada akhir Januari hingga awal Maret 2020" karena pandemi COVID-19.

Selain itu, Korea Utara juga disebut menghasilkan keuntungan dari pertukaran mata uang kripto serta penyerangan siber dengan pencurian bank.

"Panel ini terus mengkaji bahwa penyedia layanan aset virtual dan aset virtual itu sendiri berlanjut menjadi jalan bagi Republik Rakyat Demokratik Korea untuk menghasilkan profit, begitu pula dengan mata uang kripto." Demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga minyak melonjak, terkerek ancaman OPEC soal pangkas produksi
Jumat, 18 September 2020 - 09:52 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik positif ketika OPEC da...
Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Jumat, 18 September 2020 - 07:48 WIB
Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul aksi ambil untung...
Kasus positif COVID-19 di Inggris naik 167% sejak akhir Agustus
Kamis, 17 September 2020 - 21:11 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 167% pada angka positif COVID-19 di Inggris sejak akhir Agustus, demikian ...
WHO: Amerika Latin terlalu dini cabut pembatasan COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 15:15 WIB
Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal padahal pandemi COVID-...
Inggris kembalikan tiga patung curian dari kuil India pada 1978
Kamis, 17 September 2020 - 14:28 WIB
Warga Inggris mengembalikan tiga patung tembaga yang dicuri dari sebuah kuil Hindu di Tamil Nadu, In...
Italia mungkin mulai suntikkan vaksin COVID-19 akhir November
Kamis, 17 September 2020 - 12:10 WIB
Italia kemungkinan akan mendapatkan suntikan pertama vaksin COVID-19 buatan Inggris, AstraZeneca, pa...
Turki mulai uji coba tahap akhir vaksin Sinovac buatan Tiongkok
Kamis, 17 September 2020 - 11:50 WIB
Turki pada Rabu (16/9) memulai uji coba tahap terakhir, Fase III, vaksin eksperimental virus corona ...
WHO peringatkan penularan corona pada musim dingin
Kamis, 17 September 2020 - 10:27 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (16/9) memperingatkan bahwa virus corona bisa menyebar de...
Harga emas berjangka menguat jelang keputusan kebijakan Fed AS
Kamis, 17 September 2020 - 08:45 WIB
Emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk ha...
Gates: COVID-19 buat kemajuan kesehatan global mundur beberapa dekade
Rabu, 16 September 2020 - 17:25 WIB
Dampak lanjutan dari pandemi COVID-19 telah menghentikan dan membalikkan kemajuan kesehatan global m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV