Emas tembus 2.000 dolar per ounce untuk pertama kalinya
Elshinta
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:40 WIB |
Emas tembus 2.000 dolar per ounce untuk pertama kalinya
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. Foto: Antara

Elshinta.com - Emas melonjak dan menembus level psikologis 2.000 dolar AS per ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena lingkungan suku bunga yang sangat rendah dan harapan lebih banyak stimulus AS untuk melindungi ekonomi yang terpukul virus corona meningkatkan daya tarik safe-haven emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, melonjak 34,7 dolar AS atau 1,75 persen, menjadi ditutup pada 2.021 dolar AS per ounce. Emas berjangka naik tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.986,3 dolar AS per ounce sehari sebelumnya (3/8/2020).

Emas berjangka menguat 19,1 dolar AS atau 0,97 persen menjadi 1.985,90 dolar AS pada akhir pekan lalu (31/7/2020), setelah merosot 11,1 dolar AS atau 0,57 persen menjadi 1.942,30 dolar AS pada Kamis (30/7/2020) dan naik 8,8 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Rabu (29/7/2020).

"Pembelian safe-haven telah mendorong harga emas menembus 2.000 dolar AS untuk pertama kalinya ketika dolar AS menguji posisi terendah yang terakhir terlihat lebih dari dua tahun lalu, suku bunga riil negatif turun ke level yang terakhir terlihat pada 2013 dan harapan untuk paket stimulus lebih lanjut terus menguat," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

"Mengingat seberapa cepat harga telah reli, risiko kemunduran sementara telah meningkat," kata Cooper, menambahkan keseimbangan risiko masih tetap cenderung ke sisi kenaikan mengingat latar belakang makro tetap "sangat menguntungkan."

Pembicaraan antara Gedung Putih dan para pemimpin Demokrat di Kongres AS akhirnya bergerak ke "arah yang benar" ketika mereka mencoba mencapai kesepakatan mengenai RUU bantuan besar virus corona, kata seorang Demokrat terkemuka di Senat AS.

Konfirmasi bahwa telah ada perkembangan dalam negosiasi dengan Partai Republik mengenai dukungan COVID-19 yang baru telah mendorong emas kembali ke level tertinggi baru-baru ini, kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan logam dasar di BMO.

Emas telah melonjak 33 persen sepanjang tahun ini, didukung terutama oleh suku bunga yang lebih rendah dan stimulus luas oleh bank-bank sentral global untuk meringankan pukulan ekonomi dari pandemi.

Harga dapat naik menuju level 2.300 dolar AS pada akhir tahun, menurut Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Pasar surat utang memberi sinyal kuat bahwa lingkungan suku bunga yang lebih rendah ini akan tetap ada. Dalam dekade terakhir, surat utang selalu lebih unggul daripada emas, tetapi saat ini bukan itu masalahnya, kita akan melihat fokus utama investor adalah pada emas."

Logam mulia lainnya juga mengikuti, dengan perak untuk pengiriman September naik 1,611 dolar AS atau 6,6 persen, menjadi ditutup pada 26,028 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 24,1 dolar AS atau 2,59 persen, menjadi menetap pada 955,2 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga minyak melonjak, terkerek ancaman OPEC soal pangkas produksi
Jumat, 18 September 2020 - 09:52 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik positif ketika OPEC da...
Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Jumat, 18 September 2020 - 07:48 WIB
Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul aksi ambil untung...
Kasus positif COVID-19 di Inggris naik 167% sejak akhir Agustus
Kamis, 17 September 2020 - 21:11 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 167% pada angka positif COVID-19 di Inggris sejak akhir Agustus, demikian ...
WHO: Amerika Latin terlalu dini cabut pembatasan COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 15:15 WIB
Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal padahal pandemi COVID-...
Inggris kembalikan tiga patung curian dari kuil India pada 1978
Kamis, 17 September 2020 - 14:28 WIB
Warga Inggris mengembalikan tiga patung tembaga yang dicuri dari sebuah kuil Hindu di Tamil Nadu, In...
Italia mungkin mulai suntikkan vaksin COVID-19 akhir November
Kamis, 17 September 2020 - 12:10 WIB
Italia kemungkinan akan mendapatkan suntikan pertama vaksin COVID-19 buatan Inggris, AstraZeneca, pa...
Turki mulai uji coba tahap akhir vaksin Sinovac buatan Tiongkok
Kamis, 17 September 2020 - 11:50 WIB
Turki pada Rabu (16/9) memulai uji coba tahap terakhir, Fase III, vaksin eksperimental virus corona ...
WHO peringatkan penularan corona pada musim dingin
Kamis, 17 September 2020 - 10:27 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (16/9) memperingatkan bahwa virus corona bisa menyebar de...
Harga emas berjangka menguat jelang keputusan kebijakan Fed AS
Kamis, 17 September 2020 - 08:45 WIB
Emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk ha...
Gates: COVID-19 buat kemajuan kesehatan global mundur beberapa dekade
Rabu, 16 September 2020 - 17:25 WIB
Dampak lanjutan dari pandemi COVID-19 telah menghentikan dan membalikkan kemajuan kesehatan global m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV